Hasrat Terlarang Nona Muda

Hasrat Terlarang Nona Muda
Part 62


__ADS_3

Alatha menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskan secara perlahan, itu dia lakukan berulang kali sebelum turun dari mobil. Mempersiapkan diri tampil di depan kamera tanpa tersulut emosi jika saja beberapa wartawan bertanya sesuatu hal yang menurutnya menganggu.


Wanita itu tersenyum, melihat tangannya di genggam oleh Arga.


"Sudah siap?" tanya Arga entah untuk yang keberapa kalinya.


"Siap," jawab Alatha.


Dia akhirnya turun dari mobil, berjalan memasuki perusahaan Anggara Group, melewati beberapa karyawan yang menunduk. Keduanya masuk ke sebuah ruangan yang sangat luas, di dalamnya sudah di huni banyak orang membawa kamera.


Di depan sana, Alvi duduk dengan gagahnya.


"Hati-hati Sayang," bisik Arga memegang pinggang Alatha untuk membantunya naik ke anak tangga yang tidak tinggi sama sekali.


Tetapi namanya posesif, apa saja di anggap berbahaya.


Bukan hanya itu, Arga bahkan tidak segang-segang memperlihatkan perhatian-perhatian kecil di depan orang banyak, salah satunya membantu Alatha duduk.


"Bang, aku bukan orang sakit," bisik Alatha, hanya di jawab senyuman oleh Arga.


Ketika memastikan semua yang ada di ruangan tersebut sudah siap, barulah Alvi berdiri di balik podium yang telah di sediakan.

__ADS_1


"Mungkin beberapa orang bertanya-tanya kenapa saya tiba-tiba mengadakan konferensi pers seperti ini, terlebih setelah masalah yang tengah di hadapai perusahaan Anggara Group."


"Saya hadir di depan kalian untuk meluruskan sesuatu yang bengkok, agar tidak semakin bengkok dan patah."


Para wartawan mulai mengambil gambar hingga flash kamera bersahut-sahutan menyilaukan mata, hal itu membuat Arga mengelurkan kacamata hitamnya kemudian memakaikan pada Alatha.


"Pakai, takutnya mata kamu sakit jika lama-lama terkena Flash!" perintah Arga pada Alatha.


Tanpa protes, wanita itu langsung memasangnya.


Kembali pada Alvi yang terus berbicara dengan penuh wibawa.


"Sebelum mengklarifikasi sesuatu yang sedang di ributkan di luar sana, saya ingin menguak fakta lain yang mungkin membuat beberapa orang terkejut."


Sementara beberapa Wartawan bersiap menulis berita, atau pertanyaan-pertanyan yang akan di ajukan saja sesi bertanya berlangsung.


"Sampai di sini mungkin beberapa pertanyaan dari kalian sudah terjawab. Untuk hubungan Arga dan Alatha, saya tidak akan membantah itu karena memang benar adanya. Bukankah tidak salah jika mereka menjalin hubungan?" Seulas senyum yang jarang Alvi perlihatkan kini menjadi sorotan pertama para wartawan.


"Inti dari acara ini, saya ingin semua awak media yang membahas tetang putri saya agar kiranya lenyap sebelum jam 12 malam, karena Alatha tidak hamil di luar nikah, putri saya hamil karena memang mempunyai suami yaitu Arga Vernando!"


"Jika saya mendengar berita tidak mengenakkan lagi, maka saya akan menuntut orang yang menyebarkan berita atas pencemaran nama baik."

__ADS_1


"Sekian dari saya." Alvi melirik putra dan putrinya yang sedari tadi terdiam. "Ada yang ingin di tambahkan?"


"Tidak Dad," jawab Alatha dan Arga serempak, toh Alvi sudah mewakili semuanya.


Keduanya hadir karena hal yang di bicaran menyangkut mereka.


"Jika ada yang ingin bertanya silahkan!" Hendri mengambil alih acara.


Salah satu wanita mengacungkan tangannya di antara barisan para wartawan.


"Jika hanya omongan semata semua orang bisa mengatakannya setelah berita menyebar untuk membersihkan nama baik. Mungkinkah ini sebuah rekayasa?" tanya wanita itu lancang.


Seseorang ikut berdiri. "Benar, jika semua benar, kita menggingginkan bukti untuk mengolah berita hari ini!"


...****************...


Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπŸ₯°πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉ


Follow untuk melihat visual


IG: Tantye005

__ADS_1


Tiktok: Istri sahnya Eunwoo


__ADS_2