Hasrat Terlarang Nona Muda

Hasrat Terlarang Nona Muda
Part 10


__ADS_3

Arga mengikuti kemana langkah Clara tertuju, laki-laki itu penasaran apa yang akan di bahas istrinya, apakah sepenting itu hingga Alatha tidak bisa ikut mendengarkan?


Sebelum memasuki kamar, Arga menolehkan kepalanya untuk menatap Alatha dari kejauhan yang sedang melempar senyum.


Dia mendudukkan diri di pinggir ranjang setelah Clara menutup pintu.


"Kenapa? Apa yang ingin kamu bicarakan, Clara?"


Clara mengeleng. "Tidak ada yang penting suamiku, aku hanya ingin meminta padamu agar berlaku adil dalam memperlakukan aku sebagai istrimu. Walau aku tahu kamu tidak mencintaiku, tapi apa salah jika aku memintanya? Aku punya hati, juga rasa cemburu jika melihat suamiku dekat dengan orang lain," ucapnya yang sangat meyakinkan di mata Arga.


Mungkin jika bertanya siapa yang akan di rugikan dalam hal ini jika sesuatu terjadi, maka jawabannya adalah Arga. Karena permasalahan dan misi balas dendam dua perempuan dalam hidupnya, Arga harus menjadi orang bodoh yang mempercayai kedua istrinya sebelum kebenaran terungkap entah sampai kapan.


"Sudah aku katakan, aku akan berlaku adil pada kalian, tentang perhatian juga biaya hidup, tapi untuk cinta, maafkan aku Clara, untuk saat ini aku belum bisa memberikannya."


Clara mengangguk dengan senyuman. "Aku tidak memaksamu Arga, aku hanya meminta jangan pilih kasih tentang sebuah hak suami istri, selama ini kamu belum menyentuhku tapi kamu menyentuh perempuan lain yang ternyata adikmu sendiri." Clara menunduk, berusaha sekuat mungkin mengeluarkan air mata buaya di manik coklatnya, agar Arga percaya bahwa dia benar-benar terluka karena perbuatannya.


"Karena kamu sudah menyentuh Alatha bahkan menidurinya, maka aku juga meminta hak itu padamu Arga."


Arga terdiam, ini sangat sulit untuknya, dia memang mantan Player yang selalu berganti perempuan setiap harinya, termasuk pada mantannya yang bernama Relia. Namun, untuk berhubungan lebih jauh lagi, Arga tidak pernah melakukannya karena pesan sang Mommy yang tidak mengizinkannya merusak perempuan manapun.


"Apa itu sulit suamiku?" tanya Clara.


"Aku akan melakukannya, tapi beri aku waktu untuk itu."

__ADS_1


Senyum Clara mengembang, dia menghampiri Arga dan memeluknya. "Aku beruntung karena bertemu dengan pria baik sepertimu Arga, aku sangat bersyukur bisa menjadi istrimu walau berakhir di poligami," gumam Clara.


"Maaf."


"Tidak apa-apa."


Setelah berbicara cukup panjang dengan Clara, Arga kembali ke kamar utama di mana Alatha berada, baru saja membuka pintu dia di sambut hangat oleh wanita kesayangannya.


"Lama banget, bahas apa sih?" Cemberut Alatha.


"Clara meminta Abang agar berbagi malam dengan kalian berdua," jawab Arga.


"Abang setuju?"


"Enak banget, Abang menang banyak. Kok aku tidak rela ya?"


"Resiko, siapa suruh kamu nekat." Arga mengelus rambut indah Alatha kemudian mengecupnya.


"Ganti baju Sayang, setelah itu kita makan siang bareng di bawah!" perintah Arga.


Alatha mengeleng. "Aku mau mandi tapi bareng Abang," rengeknya.


"Serius?" Arga mengulum senyum.

__ADS_1


"Seriburius Abang sayang."


Senyum Arga merekah, laki-laki itu langsung mengendong istrinya masuk ke kamar mandi, dan menurukannya perlahan-lahan di bathtub. Dia mengecup pipi Alatha yang bersemu merah.


"Kamu yakin, Alha? Apa sudah tidak sakit?"


"Sedikit, tapi kata Abang, lama-lama pasti enak."


Alatha meringis ketika hidungnya di sentil oleh tangan besar Arga.


"Semakin hari, kamu semakin nakal hm."


"Nakal sama suami sendiri juga."


Setelah Arga menyentel air dan yang lainnya, dia ikut masuk ke bathtub. Ketika akan menyambar bibir sang istri, dia teringat sesuatu.


"Siapa nama pacar kamu malam itu? Dia menyentuh kamu dibagian mana saja?"


...****************...


Waduh ada yang tau rencana Clara kenapa tiba-tiba minta di anu?🧐


Jawab buruan, atau Author ngambek nih

__ADS_1


__ADS_2