![Hasrat Terlarang [Suka Sama Suka]](https://asset.asean.biz.id/hasrat-terlarang--suka-sama-suka-.webp)
Kami pun tiba dirumah pribadi mas Rangga yang kini juga sudah jadi milikku. Ternyata rumahnya sangat mewah, tak jauh berbeda dengan rumah mertuaku. Karena merasa capek, akupun beristirahat sebentar. Lalu mas Rangga datang menghampiriku lalu mengecup bibir ini dengan mesra.
Semoga saja, dengan pindahnya kami ke rumah ini, bisa membuat hubungan kami menjadi lebih harmonis dan bahagia lagi.Karena mas Rangga terus mengganggu, akibatnya mataku sulit untuk terpejam. Hingga akhirnya, aku putuskan turun ke bawah dan menonton TV diruang keluarga.
Melihatku yang sedang asyik menonton sendirian, mas Rangga pun datang menghampiri dan duduk disampingku.
"Katanya pengen tidur, kok malah nonton TV?" tanya mas Rangga lalu mengusap pipi ini dengan lembut.
"Hehe, tiba-tiba ngantuknya hilang begitu saja. " Ucapku tanpa menoleh kearahnya.
"Yah sudah, kalau gitu mas masuk duluan yah? nanti kita makan malam diluar saja. " Ucap mas Rangga lalu diriku menganggukan kepala menanggapinya.
Ternyata tinggal dirumah ini diriku merasa kesepian. Entah mengapa aku merindukan ocehan adik ipar ku. Biasanya dijam seperti ini, kami akan mengganggu mbok Ijah yang tengah memasak. Atau juga akan menonton TV bersama dengan romantis.
Karena bosan menonton TV akhirnya aku menyusul mas Rangga kedalam kamar. Lebih baik sekarang istirahat dulu dan menunggu jam makan malam tiba. Lagipula gak perlu repot buat memasak, karena kata mas Rangga kan malam ini, makan diluar saja.
Rupanya mas Rangga tertidur dengan pulas karena terdengar suara dengkuran nya. Aku memandangi wajahnya, lalu teringat lagi dengan semua perlakuan jahatnya terhadapku. Tapi, mungkin itu semua dilakukannya karena rasa cemburu yang sangat mendalam saat mengetahui istrinya bermadu kasih dengan adik kandungnya sendiri.
Hanya saja diri ini masih bingung, apakah benar kalau mas Rangga ini tak mempunyai hubungan spesial dengan Shania, Anggun dan adik perempuan ku? jujur itu masih jadi tanda tanya besar buatku. Walaupun dia sudah menjelaskan semuanya kepadaku, tapi aku mencium aroma kebohongan darinya.
Kalaupun dia berbohong, pasti suatu saat akan ketahuan juga. Seperti kata pepatah, sepandai-pandai nya menyembunyikan bangkai, pasti akan tercium juga. Untuk kali ini aku masih mencoba berpikiran positif tentangnya.
__ADS_1
_____________________
Seminggu kemudian, acara pernikahan adik ipar ku dan Shania pun dilangsungkan dengan megah. Aku jadi iri deh, dulu sewaktu menikah dengan mas Rangga tak semegah ini acaranya. Bahkan dulu hanya dihadiri pihak keluarga saja dan berlangsung dirumah orang tuaku. Namun sudahlah, kan dulu karena kondisi bumi yang diserang oleh virus. Jadi tak boleh lah, Iri-irian.
Saat menghadiri pesta pernikahan itu, terlihat adik ipar ku sangat tampan menggunakan kemeja putih dan jas berwarna biru. Dia sudah sangat siap untuk melakukan Ijab Qhobul dipelaminan nanti.
Jangan tanya hatiku, sudah pasti ada rasa cemburu melihat kemesraan kedua mempelai itu. Pikirku, harusnya aku yang disana untuk mendampingi bocah tengil itu. Tapi ternyata kami bukan jodoh. Sadar diri dong, gak boleh baperan.hati kecilku berbisik untuk mengingatkan ku.
"Wah, selamat yah akhirnya kalian menikah juga. Nanti bulan madunya mau kemana? " tanya mas Rangga kepada keduanya sedangkan aku, hanya terdiam membisu.
"Belum ada rencana sih, makasih yah udah mau datang ke acara pernikahanku. " Ucap Rendi dengan santai.
"Ya pasti datanglah, kan kamu adik kandung aku. " Ucap mas Rangga lagi lalu mereka terlihat berpelukan.
