
Setelah kepergian Sheila, Alatha juga bersiap-siap pergi tanpa berkeinginan pamit pada Arga. Namun, laki-laki itu mengetahui niatnya.
"Kamu mau kemana Alha? Katanya lemas."
"Bukan urusan Abang," jawab Alatha sebelum melengang pergi.
Dia berjalan di koridor seraya mengepalkan tangannya, sungguh emosinya tersulut ketika tahu ada yang membicarakan dirinya apa lagi karyawan yang bekerja di peruhasaan ini.
Bodoh karena percaya ucapan orang lain begitu saja, tanpa menyelidiki dulu? Tidak, Alatha tidak bodoh. Sheila tidak pernah mengarang cerita apapun apa lagi mengadu domba seseorang, itu bukan tipe Sheila yang ingin hidupnya baik-baik saja.
Saat keluar dari Lift khusus petinggi perusahaan, Alatha mengangkat kepalanya, memperhatikan karyawan yang berlalu lalang, hingga tatapannya tidak sengaja bertabrakan dengan salah satu karyawan yang menatapnya.
"Apa liat-liat? Mau nyari masalah?" tanya Alatha dengan sinis membuat perempuan itu menunduk takut.
Karena tidak ada yang meladeni kekesalannya, Alatha segera meninggalkan kantor Arga, dia ingin menemui seseorang.
***
Alatha sampai di Adhitama Group setelah naik taksi beberap menit, langsung masuk keruangan daddynya tanpa memperdulikan ada orang atau tidak.
Alvi yang menyadari keberadaan putrinya segera mengakhiri pembicaraan bersama rekan kerjanya.
__ADS_1
"Kita lanjut di pertemuan berikutnya Pak."
Rekan Alvi segera mengangguk, berjabat tangan satu sama lain, kemudian keluar dari ruangan tersebut. Saat itulah Alatha langsung melempar tasnya, air mata yang sedari tadi di tahannya menetes membasahi pipi yang semakin cubi itu.
"Alatha?"
"Sampai kapan Daddy akan menyembunyikan pernikahan Alha sama Bang Arga? Sampai perut Alha buncit dan menjadi omongan orang di luar sana? Daddy sudah tidak sayang sama Alha, hingga melakukan hal seperti ini bukan?" Alatha mendekati Alvi dan memukul dada bidang Daddynya, melampiaskan rasa kesal yang sedari tadi dia tahan.
"Kata Sheila beberapa karyawan ngomongin Alha Dad, Alha tidak suka apa lagi jika ada seseorang yang mengatakan aku hamil di luar nikah!" bentak Alatha dengan suara yang tersisa.
Alvi yang terkejut hanya bisa membalas pelukan putrinya. "Tenangkan diri kamu Nak, ingat kamu sedang hamil, tidak boleh stres."
"Kalau begitu umumkan hubungan aku dengan bang Arga besok!" pinta Alatha.
"Daddy, Arga ...."
alAlvi menaikkan tangannya, pertanda tidak masalah jika Alatha mengamuk, siapa saja yang berada di posisi Alatha akan melakukan hal yang sama jika mendapat berita seperti itu.
Ini bagai dejavu untuk Alvi, dan semoga apa yang dia khawatirkan tidak terjadi. Alana pernah mengalami hal seperti ini saat sekolah dulu, di tuduh menjadi pela*cur oleh teman-temannya karena melihat Alana dan Alvi memasuki sebuah hotel.
"Jangan menangis Nak, kalau kamu mau mempublish hubungan kamu secepatnya, maka Daddy akan melakukannya tidak peduli appun itu," ucap Alvi.
__ADS_1
"Apa Daddy serisu?" tanya Alatha mendongakkan kepalanya.
"Daddy serius, apa pernah Daddy berbohong padamu Nak?" Alvi tersenyum, tidak ingin memperlihatkan ke khawatirannya pada sang putri. Biarkan dirinya saja yang menanggung semua masalah yang akan terjadi.
"Daddy, bukankah jika mengumumkan pernikahan Arga dengan Alatha maka perusahaan akan ...." Lagi, kalimat Arga terjeda karena Alvi memotongnya.
"Ayolah Arga, apa yang lebih penting dari istrimu ini, hm? Apa lagi dia sedang hamil." Alvi menganggukan kepalanya, seakan mengatakan semuanya akan baik-baik saja.
"Hanya itu yang putri Daddy inginkan, hm?"
"Hanya itu Dad, Alha sayang Daddy." Alatha semakin memeluk erat Alvi tanpa memperdulikan Arga.
"Abang tidak di sayang?" tanya Arga.
"Tidak, Abang tidak akan menuruti keinginan Alatha untuk yang satu ini!"
...****************...
Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπ₯°πππππππΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Follow untuk melihat visual
__ADS_1
IG: Tantye005
Tiktok: Istri sahnya Eunwoo