
Mendengar pertanyaan yang seolah-olah menuduh daddynya berbohong, Alatha hendak berdiri untuk menjawab, tetapi tangannya langsung di genggam oleh Arga. Jadilah wanita itu hanya misu-misu sendiri tidak jelas, dan Arga tidak peduli akan hal tersebut.
Yang Arga takutkan image Alatha malah semakin buruk di mata orang lain jika melabrak orang secara gamblang.
Sementara Alvi langsung mengkode Hendri untuk menampilkan beberapa bukti lewat layar proyektor lumayan besar. Hendir menampilan dari buku nikah Arga dan Alatha, juga gambar presentase saham di mana nama Arga mempunyai paling banyak, sebab saham yang berhasil Alvi beli langsung di ganti atas nama Arga tanpa mengambil hak Alatha.
"Saya harap tidak ada yang mengambil gambar untuk yang satu ini!" ucap Hendri dingin, membuat para wartawan menghentikan aksinya.
Tidak ada lagi protesan yang keluar, mereka mengakhiri sesi Koferesi pers kemudian menulis artikel sesuai kekreatifan masing-masing tanpa mengambil gambar buku nikah juga presentase saham. Jika berani, maka bersiap-siap kehilangan pekerjaan.
Usai semuanya di urus dengan sempurna, barulah Alvi meninggalkan Anggara Group, karena harus mengurus Adhitama Group.
Sepeninggalan Daddynya, Alatha masuk keruangan Arga kemudian membaringkan tubuhnya di sofa empuk. "Pinggang aku sakit duduk hampir satu jam," gumam Alatha.
"Mau pulang?" tawar Arga tanpa duduk lebih dulu.
Alatha mengeleng. "Tidak, aku mau menemani Abang hari ini, sudah lama aku tidak menginjakkan kaki setelah berita itu beredar," jawab Alatha.
Karena tidak ingin memaksa kehendak sang istri, Arga membiarkan begitu saja asal tidak merugikan diri Alatha sendiri.
Arga kembali bekerja walau tidak bisa fokus sebab ada Alatha di ruangannya, terlebih wanita itu mulai kembali ke sifat aslinya, melepas dua kancing kemeja bagian atas dengan alasan kegerahan.
"Alatha?" panggil Arga.
__ADS_1
"Kenapa Bang?"
"Masuklah ke kamar, jangan di sofa!" pinta Arga.
Karena tidak mengerti kegelisahan sang suami, Alatha mengelengkan kepalanya. "Tidak mau, aku ingin melihat Abang bekerja. Saat Abang serius seperti tadi, terlihat sangat tampan," jawab Alatha.
Arga menghela nafas mendengar jawaban sang istri, laki-laki itu menyambar jasnya di sandaran kursi kemudian menghampiri Alatha. Menutupi bagian atas wanitanya yang terlihat sangat menonjol.
"Kalau begitu bungkus tubuh kamu dengan jas ini, abang tidak mau Ramon melihatnya."
"Tidak ingin kak Ramon melihatnya atau takut Abang tergoda?" Alis Alatha terangkat.
"Dua-duanya, maka berhati-hatilah atau abang akan membuat kamu sulit untuk berjalan," bisik Arga sebelum kembali ke kursi kebesarannya.
***
"Kenapa sih harus teriak?" tanya Alatha, menyambut tamunya dengan wajah kesal.
"Ini semua ulah Clara kan? Iya kan?" desak Agatha yang baru saja datang.
Lagi dan lagi wanita itu harus ketinggalan dengan masalah yang di hadapi keluarganya. Bukan karena tidak tahu, melainkan baru bisa kembali pagi tadi setelah dinas Agler selesai.
Sungguh wanita itu hampir menjelajahi semua tempat karena menemani sang suami kemana saja sebab tidak ingin berpisah setelah kejadian sesuatu yang menimpa suaminya.
__ADS_1
"Ada musuh lain?" tanya Alatha balik seraya memutar bola matanya malas.
Tangan Agatha terkepal. "Sekarang wanita ular itu dimana?"
"Entah, kata daddy keluar Negeri sehari setelah membuat kekacauan, mungkin sedang bersembunyi. Tapi tidak perlu repot-repot mencarinya kak, dia tidak mungkin tahan bersembunyi karena tergila-gila akan ketenaran, sebentar lagi akan muncul entah menjadi model atau aktris."
"Lalu?"
"Kalau Daddy berhasil menemukan Clara sebelum nama wanita itu populer maka aku persilahkan kak Agatha untuk memberinya pelajaran! Tetapi jika tidak, dan suatu hari nanti muncul dengan nama yang melejit, maka aku yang akan turun tangan."
"Balas dendam?"
"Bagaimana lagi? Dia sudah mencorek nama baik aku kak, padahal dari awal aku sudah memintanya memintan maaf akan kesalahan yang telah dia perbuat dulu, tetapi apa? Dia semakin bermain licik!"
Alatha mengira Agatha akan marah dan melarang dirinya, tetapi perkiraan wanita itu salah besar.
"Untuk kali ini aku akan mendukungmu Alha, pastikan kamu membalasnya, jika tidak masuk ke jeruji besi, setidaknya masuk kerumah sakit jiwa!"
...****************...
Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπ₯°πππππππΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Follow untuk melihat visual
__ADS_1
IG: Tantye005
Tiktok: Istri sahnya Eunwoo