![Hasrat Terlarang [Suka Sama Suka]](https://asset.asean.biz.id/hasrat-terlarang--suka-sama-suka-.webp)
Saat pagi menyapa, adik iparku masih saja belum sadarkan diri dari masa kritisnya. Salah satu suster masuk kedalam ruangan untuk mengecek sembari menyuntikkan obat ditubuh adik iparku tersebut. Semoga saja dia cepat sadar dan bisa kembali pulih seperti semula.
Karena diriku tak membawa baju ganti, aku pun menitipkan adik iparku itu kepada suster. Sedangkan diriku, akan kembali kerumah untuk membersihkan badan yang terasa lengket.Sekalian nanti akan membawakan baju ganti untuk adik iparku juga.
Sesampai diapartemen milik Rendi, aku tidak langsung mandi. Tapi menghempaskan diriku diatas tempat tidur begitu saja. Pikiranku masih tertuju kepada peristiwa pengeroyokan itu. Entah mengapa, aku merasa muak saat mengingat kekejaman mas Rangga yang membuat adik kandungnya sendiri berakhir kritis dirumah sakit.
Dalam kesedihanku, tiba-tiba ponsel pribadiku berdering tanda ada panggilan masuk. Aku melirik ke layar ponsel, ternyata itu telepon dari mas Rangga. Agh, pasti dia akan menyuruhku untuk kembali kepadanya.
Namun karena aku sudah menyusun rencana untuk membalas perbuatan mas Rangga tersebut, akhirnya ku angkat juga telepon darinya itu.
"Ada apa, mas? " tanyaku dengan nada ketus.
"Sekarang juga kamu pulang kerumah! jangan menolak atau kamu akan tau sendiri akibatnya. " Ucap mas Rangga diseberang telepon.
"Ya, nanti aku kesana, kamu tenang aja aku tak akan kabur kok. " Ucapku lalu menghela nafas dengan kasar.
"Renata, aku mencintaimu. Dan aku ingin kita mengulang kembali dari awal. Cepatlah balik, nanti kita akan berbicara empat mata. " ucap mas Rangga lalu mematikan telepon secara sepihak.
Ck, mencintai apanya? aku tak akan tertipu lagi dengan rayuan gombalmu. dulu mataku masih tertutup dan juga terlalu bodoh karena percaya begitu saja dengan rayuan lelaki pengkhianat itu.
Teringat, saat dia menyatakan cintanya padaku, memang aku tak menemukan adanya kebohongan dimatanya. Masih sangat teringat dengan jelas di ingatanku, saat dirinya menghampiriku di sebuah kafe yang ada dikotaku.
Saat itu, adik perempuan ku sengaja mengundangnya untuk makan siang bersama. Aku tak bisa berbohong, saat pertama kali melihatnya, aku telah jatuh cinta kepada mas Rangga. Apalagi setelah kami bertukar nomor telepon, disitulah awal kisah asmara kami dimulai.
Dimataku dia adalah lelaki sempurna yang sangat perhatian kepadaku. Walau dulunya kami kebanyakan berpacaran jarak jauh, namun membuatku yakin kalau dia sangat setia. Tapi ternyata aku telah salah besar.
Lantas semua kenanganku bersama mas Rangga dulu mendadak hadir dipikiranku. Memang kuakui sangat indah, namun semuanya kini hancur lebur setelah pengkhianatannya terbongkar olehku. Memang awalnya diriku sulit untuk menghilangkan rasa cinta ini yang terlalu besar untuknya. Dan bahkan pernah juga berharap,agar rumah tangga ku tetap utuh.
Kalau untuk sekarang? rasanya aku malah jijik dengan perlakuannya yang telah membuatku malu di hadapan banyak orang. Dan telah membuat adik iparku kritis dirumah sakit. Bahkan Sekarang, tak pernah dia mencemaskan keadaan adik kandungnya tersebut.
