
Alatha menatap heran melihat tingkah Arga, susah-susah dia mengelus kepala laki-laki itu agar tertidur, tetapi nyatanya hanya sia-sia. Dia menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang, memperhatikan Arga masuk ke kamar mandi.
Alisnya saling bertaut ketika suaminya keluar dari kamar mandi hanya memakai bokser lumayan longar tanpa atasan apapun.
"Aneh banget, ngapain sih Bang?" tanya Alatha.
"Tidak ada, hanya sedikit gerah, makanya abang buka baju," jawab Arga menarik Alatha agar tidur di lengannya. Menepuk-nepuk kepala istrinya agar segera tidur.
Tetapi tidak berlaku untuk Alatha yang hobi begadang hanya untuk maraton drakor romantis, guling-guling di tempat tidur, mengigit ujung bantal kalau saja ada adengan yang menurutnya mendebarkan jantung.
Alatha menatap Arga yang juga menatapnya, dia mengigit bibir bawahnya sebelum bertanya, tangan lentik itu menari-nari di dada bidang sang suami.
"Kalau Abang pakai bokser seperti itu, apa di dalamnya ada dalaman lagi?" lirih Alatha, mungkin wajahnya sudah memerah.
Pertanyaan tersebut, berhasil mengundang senyum di bibir Arga. "Kalau di rumah tidak ada dalaman apapun, biar bisa sat-set, kalau lagi pengen, sekalian di beri ruang untuk bernafas setelah seharian harus tercekik."
Sungguh, kalimat yang di keluarga Arga sangat ambigu di telingan Alatha, tetapi gadis itu tidak lanjut bertanya, malainkan mengigit bulat-bulat di dada Arga, hingga ringisan terdengar.
"Sayang, jangan di gigit!"
__ADS_1
"Kok gitu? Kalau Abang yang gigit, aku tidak pernah marah." Alatha memanyungkan bibirnya.
Sangat aneh, padahal Arga sendiri selalu memainkan bulat-bulat di dadanya, kenapa dia tidak boleh? Bukankah ini tidak adil? Padahal dia hanya gemas melihatnya.
***
Tidak mempunyai teman yang bisa di ajak jalan, membuat Alatha sedikit bosan dan tidak tau harus kemana. Agatha sibuk menemani suaminya, Mommy Alana ada di pengadilan, Daddynya? Tidak mungkin, keduanya belum berbaikan.
Wanita itu menopang dagunya di atas meja pantri, memperhatikan asisten rumah tangga yang entah membuat apa di dapur.
"Bibi lagi apa? Kok dari tadi pekerjaanya tidak selesai-selesai? Pasti belum istirahat juga. Mendingan Bibi duduk temani saya bicara," ajak Alatha masih dengan posisi yang sama.
Bagaimana Alatha tidak bertanya, sejak pagi asisten rumah tangganya belum juga duduk seperti dirinya.
"Apaan nona-nona, panggil Neng saja Bi. Kecuali sama suami Saya, jangan panggil abang, saya tidak suka."
Wanita paruh baya itu hanya bisa tertawa mendengar penuturan majikanya. Ternyata hanya wajah Alatha yang sedikit sangar juga tatapanya yang tajam, hatinya masih telampau baik.
"Bibi mau tidak kalau gajinya saya naikkan? Tapi ada syaratnya." Alatha menjeda, memikirkan syarat apa yang akan dia ajukan untuk menaikkan gaji wanita di hadapannya.
__ADS_1
"Mau banget, Neng."
"Carikan saya dua pembantu lagi di rumah ini, tapi yang lebih tua dari saya ya Bi. Nanti tugas bibi cuma di dapur saja, pekerjaan rumah di kerjakan sama dua pembantu yang Bibi dapatkan. Harus kepercayaan, jangan yang gatel sukanya menggoda abang ganteng."
"Serius Neng, syaratnya cuma itu? Makasih banyak Neng."
Alatha segera beranjak ketika asisten rumah tangganya akan mendekat, dia paling tidak suka jika seseorang berterimakasih berlebihan.
Toh, Alatha melakukan ini agar pekerjaan cepat selesai, juga membantu mengurangi pengangguran di luar sana.
"Bibi, tolong buatkan makan siang yang enak, mau saya bawa ke kantor!" perintah Alatha sebelum meninggalkan dapur.
Wanita itu memutuskan untuk menemui sang suami yang entah sedang apa. Semoga saja tidak sibuk, dia ingin mengajak suaminya jalan-jalan sebentar.
...****************...
Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπ₯°πππππππΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Follow untuk melihat visual
__ADS_1
IG: Tantye005
Tiktok: Istri sahnya Eunwoo