
"Tidurlah, kamu sepertinya lelah!" perintah Arga seraya mengelus rambut Alatha.
Mata wanita itu terlihat sangat sayu, mungkin karena sudah tengah malam.
"Anak kita?" tanya Alatha.
"Biar abang yang merawatnya, kamu harus istirahat agar ASI juga kondisi tubuhmu baik."
Sepertinya Alatha benar-benar mengantuk, terbukti wanita itu tidak membantah perintah Arga, langsung memejamkan mata. Sementara di pinggir brangkar, Arga mengembangkan senyumnya.
Tidak apa-apa jika dia harus begadang untuk menemani buah hatinya juga menjaga Alatha, itu tidak sebanding dengan perjuangan istrinya pagi tadi.
Kini mereka hanya tinggal bertiga di rumah sakit, Arga menyuruh mommy dan daddynya pulang untuk istirahat. Meski ini pertama kali untuknya mengasuh bayi, dia tidak terlalu begitu kaku, karena sudah penuh persiapan menjadi seorang Papa.
Ikut les cara mengasuh bayi yang benar jika ada waktu sengang, itulah mengapa Arga sedikit mengerti.
"Manggilnya apa ya?" guman Arga mencolek pipi gembung putranya yang kini tidur di samping Alatha.
Bayi mungil itu terbangun tengah malam seperti ini karena lapar.
"Boy? Bro? Kecebong? Jangan deh ntar Alatha ngamuk." Arga mulai berbicara sendiri, bingung akan memberi panggilan sayang seperti pada pada putranya.
"Kecebong aja deh," putus Arga.
"Kecebongnya papa kenapa tidak tidur, hm? Mau main sama papa ya?"
Bayi tersebut tidak bersuara, hanya mengeliat sana-sini. Sunguh putranya sangat aktif, biasanya jika bayi baru lahir akan tenang dan tidak banyak gaya, berbeda dengan putranya. Sepertinya kebar-bar an Alatha menurun pada anaknya.
***
__ADS_1
Alatha mengelus rambut Arga yang tidur dengan posisi duduk. Dia merasa kasihan melihat suaminya seperti itu.
"Abang, bangun!" Alatha menguncang punggung Arga dengan sebelah tangan.
Lelaki itu terbangun, mengucek matanya untuk mengembalikan arwah yang terbang entah kemana saat dia tidur.
"Kenapa Sayang? Kamu mau makan? Minum? Kekamar mandi?" tanya Arga langsung berdiri.
Alatha mengeleng. "Tidak ada, tidurlah di sofa Bang, tidur dengan posisi duduk membuat badan Abang pegal nanti, atau sekalian pulang saja! Mommy sebentar lagi datang."
"Abang akan tidur setelah Mommy datang." Arga memaksakan matanya agar tetap terbuka walau kepalanya terasa pening.
Dia tidak akan tenang jika Alatha di tinggal tidur nyenyak olehnya.
"Sayang banget kelihatannya sama aku dan anak kita."
"Ish, kan aku cuma ngomong Bang."
Alatha perlahan-lahan turun dari brangkar, hal itu membuat Arga ikut berdiri dan membantu Alatha berjalan.
"Abang, kata dokter aku harus olahraga dan bergerak, jadi tidak perlu di gendong."
"Tapi perut kamu ...."
"Perut aku baik-baik saja, kalau sakit aku pasti nangis atau minta tolong sama Abang. Jadi mendingan Abang istirahat!" omel Alatha.
Wanita itu berjalan perlahan ke kamar mandi, untuk mencuci wajahnya, setelah itu menghampiri boks putranya. Sedikit menunduk untuk memperhatikan wajah terlelap bayi mungil tersebut.
"Abang, kok aku belum kentut juga ya?" tanya Alatha.
__ADS_1
"Kok nanya Abang Sayang?"
"Ya siapa tau Abang tahu gitu, kata dokter kalau aku kentut kabarin, tapi sampai sekarang belum keluar juga anginnya."
"Mungkin sebentar lagi."
Alatha kembali fokus pada makhluk kecil yang tidak dia sangka makhluk imut itu berasal dari perutnya, sekarang dia benar-benar menjadi ibu. Dia akan berusaha merubah sikap manjanya sedikit demi sedikit sesuai arahan sang Mommy agar tidak terlalu membebani Arga.
"Farzan Rahagi Ahza," lirih Alatha. "Abang, namanya bagus tidak?" tanyanya.
Arga yang di tanya segera mendekat. "Farzan Rahagi Ahza? Kenapa tidak huruf A saja seperti nama kita?" protesnya.
"Karena aku bosan dengan huruf A, aku tidak mau nantinya anak kita selalu menjadi percobaan karena berada di bagian atas absen setelah sekolah nanti."
"Hanya itu alasannya?" Arga mengulum senyum. Dia jadi teringat saat Alatha SD, wanita itu pulang dengan air mata berderai, saat di tanya kenapa. Alatha menjawab.
Alha di suruh tampil paling awal, padahal Alha mau terakhir.
Sungguh, bukankah itu hal yang tidak perlu di tangisi? Tapi apa boleh buat, Alatha memamg seperti itu, kerap kali menangis jika keinginanya tidak sesuai harapan.
...****************...
Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπ₯°πππππππΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Follow untuk melihat visual
IG: Tantye005
Tiktok: Istri sahnya Eunwoo
__ADS_1