__ADS_1
Ah, tak perlu lah diriku mengenang masa lalu. Lebih baik sekarang aku membersihkan diri lalu bersiap pulang kerumah mertuaku sekalian mengambil baju ganti untuk adik iparku.
____________
Saat masuk kedalam rumah mertuaku, mbok Ijah terlihat senang melihat kedatanganku. Hingga aku melihat manusia tak berhati itu menuruni anak tangga sambil memperlihatkan senyum bahagianya.
"Wah, ternyata istriku sudah kembali pulang. Ayo, kita masuk kekamar dulu! mas udah kangen loh. " Ucap mas Rangga lalu seenaknya memeluk tubuhku ini.
"Ayo kita bicara sekarang juga! tapi aku tak bisa lama-lama karena harus kembali kerumah sakit. Kasian Rendi gak ada yang menemani dia disana. " Ucapku lalu melepaskan pelukan itu dan buru-buru menaiki anak tangga menuju kekamar.
Semoga saja mas Rangga tak memintaku untuk melayani nafsunya. Walau aku masih sah sebagai istrinya, tapi untuk melakukannya lagi, diriku merasa jijik. Mungkin karena sakit hatiku yang terlalu mendalam terhadapnya.
Saat duduk disofa yang ada dikamar tersebut, kudengar mas Rangga membuka pintu lalu menghampiriku serta mendaratkan ciumannya di bibirku. Mataku membelalak sempurna lalu berusaha untuk melepaskan ciuman tersebut. Namun tak bisa karena kekuatannya sangat kuat.
Mungkin karena aku tak mau merespon ciuman itu, dia akhirnya melepasnya dan terlihat begitu marah padaku. Tapi aku tak peduli dan memilih untuk menjauh darinya.
"Kamu itu masih sah istriku, jadi jangan berani menolak keinginan ku! " ucap mas Rangga tersulut emosi.
"Apa kamu mencintai Rendi? " tanya mas Rangga tiba-tiba.
"Kalau iya, memangnya kenapa? " ucapku dengan ketus.
"Renata.. tolong maafkan semua salahku selama ini! andai kamu tau, aku sangat mencintaimu. Waktu kejadian di bioskop, aku sengaja ingin membuatmu cemburu." Ucap mas Rangga mulai membuka jurus untuk merayuku.
"Sengaja apanya, mas? sudahlah jangan bohongi aku lagi. Semuanya nyata jelas didepan mataku saat kalian berciuman dibioskop saat itu. Dan jangan mas pikir,aku tidak tau saat kalian check-in di hotel sebelum ke bioskop. Dan masih banyak lagi bukti-bukti yang lain dengan wanita yang bernama Anggun, juga termasuk dengan adik perempuan ku. "
Tampak dirinya tekejut saat aku menyebutkan hal itu. Ck disangkanya aku akan mempercayai semua omongannya yang mengatakan sengaja ingin membuatku cemburu?
"Anggun? kuakui dia adalah mantan kekasihku. Kami sekarang hanya berstatus sebagai teman biasa dan tak mempunyai hubungan yang lebih.Lagipula dia sebentar lagi akan menikah dengan sahabatku. "
__ADS_1
"Jangan bohong kamu, mas. Aku pernah melihat video saat kalian bermadu kasih dihotel. Juga, saat mas berangkat lagi keluar kota untuk kedua kalinya, sebenarnya itu hanya bohong belaka kan? karena aku melihat mas sedang bermesraan ditaman dengan wanita itu."
"Di taman? yah aku ingat pernah bertemu client di sebuah kafe dekat taman Anggrek kan? kamu jangan salah paham, aku tak sengaja bertemu dengan Anggun di taman tersebut. Saat itu kami terlihat bersama karena kebetulan semata. "
"Terus masalah video yang kulihat waktu itu? sudahlah mas, tak perlu menyangkal lagi. "
"Ah, pasti itu ulah si Rendi yang mengirim video lama tersebut. Dulu, memang saat aku masih berpacaran dengan Anggun, pernah merekam adegan panas yang kami lakukan menggunakan handycam milikku. Bodohnya aku yang lupa menghapus sehingga adikku tersebut bisa menyalin nya diponsel pribadinya. "
Apakah,orang yang pernah mengirimkan video melalui WA tersebut adalah adik iparku? tapi apa maksudnya mengirimkan video itu? padahal kan dia tau sendiri kalau itu merupakan video lama saat mas Rangga masih berpacaran dengan Anggun dulu.
