Hasrat Terlarang Nona Muda

Hasrat Terlarang Nona Muda
Boncap 1


__ADS_3

Tiga tahun sudah berlalu, kehidupan Arga dan Alatha sangat bahagia, apa lagi kini putranya yang mulai aktif bermain kesana-kemari.


Malam ini, rumah mewah tersebut di penuhi bayak orang. Keluarga besar Adhitam dan Adreas datang untuk merayakan utang tahun ke tiga Farzan.


Nyanyian selamat ulang tahun bersahut-sahutan, cucu dari inti Avegas pun ikut bermain bersama malam ini.


Saling berebut balon satu sama lain menjadi hiburan tersendiri dari para orang tua.


Dor!


Suara tagisan Farzan mengema ketika balonnya meletus sebab di tusuk oleh anak Angkara.


"Cup-cup anak Mama." Alatha langsung mengendong Farzan agar berhenti menangis sementara yang lain malah tertawa melihat pemilik pesta ternistakan.


Pesta ulang tahun berakhir jam 11 malam. Para tamu yang kebetulan keluarga sendiri pamit undur diri.


Farzan juga sudah tertidur dalam gendongan Arga.


"Bang, itu sepatu sama baju Azan di ganti ya, aku ngantuk," gumam Alatha menyandarkan tubuhnya ke sofa.


Sementara Arga segera melaksanakan perintah sang istri. Membawa Farzan ke kamarnya sendiri, tidak lupa menganti baju dan sebagainya.


Usai melakukan semuanya, Arga kini mengurus Alatha yang tertidur di sofa. mengendong sang istri ke ranjang.


"Nggak anak, nggak Mama sama-sama kebo," guman Arga.


***


Pagi hari cerah, secerah hati Alatha yang kini bangun lebih dulu hanya untuk menikmati wajah terlelap sang suami.

__ADS_1


Berpisah selama seminggu tentu saja membuat wanita itu sangat rindu pada suaminya.


"Kirain nggak bakal pulang karena kerjaan," gumam Alatha seraya memanyungkan bibirnya.


"Demi kalian apa yang nggak hm?" gumam Arga tanpa membuka mata lebih dulu. Malah dia semakin erat memeluk sang istri. "Kangen di manja sama Mama," rengeknya.


Alatha membalas pelukan Arga. Menepuk-nepuk punggung laki-laki itu. Lenguhan tipis mulai terdengar saat mulut Arga mulai nakal menjelajahi leher putih Alatha.


"Bang."


"Kangen."


"Tapi ...."


"Sekali aja ya?"


Tanpa menunggu jawaban Alatha. Arga langsung menyesap bibir yang sangat dia rindukan selama seminggu ini. Tangan kekar laki-laki itu tidak tinggal diam.


Pagi yang sejuk kini berubah menjadi panas karena penyatuan sepasang kekasih yang saling melepas rasa rindu.


Bohong jika Arga hanya melakukannya satu kali, laki-laki itu melakukannya berulang kali hingga benar-benar puas. Lelaki itu kembali tertidur karena lelah.


N


"Enak banget langsung tidur," gumam Alatha.


Wanita itu menyingkirkan tubuh Arga di atasnya, kemudian turun dari ranjang. Jangan sampai Farzan bangun dan mencari dirinya.


Anak laki-lakinya itu sangat manja dan cerewet, entah nurun ke siapa, yang jelas bukan dirinya.

__ADS_1


"Mama, Ajan lapal!" pekik anak kecil setelah Alatha keluar dari kamar.


Alatha tertawa melihat wajah bantal putranya. Farzan berdiri di depan kamarnya sendiri seraya megendong boneka beruang. Ya boneka, sangat salah gender tapi itulah Farzan.


"Azan mau makan apa?"


"Makan Mama."


"Heh?"


"Papa talau di tanya juga gitu," jawab Farzan tanpa tahu artinya.


Bocah kecil tiga tahun tersebut berjalan ke arah Alatha yang masih berdiri di ambang pintu. Memeluk kaki Alatha.


"Ajan lapal mau makan, telus ke lumah oma."


"Kan udah Nak?"


"Tanen Oma."


"Iya-iya cucu Oma. Setelah makan dan mandi Mama kirim kamu kerumah Oma, biar mama bisa jalan-jalan berdua aja sama Papa."


"Itut!" Farzan mengembungkan pipinya.


"Nggak boleh maruk, mau kerumah Oma apa jalan-jalan sama Papa?"


"Oma duyu balu jalan-jalan."


...****************...

__ADS_1


Gemes banget sama Farzan, rasanya pengen karungin.


__ADS_2