Hasrat Terlarang Nona Muda

Hasrat Terlarang Nona Muda
Part 15


__ADS_3

Rencana untuk ikut bersama Arga dan Clara ke perusahaan, Alatha batalkan begitu saja, karena ada urusan yang lebih penting, dia merelakan suaminya berangkat berdua bersama mak lampir penghuni rumah.


"Serius tidak mau ikut?" tanya Arga memastikan, bahkan ketika laki-laki itu sudah berada di dalam mobil.


"Iya Bang, aku juga harus ngasih kesempatan untuk kak Clara dekat dengan Abang, bagaimanapun dia juga istri Abang, 'kan?"


Arga mengerutkan keningnya, merasa aneh, sejak kapan wanitanya mudah mengalah seperti itu? Alatha yang notabenenya egois, mengalah? Oh itu sangat meragukan untuk Arga.


"Kak Clara hati-hati ya, jangan sampai jantungan. See you buat kalian berdua." Alatha melambaikan tangannya sebelum masuk kerumah.


Dia tidak ada niatan ikut ke kantor bersama Arga hari ini. Baru saja dia akan masuk ke kamar mandi, ponselnya berdering.


Senyumnya mengembang ketika itu berasal dari saudara kembarnya.


"Kak Aga, Alha kangen," rengeknya.


"Alay. Bang Arga sama kamu?"


"Tidak," jawab Alatha di sertai gelengan kepala, padahal Agatha tidak akan melihatnya.

__ADS_1


"Sudah hampir seminggu kamu menikah dan di madu Alatha, apa kamu gila? Sampai kapan kamu akan melakukan permainan ini? Segera akhiri dan hiduplah bahagia. Penyesalan selalu datang terlambat!"


"Udah deh kak, aku tahu mana yang benar dan salah, aku bisa menangani masalahku sendiri."


"Aku tidak percaya sama kamu Alha, pikiran kamu itu pendek, selalu membuat keputusan tanpa memikirkan jangka panjangnya. Apa sebenarnya yang akan kamu lakukan? Bongkar semuanya! Apa kamu menunggu aku yang membongkarnya?"


"Jangan!" Alatha sedikit memekik, dia tidak ingin ini semua segera berakhir. Apa yang dia ingingkan belum tercapai.


Dendamnya beberapa tahun yang lalu belum terbalas, terlebih sekarang Alatha semakin membenci Clara karena tidak tahu diri dan berani merebut orang yang dia cintai.


Bukan hanya Arga, melainkan kedua orang tuanya.


Terdengar hembusan nafas di seberang telpon. "Aku cuma tidak mau kamu menangis dan tersakiti hanya karena orang sepertinya Alatha, kakak tidak mau itu terjadi. Balas dendam bukanlah hal yang bagus."


"Percaya sama aku kak, aku tidak akan menyesal ataupun menangis, janji."


"Baiklah, aku pegang janji kamu."


Alatha menatap ponselnya setelah sambungan telpon terputus, kakak kembarnya memang tidak suka membuang-buang waktu jika tidak menyukai seseorang.

__ADS_1


Orang yang telah membuat ayah Clara mendekam di penjara dan berakhir meninggal, adalah Agatha. Wanita cantik itu mencari bukti korupsi ayah Clara dan memberikannya pada polisi karena geram adiknya di Bully.


Jika Agatha tidak suka membuang-buang waktu. Maka berbeda dengan Alatha yang sangat suka bermain-main dengan masalah.


Siap dengan pakaian sedikif formal, Alatha segera menghubungi Daddynya, dia ingin bertemu untuk meminta sesuatu pada pria kesayangannya itu.


Dia akan membuat Clara kesulitan mencapai tujuannya.


"Daddy, Alha mau minta sesuatu, tapi Daddy harus kabulin," ucap Alatha setelah Alvi menjawab telponnya.


"Apa itu, Nak? Selama Daddy bisa mengabulkan nya, kenapa tidak?"


"Aku ingin menjadi direktur AR Entertaiment."


Alvi terdiam di seberang telpon, sangat heran dengan permintaan putrinya, selama ini Alatha tidak pernah tertarik dengan urusan seperti itu. Hobi Alatha hanya mengintili kemanapun Arga pergi, atau belanja dengan teman-temannya.


"Datanglah ke kantor, Nak."


...****************...

__ADS_1


...Like dan Komen, buruan sebelum pesawat berangkat🤭...


__ADS_2