Hasrat Terlarang Nona Muda

Hasrat Terlarang Nona Muda
Part 35


__ADS_3

Alana yang sedang duduk di ruang keluarga bersama suami tercinta harus terganggu dengan kedatangan menantunya. Dia adalah Clara, datang bersimbah air mata, suaranya serak seperti sudah menangis lumayan lama.


Jiwa keibuan Alana seketika memuncak kepermukaan, dia menyambut menantunya dengan kasih sayang. Memeluk Clara untuk menenangkan, semantara Alvi langsung berdiri dan duduk di kursi lainnya, memperhatikan interaksi Alana dan Clara.


"Ada apa Nak? Kenapa kamu menangis seperti ini, Arga dimana?" tanya Alana seraya merapikan rambut Clara yang sedikit berantakan.


Sedikit heran, kenapa menantunya datang-datang dan menangis seperti ini. Hanya satu yang terlintas di otaknya, Clara bertengkar dengan Arga atau Alatha yang mulutnya sedikit berbisa.


Ya, mulut Alatha berbisa seperti dirinya, definisi buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.


"Ba-bang Arga nalak Clara, Mom. Padahal Clara tidak tahu, letak kesalahan Clara dimana. Kemarin Clara ada pemotretan di Bali kemudian bang Arga datang dan nalak aku." Suara Clara sesegukan, berusaha menarik simpati nyonya di rumah ini.


Karena Clara yakin, yang memegang kendali adalah Alana, bahkan Alvi sekalipun takut pada wanita yang ada di pelukannya.


"Di talak?" bingung Alana.


Clara mengangguk.


Karena tidak ingin mendengar cerita dari satu sisi saja, Alana menyuruh suaminya untuk menghubungi Arga agar segera kerumah sekarang juga.

__ADS_1


***


Arga dan Alatha sampai di rumah orang tuanya, setelah hari mulai gelap. Karena tidak ada pesawat yang berangkat pagi tadi.


Langkah keduanya berhenti melihat Clara dalam pelukan Mommynya, benar apa yang mereka pikirkan, wanita rubah itu menemui Alvi dan Alana.


Alatha melepaskan genggaman tangan Arga, kemudian menghampiri mommynya. Tanpa banyak kata, wanita itu menarik tubuh Clara agar menjauh dari orang tersayangnya.


"Menjauhlah, jangan kau tularkan virus munafikmu itu pada Mommyku!" bentak Alatha, membuat Alvi dan Alana terkejut.


Ini pertama kalinya, Alatha sangat murkan pada seseorang.


"Nak, apa yang kamu lakukan? Clara sedang ...."


Alatha menarik tangan Clara agar berdiri, langkah selanjutnya, dia menampar pipi wanita itu di depan orang tuanya. Kini emosi Alatha tidak terbendung lagi setelah tahu Clara benar-benar menemui orang tuanya tanpa ada rasa malu sedikitpun.


"Alatha! Daddy tidak pernah mengajarkan kamu untuk berlaku kasar sepertu itu!" tegur Alvi.


"Tidak semua orang harus mendapat perlakuan baik Daddy, apa lagi wanita murahan dan licik seperti Clara!"

__ADS_1


"Cukup! Arga, tenangkan Alatha, setelah itu kita bicara dengan kepala dingin." Alvi langsung meninggalkan ruang keluarga, kepalanya terasa pening melihat pertengkaran yang terjadi.


Sementara, Clara yang masih pura-pura tidak berdaya setelah di tampar oleh Alatha, di bantu Alana agar duduk kembali di sofa.


"Tenang Alha," ujar Arga.


"Bagaimana aku bisa tenang, setelah apa yang dia perbuat Bang. Setelah membuat kekacauan di Bali, sekarang dia malah ingin mengambil simpati orang tua kita! Agar apa? Agar dia membenciku!"


Alana yang melihat itu segera berdiri, dan mengelus pundak putrinya. "Kenapa kamu begitu takut, Nak? Kasih sayang seorang ibu pada anaknya tidak mungkin bisa di rebut begitu saja. Alasan Daddy memanggil kalian untuk memperjelas semuanya, jadi tenanglah dulu, setelah itu kita bicarakan baik-baik. Sekarang ikut Abang kamu ke kamar, di sana Lili sudah menunggu," bujuk Alana.


Bagai mantra, Alatha langsung tenang, dia berjalan menuju kamarnya, tetapi sebelum itu dia melirik Clara dengan sinis.


"Hah, dia mengira akan menang begitu saja?


...****************...


Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπŸ₯°πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉ


Follow untuk melihat visual

__ADS_1


IG: Tantye005


Tiktok: Istri sahnya Eunwoo


__ADS_2