Sejenak hening, dan diriku masih teramat bingung dengan semua yang dikatakan oleh mas Rangga. Kalau dilihat dari sorot matanya, sepertinya mas Rangga berkata jujur. Tapi aku tak boleh gampang percaya dulu, bisa saja ini tipu muslihat nya lagi agar aku terjatuh dalam perangkapnya.
"Sumpah demi apapun, aku tak mempunyai hubungan apa-apa dengan Anggun lagi. Dihati ini hanya ada kamu seorang.Dan masalah Reni, mengapa aku bisa sering bertemu dengannya, itu karena dia berpacaran dengan sahabat karibku. "
Aku terkejut mendengar penuturannya tersebut. Lantas, mengapa saat adik perempuan ku melihat mas Rangga berduaan dengan Shania, dirinya seperti orang yang terbakar cemburu? sungguh, aku masih bingung dan tak bisa memecahkan semua misteri suamiku tersebut.
"Ok, sekarang dengarkan pertanyaan ku baik-baik, dan jawablah dengan jujur. Waktu itu kamu ngapain dengan Shania dihotel? terus mengapa kamu berlaku kasar terhadapku saat pulang dari bioskop tempo hari? dan terakhir, mengapa kamu tega membuat adikmu dikeroyok oleh teman-teman mu yang tak berhati itu? sungguh kejiwaan mu sudah tak waras, mas. "
"Jawabannya hanya satu, aku merasa sakit hati karena istriku sendiri tega menusukku dari belakang. Ya memang benar katamu, kalau jiwaku sudah tak waras lagi. Suami mana yang terima jika istrinya selingkuh bahkan bermadu kasih dengan adik iparnya sendiri? melihat adegan kotor itu, sungguh membuat hatiku hancur berkeping-keping. "
Apakah memang selama ini, aku lah yang salah paham disini? sepertinya mas Rangga berkata jujur, karena saat mengungkapkan isi hatinya, terlihat airmatanya jatuh menetes membasahi pipinya. Baru kali ini aku melihat seorang lelaki menangis.
"Dari dulu, adik aku tuh selalu saja ingin merebut kekasihku. Terakhir Anggun, aku ingat betul saat Rendi masih duduk dikelas satu SMA, waktu itu aku mengajak Anggun kerumah ini,tapi aku malah ketiduran karena pengaruh obat yang ditaruh oleh Rendi diminumanku.
Kamu mau tau apa yang dilakukannya pada Anggun? dia menaruh obat perangsang di minumannya, sehingga pada hari itu mereka bermadu kasih dihadapanku yang tak sadarkan diri. Saat aku sudah tersadar pun, mereka masih melakukannya sehingga membuatku marah hingga memutuskan hubunganku dengan Anggun. "
Perkataan mas Rangga tersebut mengingatkan ku pada kejadian yang sama saat adik iparku memberikan secangkir susu anget sehingga hasratku menggebu ingin disentuh. Apa semua ini jebakan adik iparku karena terobsesi padaku?
"Kembalilah padaku, dan kita mulai semuanya dari awal. Setelah Rendi sadar nanti, aku ingin kita pindah kerumah sendiri. Aku tak ingin kamu benar-benar terhipnotis dengan rayuan Rendi. Percayalah padaku, aku tak pernah mengkhianatimu." Ucapan mas Rangga sungguh membuatku dilema.
__ADS_1
Tolong bantu aku, siapakah yang pantas untuk ku percayai? apakah salah jika aku lebih mempercayai adik iparku? ah, misteri ini semakin rumit saja.