Hasrat Terlarang [Suka Sama Suka]

Hasrat Terlarang [Suka Sama Suka]
nonton Film romantis


__ADS_3

Melihat kepergian Reni, aku dan adik iparku saling menatap.Lalu, aku kembali melihat kearah mas Rangga dan Shania yang ternyata sudah hilang. Mungkin sudah masuk kedalam untuk menonton film romantis tersebut. Ih, kesal karena mas Rangga berlaku tidak adil padaku.


Dulu juga sewaktu masih pacaran, dia tak pernah sekalipun mengajakku ke bioskop. Jangankan ke bioskop, ketempat- tempat romantis pun gak pernah. Setiap kali bertemu denganku, paling nongkrongnya diwarung pecel Lele. Lebih kebanyakan ketemuannya lewat udara doang alias melalui ponsel.


"Kak, Reni pergi ke toilet lama amat sih? keburu filmnya dimulai nih. " Ucap Rendi was-was.


"Nanti aku telepon dulu! " ucapku lalu meraih ponsel dan menelpon adik perempuan ku tersebut.


Yang ditelepon tak merespon, mungkin masih marah melihat pemandangan kekasihnya yang sedang berduaan dengan wanita lain. Padahal seharusnya aku loh yang ada diposisi nya sekarang ini, tapi yah sudahlah aku juga tak mau menangisi pengkhianatan suamiku itu. Buang-buang tenaga dan air mata saja.


"Gimana kak, tersambung gak? " tanya Rendi lagi lalu aku menggelengkan kepala.


"Kalau gitu, kita berdua aja yang nonton. Tapi, karena hanya berdua, kita pindah ke tempat itu yah? " ucap Rendi lagi menunjuk kearah film romantis.


"Nanti kalau kelihatan mas Rangga dan Shania gimana? mereka kan juga lagi nonton film yang itu. " Ucapku khawatir.


"Tenang aja, kak.. mereka gak akan melihat kita kok. Kalaupun ketahuan, biarin aja. Toh, mereka juga lagi berduaan kan? berarti impas dong. " Ucap Rendi lalu menarik ku untuk masuk kedalam bioskop itu.


"Eh, kan kita punya tiketnya yang film horror. Emang bisa ditukar? " tanyaku yang memang tak mengetahui tentang peraturan bioskop.


"Tenang aja, aku juga udah siapin kok tiket untuk film romantis itu. " Ucap Rendi membuatku bingung namun diam saja dan mengikuti langkah kakinya.


Karena ulah Reni yang main pergi aja meninggalkan kami, akhirnya yang tadinya ingin menonton film horror berganti genre menjadi film romantis. Tapi senang juga sih, walaupun nontonnya bukan dengan mas Rangga.


Saat masuk kedalam, tanpa sengaja diriku melihat mas Rangga dan Shania yang sedang duduk sambil berpegangan tangan. Wah romantis bukan? ingin kucakar wajah wanita itu. Rendi pun menarik tanganku untuk duduk di sampingnya.


"Sudahlah, jangan cemburu. Kan kita juga bisa seperti mereka. Sini, sekarang fokuskan pikiran dan hayati lah film yang akan segera dimulai itu. " Ucap Rendi membuatku menurut saja.


Film yang seharusnya membuatku berbunga-bunga, malah bikin hati emosi jiwa melihat pemandangan yang ada di depan. Apaan ditempat umum kayak gini pake cium kening segala? walaupun ruangannya cenderung gelap, tapi kan masih kelihatan. Terus, kepalanya nyender dibahu mas Rangga segala, sok romantis deh wanita itu.


"Rendi, ayo kita pulang saja! malas lihat pemandangan didepan sana. " Ucapku lalu bangkit berdiri untuk keluar dari ruangan ini.


"Ngapain harus melihat kearah mereka sih? ayolah kak, filmnya baru setengah perjalanan loh! duduk lagi yah? " ucapnya membuatku kesal.

__ADS_1


Aku masih menuruti omongan adik iparku tersebut dan melanjutkan untuk menonton film yang sedang ditayangkan itu. Hingga ada lagi scene romantis film tersebut, membuat pandanganku teralih kearah depan tempat mas Rangga dan Shania berada. Apa mereka sudah gila,berciuman ditempat seperti ini? aku tak habis pikir.


Daripada sakit hati sendiri, aku pun berdiri lalu mendekati kedua insan itu dan memilih duduk disamping mas Rangga. Awalnya mereka tak menyadari keberadaan ku, karena terlalu serius menyaksikan film yang sedang tayang itu.


"Ini yang katanya antri di supermarket? wah hebat yah, calon tunangan adik kandung sendiri dipacarin. " Ucapku sambil bertepuk tangan di hadapan mereka.


"Sayang, kok bisa ada disini? bukannya kamu, Rendi dan adik perempuanmu nonton film horror? " tanya mas Rangga tak memperlihatkan rasa kagetnya.


"Udahlah, mas.. sekarang kamu jujur, apa kamu dan Shania saling mencintai? "


"Sayang, ini tak seperti yang kau kira. Aku tadi tak sengaja bertemu dengan Shania di dalam sini. " Ucap mas Rangga memberi alasan.


"Oh, seperti itu. Baguslah kalo begitu. " Ucapku lalu meninggalkan mereka dan bergegas diriku keluar dari ruangan itu.


