
Usai menonton film bersama, Alatha dan Sheila berpisah karena beda tujuan. Alatha akan belanja perlengkapan bayi, sementara Sheila akan ke tempat-tempat romantis untuk menghabiskan waktu berdua saja dengan sang kekasih, sebelum tugas negara memanggil.
Alatha duduk di sebuah kursi setelah berada di dalam toko ibu dan bayi, sementara Arga berdiri di sampingnya.
"Abang, aku haus," lirih Alatha membuat Arga dengan sigap membuka tutup botol yang dia bawa, kemudian memberikan pada Alatha.
Laki-laki itu berjongkok di depan sang istri yang terlihat sangat lelah.
"Kita pulang saja Ya, belanja perlengkapan bayi bisa nanti," bujuk Arga tetapi Alatha tetap keras kepala ingin belanja keperluan calon anaknya tanpa menyuruh siapapun.
Ini adalah anak pertamanya, maka dia harus melengkapi semua kebutuhan yang di perlukan.
"Aku tidak cape Bang." Alatha langsung berdiri setelah minum, berjalan di antara gantungan baju yang berjejer rapi. Boks-boks bayi dan sebagainya.
Langkah Alatha berhenti di salah satu boks. Di sana banyak mainan bayi yang sangat lucu.
"Abang aku mau ini, sama itu juga." Tunjuknya pada boks yang lain.
Setelah itu melanjutkan langkahnya mencari sesuatu yang menurutnya menarik.
Hampir 3 jam mereka berada di dalam toko untuk memilih apa-apa saja, mulai dari baju, boks bayi, lemari bayi dan semacamnya.
Karena mobil yang mereka tumpangi tidak akan muat, alhasil pihak toko yang akan mengirimnya langsung kerumah.
Sebelum benar-benar pulang, Arga mengajak sang istri makan di restoran yang berada di dekat Mall. Memesan makanan sesuai selera Alatha.
__ADS_1
"Buka mulutnya Sayang," pinta Arga.
Dengan senang hati Alatha membuka mulutnya, menerima suapan demi suapan dari Arga.
"Jadi kamu serius tentang keputusan kamu La?" tanya Arga tiba-tiba.
Alatha berhenti mengunyah. "Tentang operasi?"
"Bukan, tapi resepsi."
"Iya Bang, aku kira itu tidak perlu, lagi pula semua orang sudah tahu kalau aku sudah menikah sama Abang. Kalau mau kita bisa menunggu Aniversarry nanti dan merayakannya secara meriah."
"Kalau itu memang keinginan kamu, abang tidak akan memaksa selama kamu nyaman-nyaman saja." Arga mengelus tangan Alatha yang berada di atas meja.
"Boleh, tapi tidak sekarang Sayang. Sebentar lagi kamu akan lahiran, takutnya jika nekat akan membayakan kalian berdua."
Alatha menghela nafas berat mendengar jawaban Arga, pupus sudah harapannya untuk liburan ke sana, padahal dia sangat ingin.
Keduanya pulang saat hari mulai gelap. Alatha sampai tetidur di mobil karena kelelahan jalan-jalan seharian. Karena tidak ingin tidur nyenyak sang istri terganggu, Arga mengendong wanita itu ke kamar. Membaringkannya sangat pelan, kemudian menyelimuti.
Setelah di rasa nyaman, barulah Arga menemui Daddynya di lantai bawah. Arga duduk di samping Daddinya.
"Bagaimana? Senang bucin terus?" tanya Alvi.
"Daddy nanya atau nyindir? Kalau nyindir artinya tidak tahu diri," balas Arga.
__ADS_1
Alvi tertawa. "Ya sudah kalau begitu daddy bertanya bukan menyindir."
"Senanglah Dah, apa lagi Alatha manja sama Arga, suka banget. Istri aku tuh gemesin kayak boneka, pengenya di peluk terus."
"Putri Daddy itu."
"Tapi Alatha istri Arga, lebih berhak mana?" tantang Arga.
Walau begitu, dia tetap waspada semakin menjauh dari Alvi, agar tidak mendapat serangan tiba-tiba.
"Tetap saja Alatha putri Daddy, kamu tidak bisa mengambilnya begitu saja!"
"Mommy!" pekik Arga membuat Alvi langsung menoleh, dan saat itulah Arga melarikan diri.
Dia menyesal menghampiri daddynya di ruang tamu, niat hati ingin adu nasib, malah berakhir memperebutkan Alatha.
...****************...
Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπ₯°πππππππΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Follow untuk melihat visual
IG: Tantye005
Tiktok: Istri sahnya Eunwoo
__ADS_1