
Alatha langsung melepaskan pelukannya dari sang kakak, kemudian menatap Daddynya dengan raut wajah tak percaya.
Bukan hanya dia, tetapi Arga, Clara juga Agatha melakukan hal yang sama. Ini kalimat yang sangat Alatha tunggu-tunggu, tetapi kenapa terasa sangat aneh ketika keputusan itu keluar dari mulut Daddynya?
"Apa yang Daddy katakan? Alha dan bang Arga akan menikah? Bukankah ini di larang oleh Agama juga hukum?" tanya Agatha mewakili yang lainnya.
"Karena sudah terlanjur basah, sebaiknya kita menyelam saja. Kalian yang meminta ini, maka Daddy akan ...."
"Cukup! Jangan katakan apapun, aku mohon," cegah Alana dengan mata berkaca-kaca. Wanita itu tidak ingin Arga tahu semuanya, dia takut Arga kecewa karena selama ini menyembunyikan sesuatu yang sangat penting.
"Alana, kita sudah tidak bisa menyembunyikannya lagi, kita harus menikahkan mereka agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di ingingkan. Kamu mau, Alha ...." Alvi tak sanggup melanjutkan kalimatnya.
Pria itu sebenarnya juga tidak tega jika harus membongkar rahasia yang selama ini dia jaga agar Arga tidak mengetahuinya.
"Sebenarnya apa yang kalian sembunyikan?" tanya Arga. "Menikah? Bukankah Arga tidak bisa menikah dengan Alatha? Darah yang sama mengelir di tubuh kita."
"Tidak, kalian tidak mempunyai ikatan darah sedikitpun."
Kalimat Alvi berhasil membuat beberapa orang yang ada di ruangan itu terkejut juga shok, salah satunya Clara yang sedari tadi diam menyaksikan.
__ADS_1
Tulang-tulang Arga melemas hingga jatuh bersujud tepat di hadapan Alvi. Kenyataan apa yang dia terima ini?
"Aku bilang jangan katakan apapun!" bentak Alana, tangis wanita itu pecah, dia menatap Arga dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Maksud Daddy, aku dan Alatha tidak saudara? Lalu di sini, Aku yang bukan anak kandung Daddy?" tanya Arga, mata laki-laki berusia 28 tahun itu memerah, bulir-bulir bening hampir saja lolos.
"Sayang, jangan dengarkan Daddy kamu." Arga mengeleng, dia menepis tangan Alana yang hendak menyentuh pundaknya.
"Jadi aku bukan anak kandung Daddy dan Mommy? Lalu dimana orang tua aku?"
"Arga Sayang, dengarkan Mommy!"
"Iya, kamu bukan anak kandung Daddy ataupun Mommy, tapi kami menganggap ...."
"Katakan dimana orang tua aku yang sebenarnya? Kenapa kalian tega menyembunyikan ini semua!"
"Akan Daddy jelaskan, tapi tidak sekarang, kalian harus menikah apapun yang terjadi!"
Alvi langsung meninggalkan ruang keluarga, tak sanggup melihat tatapan Arga dan tangisan Istrinya yang terdengar sangat pilu.
__ADS_1
Agatha dan Alatha yang sama-sama terkejut, diam membisu, tidak tahu harus mengatakan apa. Gadis cantik biang dari semua masalah, mendekati abangnya dan menghapus air mata di pipi laki-laki itu, sementara Agatha menghampiri Mommynya untuk menengkan.
"Bang Arga jangan menangis, aku juga sedih," lirih Alatha. "Kita bisa cari orang tua Abang nanti setelah dengar penjelasan Daddy."
Arga mengenggam tangan Alatha. Dia bukan hanya kecewa karena menjadi anak Angkat dari pengusaha ternama, tetapi merasa bersalah dan tidak tahu diri selama ini.
Sejak kecil hingga kuliah dia selalu membuat masalah, tak pernah sekalipun berbakti pada Daddy juga Mommynya, dan sekarang dia malah melempar kotoran kewajah Alvi dan Alana dengan meniduri Alatha.
"Abang tidak pantas untuk kamu Alha, Abang tidak punya apa-apa yang bisa di banggakan," gumam Arga ikut menghapus air mata di pipi Alatha.
Clara jatuh terduduk di sofa mengetahui semua kenyataan yang ada, rencana untuk menghancurkan Alatha gagal, kini malah membuka kebenaran yang membuatnya rugi sendiri.
"Jika Arga bukan anak kandung mereka, lalu bagaimana dengan aku?" gumam Clara.
...****************...
Ada yang bisa jawab pertanyaan Clara?
Komen dan Like, awas aja nggak💩
__ADS_1