Saat keluar dari ruangan, ternyata Rendi sudah menungguku didepan lalu menarik ku untuk mengikuti langkah kakinya. Dia sepertinya marah kepadaku atas tindakan yang barusan ku lakukan. Tapi aku gak salah kan? aku berhak untuk melabrak suamiku, walaupun pada akhirnya aku masih bersikap biasa saja dan tak bisa memberontak atas pengkhianatan mas Rangga tersebut.


Kupikir mas Rangga akan mengejarku, namun tak ada tanda-tanda dia keluar dari ruangan itu. Biarkanlah dia berbuat sesuka hatinya. Setelah dia pulang nanti, aku akan meminta pisah darinya.


"Kakak yakin mau minta pisah dari bang Rangga? " tanya Rendi saat mendengar ucapanku.


"Apa aku bisa menggantikan posisi bang Rangga?" tanyanya membuatku bingung.


" Maksud kamu ingin menjadikanku sebagai istrimu? aku belum tau jawabannya. Mungkin orangtua kita akan melarang hal itu, apalagi kan minggu depan hari pertunangan kamu dengan Shania. " Ucapku menatap kearahnya.


"Kakak kan tau sendiri, kalau dihatiku ini cuman ada kakak seorang. Tolong aku, jangan paksa diriku untuk menerima pertunangan itu yah? "


"Loh, aku tidak pernah memaksa kamu. Tapi ini kan keinginan orangtuamu sendiri. "


"Iya, aku tau.. tapi tolong jawab dengan jujur pertanyaanku, apakah kakak mencintaiku? "


"Untuk saat ini aku belum tau jawabannya. Aku masih bingung memikirkan tentang rumah tangga ku dengan mas Rangga. Biarkan semuanya selesai dulu yah? janganlah menambah kebingungan ku. "


Mendengar penuturan ku, Rendi akhirnya terdiam dan pandangannya tetap fokus kedepan. Dalam hati ini semoga adik iparku bisa mengerti dengan keadaanku sekarang ini.Dan untuk adik perempuan ku, semoga dengan kejadian di bioskop tadi, bisa membuatnya sadar dan memutuskan untuk menjauhi mas Rangga.

__ADS_1


_________________


Saat sampai dirumah, aku langsung mengecek kamar yang ditempati oleh Reni. Namun ternyata kosong, dan barang-barangnya pun ikut hilang. Kemana dia pergi malam-malam begini?


"Tadi Non Reni berpesan, katanya tak perlu mencemaskan dirinya. Dia katanya mau nginap dirumah temannya. " Ucap Mbok yang datang menghampiriku.


Ternyata benar, dia pergi dari rumah ini. Pasti karena sakit hati melihat mas Rangga bersama wanita lain. Tapi baguslah, semoga Reni tidak kembali tergoda dengan rayuan playboy itu. Sekarang males menganggap mas Rangga sebagai suami. Gak cocok aja rasanya, malah bikin aku jijik kalau mengingat dirinya yang sedang bermesraan dengan wanita lain.


Aku pun menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamarku. Tak berapa lama kemudian, mas Rangga masuk dan mendekatiku. Ck, kirain bakalan nginap dihotel lagi dengan wanita lain.


"Mas aku mau kita pisah. " Ucapku membuatnya terkejut.


"Pisah? apa karena melihat aku berduaan dengan Shania yang membuatmu minta pisah seenaknya? " ucapnya lalu duduk disampingku.


"Jangan pikir selama ini aku tak tau tentang pengkhianatan mu. Bukan hanya Shania, tapi Anggun bahkan adik perempuan ku juga turut jadi korban mu. " Ucapku dengan lantang.


"Apa maksud kamu? kamu menuduh ku tanpa bukti. " Ucap mas Rangga terlihat begitu santai.


"Aku memang tak mempunyai bukti, tapi aku melihatmu berciuman dengan Shania dibioskop tadi. Sungguh memalukan. " Ucapku membuatnya emosi.


"Sini kamu ikut denganku! " Ucap mas Rangga menarik ku keluar dari kamar.


Pergelangan tanganku terasa sakit saat mas Rangga menariknya secara kasar. Tak bisakah dia memperlakukan istrinya dengan lembut? untuk menutupi rasa bersalahnya karena sudah ketahuan olehku, dengan seenaknya memperlakukan diriku dengan kasar.


"Rendiii.. keluar kamu, bajingan! " ucap mas Rangga menggedor pintu kamar adik iparku.


Fiks ini kalau mas Rangga juga sudah mengetahui tentang hubungan terlarang ku dengan Rendi. Tapi kan dia yang duluan, aku awalnya melakukan itu karena hanya ingin membalas dendam biar impas.


"Ada apa bang? biasa aja kali kalau manggil namaku, aku gak tuli loh." Ucap Rendi datar.


"Jangan kalian pikir aku bodoh yah, tak tau perbuatan kalian dibelakang ku? baiklah, kalau kamu tetap ingin minta pisah dariku, bersiaplah untuk menanggung malu. Bahkan seluruh keluargamu akan sangat malu kalau melihat adegan kotor ini. " Ucap mas Rangga memperlihatkan sebuah video dari ponselnya.


" Jangan bilang abang menyimpan CCTV pengintai di kamarku?"Ucap Rendi mencoba untuk merebut ponsel mas Rangga.

__ADS_1


"Hahaha.. dasar bodoh. Ayo Renata, aku ingin lihat, apakah kamu masih ingin minta cerai dariku? " ucap mas Rangga membuatku terkulai lemas di lantai.


Ternyata mas Rangga sudah mengetahui semuanya dan bahkan memegang bukti yang kuat. Sedangakan diriku? tak mempunyai bukti satupun.


__ADS_2