
Suara tamparan mengema, seiring rasa sakit dan kebas yang Clara rasakan di pipinya. Wanita itu sangat terkejut ketika mengetahui siapa penampar itu.
Dia adalah Alana, wanita yang Clara harapkan akan membela dirinya di saat-saat genting seperti ini. Langkah Clara mundur selangkah, memegangi pipinya yang terasa sakit, meskipun begitu dia tetap mempertahankan aktingnya.
Meninggalkan keluarga besar Vernando tanpa mendapatkan apa-apa adalah hal yang sangat merugikan, karena terlanjur basah, dia berencana sekalian menyelam kelautan drama penuh kelicikan.
Air mata palsu kembali menetes membasahi pipi Clara, menatap satu persatu orang di ruangan itu. Di antara 4 manusia di hadapannya, tidak ada satupun yang menatap iba. Lalu kemana lagi Clara akan meminta pembelaan?
Wanita itu bersumpah dalam hati, setelah keluar dari rumah ini dia akan mempermalukan keluarga Vernando suatu saat nanti, meskipun akan menempuh jalur kesesatan.
Dendam di hatinya kini bukan lagi kepada Alatha, tetapi semua keluarga Vernando.
"Dasar wanita licik, kau masih berani datang kerumahku setelah membuat putraku tersakiti? Kau tahu? Perselingkuhan bukanlah hal sepele yang harus di lupakan begitu saja!" maki Alana dengan nada bergetar.
Wanita paruh bayah itu tidak sengaja mendengar pekikan Clara yang mengakui perselingkuhannya, dan saat itulah emosi Alana terpancing.
Dalam tubuh Alana, kata selingkuh sudah tumbuh bersama duri, hingga mudah tersulut begitu saja.
"Mommy, dengarkan aku dulu," mohon Clara hendak meraih tangan Alana, tetapi apa boleh buat, wanita cantik untuk menepisnya dengan kasar.
__ADS_1
"Jangan memanggilku Mommy! Awalnya aku akan membelamu, tetapi setelah aku mengetahui bahwa kau ada main di belakang putraku, semua aku urungkan." Alana menjeda kalimatnya, menatap Arga yang tengah duduk berhadapan dengan Alvi.
"Talak berapa yang kamu jatuhkan padanya Arga?"
"Tiga Mom." Bukan, bukan Arga yang menjawab, tetapi Alatha yang duduk dengan santainya seraya memangku Lili.
Pemandangan yang baru saja dia lihat sungguh sangat menyegarkan mata. Emosi Alana adalah neraka bagi sebagian orang, bahkan laki-laki yang terkenal di takuti di luar sana tidak akan berkutik.
Senyuman jahat tercetak jelas di bibir Alana. "Baguslah, setidaknya aku tidak perlu repot-repot menyuruhmu. Bisa-bisanya Mommy tertipu dengan wanita seperti dia!"
"Alana, duduklah!" perintah Alvi.
Alana mengangkat tangannya, kode agar Alvi berhenti bicara. "Apa lagi yang kau tunggu? Keluar dari rumah aku sekarang juga! Rumah ini tidak menerima wanita busuk sepertimu! Bisa-bisanya aku tertipu dengan wajah lugumu itu."
"Lalu kau mau melihat apa? Melihat aku mengusir Arga dari rumah ini? Kau mau mengajariku cara mendidik putra yang benar? Kau tidak perlu khawatir dengan didikanku, dan kau tidak perlu tahu hukuman apa yang akan Arga dapatkan!"
Alana berbalik untuk menatap putrinya. "Alatha, tolong ambil cek di meja Mommy, sepertinya wanita ini tidak akan pergi sebelum mendapat sejumlah uang."
Mendengar itu, Alatha segera beranjak menuju kamar mommynya, untuk mengambil cek kosong. Sementara Alana masih meluapkan emosinya yang membara.
__ADS_1
"Alana, belum ada bukti yang ...."
"Aku tidak perlu bukti Aa, mendengar pengakuan dia yang mengatakan selingkuh karena belum di sentuh oleh putraku sudah cukup! Tentang alasan Arga, aku bisa memintanya nanti, tapi sebelum itu, dia harus keluar dari rumahku!"
Alvi menghela nafas panjang, selalu saja seperti ini jika kata Selingkuh menjadi pemicu permasalahan, Alana tidak akan berhenti, sejak pertama kali menikah, Alana paling anti dengan hal-hal seperti itu.
Laki-laki itu melirik sang istri ketika Alatha menyerahkan satu lembar cek. Mengamati dengan seksama tangan Alana menari-nari di atas kertas.
Helaan nafas kembali terdengar, ketika Alana melepar cek itu kepada Clara. Dalam keadaan marah, sifat iblis Alana akan keluar.
"300 jt sudah cukup untuk membeli waktu selama hampir dua bulan, bahkan itu saja sudah lebih, karena kau hidup dalam kemewahan. Satu lagi, jangan pernah mengatakan, apa lagi mengaku-ngaku HAMIL! Karena kau sendiri yang mengatakan, putraku tidak pernah menyentuhmu! Jika kabar itu terdengar di telingaku, maka bersiaplah untuk di tuntut atas kasus penipuan dan pencemaran nama baik!"
Clara terbelalak tidak percaya mendengar kalimat yang baru saja keluar dari mulut wanita yang terlihat lemah lembut itu. Ternyata mulut berbisa Alatha di turunkan oleh Alana.
...****************...
Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπ₯°πππππππΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Follow untuk melihat visual
__ADS_1
IG: Tantye005
Tiktok: Istri sahnya Eunwoo