
Tidak terasa usia kandungan Alatha memasuki bulan ke 9. Hari ini Seluruh keluarga A berkunjung kerumah sakit menemani Alatha yang akan menjalani operasi caesar sesuai keinginannya.
Tidak sakilupun Arga meninggalkan Alatha di ruang rawat, memenuhi segala keinginan sang istri.
"Abang aku mau makan," rengek Alatha.
"Tidak bisa La, kamu akan segera di operasi harus puasa," ucap Arga dengan sabar, pasalnya ini bukan yang pertama Alatha meminta makan.
Laki-laki itu duduk di samping brangkar, mengelus perut istrinya. "Baik-baik ya nak di dalam sana, jangan buat Mama dalam bahaya," gumam Arga.
Arga bisa merasakan keringat dingin Alatha yang mulai keluar, mungkin karena takut menjalani operasi.
"Aku takut Bang, kalau ada apa-apa bagaimana?" lirih Alatha dengan mata berkaca-kaca.
"Tidak ada yang akan terjadi Nak, kandungan kamu baik-baik saja. Jauhkan pikiran-pikiran negatif yang ada di kepala kamu," sahut Alana.
Arga menunduk, bukan hanya Alatha yang takut, dia juga sebenarnya takut. Ini pertama kalinya Alatha akan menjalani operasi, wanita kesayanganya akan merasa sakit demi buah hati mereka.
Tidak terasa satu tetas air mata jatuh membasahi telapak tangan Alatha, membuat wanita yang sedang berbicara dengan mommynya mengelus kepala Arga.
"Abang nangis?" tanyanya.
"Tidak."
"Lalu air yang basahin tangan aku darimana?"
__ADS_1
"Abang tidak tahu Alha."
"Abang?" panggil Alatha lagi. "Kalau nanti terjadi ..."
"Berhenti berpikiran yang tidak-tidak Alha, kalian akan baik-baik saja." Arga langsung berdiri tanpa menatap mata Alatha. "Abang ada urusan sebentar," usai mengatakan itu, Arga segera keluar dari ruang rawat Alatha tanpa berpamitan pada orang tuanya.
Rasanya Arga tidak sanggup mendengar semua pikiran-pikiran negatif yang Alatha lontarkan, itulah mengapa dia memilih keluar dari sana.
Arga menyandarkan kepalanya pada tembok, berusaha berpikir jernih meski sulit. Mata terpejam itu terbuka saat merasakan tepukan di pundaknya.
"Jangan cengeng! Harusnya kamu sebagai suami menjadi kekuatan di saat Alatha sedang ketakutan, yakinkan pada dia bahwa semua baik-baik saja, bukan malah ikut takut." Nasehat Angkara, ikut duduk di samping Arga.
"Ternyata begini perasaan kamu pas pertama kali menemani dia?"
Angkara tertawa menanggapi pertanyaan Arga. "Jauh lebih menakutkan, karena kondisinya yang tidak memungkinkan Arga. Berbeda dengan Alatha, kandungan dan fisiknya sangat baik."
Arga hanya menanggapi dengan anggukan kepala. Angkara memang selalu bisa membuatnya tenang dengan kata-kata yang dia punya, mungkin karena dari dulu laki-laki itu sudah terbiasa menjadi pemimpin sebab menjabat sebagai ketua osis baik di SMP maupun SMA, sekarang malah menjadi dosen.
***
Arga duduk tidak tenang, di depan ruang operasi. Dia di temani beberapa kerabat orang tuanya, ada Devan, Keenan, Samuel, dan Rayhan.
"Kusut banget muka kamu Boy, ayo tersenyumlah sedikit saja!" ujar Rayhan dengan kekehan kecilnya.
"Bagaimana bisa, di saat istri aku tengah berjuang di dalam sana?"
__ADS_1
"Istri? Ah om sampai lupa sekarang kamu sudah dewasa dan tumbuh sangat cepat," seloroh Rayhan.
Pria itu berusaha membawa Arga keluar dari rasa cemas dengan menemaninya bercerita.
***
Akhirnya Arga bisa bernafas lega setelah operasi selesai dan Alatha di pindahkan keruang rawat, sementara bayinya di letakkan pada boks bayi setelah menyusu dan di adzani oleh Arga.
Kini laki-laki itu berdiri di samping berangkar, mendaratkan ciuman bertubi-tubi di wajah istirnya tanpa memperdulikan para orang tua yang ada di ruangan tersebut.
"Kalah bucin tidak sih, kita?" celetuk Rayhan.
"Aku tidak," sahut Keenan.
"Sama," celetuk Devan.
Membuat Alvi dan Alana tertawa, pada dasarnya Keenan, Devan dan Rayhan tidak akan pernah sependapat dalam hal apapun.
...****************...
Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπ₯°πππππππΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Follow untuk melihat visual
IG: Tantye005
__ADS_1
Tiktok: Istri sahnya Eunwoo