Lebih baik lupakan saja hal yang terjadi kemarin, dan memulai hidup bahagia dari awal. Tapi walaupun hati ini sudah memaafkan bahkan masih memberikan kesempatan kedua untuk mas Rangga, namun jangan salah, diriku tetap terus memantau setiap kegiatannya. Kalau dia terbukti masih bermain perempuan dibelakang ku, akan kupastikan, tak akan ada lagi kesempatan ketiga.
Setelah acara pernikahan selesai, mas Rangga menginginkan untuk menginap dirumah mertua saja. Karena kalau pulang kerumah kami, takutnya nanti disana diriku merasa kesepian.
"Gak bisa besok aja, mas menyelesaikan tugas tersebut? " tanyaku dengan wajah cemberut.
"Maaf sayang, pekerjaan ini harus tuntas malam ini juga. " Ucap mas Rangga lalu mencium kening ku dan pergi meninggalkanku begitu saja.
__ADS_1
Karena merasa penasaran, aku pun berencana untuk mengikuti kemana arah suamiku itu pergi. Untungnya disekitar hotel tempat acara pernikahan adik ipar ku masih ada banyak taxi sehingga aku menyuruh sopir taxi untuk mengikuti mobil mas Rangga.
"Jangan sampai ketinggalan yah, pak? " ucapku merasa tak sabar ingin melihat kemana arah mobil suamiku itu pergi.
Ternyata mobil suamiku masuk ke sebuah kafe, hingga aku memutuskan untuk menunggu mas Rangga keluar dari kafe itu. Pikirku mungkin benar mas Rangga sedang bertemu dengan rekan bisnisnya di kafe itu. Setelah lama menunggu, akhirnya mas Rangga keluar juga, tapi kok dengan adik perempuan ku?
Mereka menaiki mobil mas Rangga lagi, lalu aku menyuruh sopir taxi untuk kembali mengikuti kemana arah mobil mas Rangga itu pergi. Hatiku mulai tak tenang, inikan jalan pulang menuju kerumah kami? apa jangan-jangan mas Rangga akan membawa Reni kerumah kami tersebut? tapi untuk apa, kan aku gak ada disana?
Sesampai dirumah, mobil mas Rangga terparkir sembarangan dan terlihat mereka berdua buru-buru masuk kedalam rumah. Aku pun turun dari taxi lalu membayar ongkos. Setelah taxi itu pergi, aku pun mengendap-endap masuk ke pekarangan rumah itu.
Mungkin karena mereka terlalu buru-buru, pintu depan pun sampai lupa untuk dikunci. Aku pun membuka pintu tersebut secara perlahan agar mereka tak menyadari kedatanganku. Mungkin mereka lagi dilantai atas. Perlahan aku menaiki anak tangga, dan terdengar jelas suara kenikmatan dari kamar pribadiku dan mas Rangga.
Tidak salah lagi, mereka sedang bermain gila di kamarku.Tapi kali ini aku tak langsung melabrak mereka. Kuraih ponselku yang berada dalam tas pribadiku, lalu ku rekam aksi gila mereka agar bisa kujadikan bukti nantinya. Kali ini, biarkan saja mereka memuaskan hasratnya itu.
Kini aku memilih untuk pura-pura tak tau dengan perbuatan licik mereka. Tunggu tanggal mainnya, aku akan membuat kalian menanggung rasa malu. Aku tak peduli jika Reni adalah adik kandung ku sendiri. Lihat saja, mulai besok aku akan menjalankan rencanaku.
Aku tak ingin menjadi orang bodoh lagi. Sudah cukup selama ini mereka tertawa atas kebodohan ku ini. Sudah saatnya aku akan membalas pengkhianatan mereka dengan cara menyebarkan video mesum ini ke sosial media. Lihatlah, betapa malunya kalian besok saat melihat aksi gila kalian viral dijagat maya.
Lebih baik sekarang aku pulang kerumah orangtuaku dan menetap disana saja. Dan aku akan mencoba untuk menjelaskan kepada ibu dan bapak tentang rumah tangga ku yang berantakan karena ulah anak kedua mereka.
Semoga saja, ibu dan bapak akan memberikan hukuman kepada anak keduanya itu yang sudah tega menusuk kakaknya ini dari belakang. Tapi sungguh, hati ini lebih sakit saat menerima kenyataan bahwa adik ipar ku kini resmi menikah dengan Shania.
__ADS_1
Akhirnya, aku meninggalkan rumah pribadi mas Rangga yang didalamnya kedua insan itu masih melanjutkan hasrat terlarang nya yang menggebu. Mereka bahkan tak menyadari keberadaan ku. Biarkanlah, aku sudah ikhlas jika memang ini sudah takdirku untuk berpisah dari mas Rangga, kuterima dengan lapang dada.