Hasrat Terlarang Nona Muda

Hasrat Terlarang Nona Muda
Part 9


__ADS_3

Ijab kabul berlangsung cukup singkat, setelah semuanya selesai, Arga dan kedua istrinya pulang kerumah. Di sepanjang jalan, Alatha terus menempel pada sang suami tanpa menghiraukan Clara sedikitpun yang duduk di jok belakang, karena kalah saat berdebat tadi.


Sesampainya di rumah, tanpa di persilahkan oleh siapapun, Alatha langsung masuk di kamar Arga membawa koper miliknya.


"Apa yang kamu lakukan di kamar ini?" tanya Clara dengan suara sedikit membentak karena tidak ada Arga di sekitar mereka.


Alatha yang ditanya, bukannya menyahut malah mengeluarkan seluruh pakaian Clara di dalam lemari dan melemparnya.


"Ini kamar aku dan suami aku, jadi kamu pindah ke kamar sebelah!" ucap Alatha tanpa menatap Clara yang sudah di penuhi emosi meluap-luap.


Tangan gadis itu terkepal karena kesal, hendak mendekat untuk menjambak rambut Alatha, tetapi Arga keburu datang.


"Alha apa yang kamu lakukan?" tanya Arga.


"Aku hanya membersihkan lemari Bang, untuk menyimpan semua pakaian aku."


Arga memejamkan mata sejenak, dan melirik Clara yang berdiri di sampingnya. "Alha, ini kamar Clara," ucapnya berusah untuk tidak condong pada siapapun, terlebih Arga tidak tahu bahwa Clara perempuan seperti apa.

__ADS_1


Yang laki-laki itu tahu, Clara adalah gadis yang tak sengaja dia temui di jalan karena hampir menabraknya, bertanya beberapa hal tentang kehidupan gadis itu, hingga memintanya menikah dengan syarat Clara tidak boleh memaksa dirinya untuk jatuh cinta.


Arga menjanjikan kemewahan dan keluarga yang bahagia pada Clara.


Alatha langsung berbalik dengan senyum manisnya. "Kata kak Clara aku tidak apa-apa di sini Bang. Dia juga sudah mengizinkan aku, bukan begitu kak?" Dia menaikkan alisnya, Alatha yakin Clara tidak akan berani padanya jika ada Arga.


Perempuan itu sedang menjaga Image baik, dan Alatha akan memanfaatkannya.


"Iy-iya, aku yang menyuruhnya Arga, aku akan pindah ke kamar sebelah," balas Clara langsung mengambil koper dan memasukkan seluruh pakaian yang baru saja Alatha bongkar habis-habisan.


"Dasar gadis menyebalkan, lihat saja nanti, kamu tidak akan betah dirumah ini," batin Clara penuh dendam.


"Akhirnya Abang jadi suami aku," ucap gadis itu terlewat girang, dia memeluk sang suami dan di sambut hangat oleh Arga.


"Dasar gadis licik dan selalu berlaku seenaknya, bagaimana jika Abang benar sedarah dengan kamu, Hm? Semuanya akan kacau," ucap Arga menyentil hidung Alatha.


Sampai kapan pun, Alatha tidak akan pernah tergantikan di hatinya, terlebih sekarang gadis itu sudah menjadi istrinya. Walau begitu, dia tidak boleh melupakan bahwa dia juga mempunyai istri lain yang harus di perhatikan.

__ADS_1


"Apapun akan aku lakukan demi mempertahankan cinta kita Bang." Alatha menatap Arga, merapikan rambut laki-laki itu. "Aku tidak mau berbagi," cemberutnya.


Karena gemas, Arga langsung menyambar bibir seksi itu. "Jangan egois, kamu yang memilih sendiri, Abang sudah menentukan pilihan tadi, tapi kamu yang berjanji."


"Tapi tetap saja Abang cuma milik Alha," rengeknya.


"Hm, baiklah istriku. Arga cuma milik Alatha seorang."


"Tantu saja." Tawa Alatha mengelegar ketika Arga menganggkat tubuhnya tinggi-tinggi. Tangan mungilnya reflek mengalung indah di leher sang suami.


"Seandainya Abang tahu sejak awal, Abang tidak mungkin menyakiti hatimu dengan menikahi perempuan lain Alha," batin Arga terus menatap wajah Alatha yang masih tertawa.


"Ekhem." Deheman seseorang berhasil menghentikan aksi keduanya. Arga langsung menurunkan Alatha dari gendongannya.


"Cl-clara? Kenapa, kamu butuh sesuatu?"


"Aku ingin bicara berdua saja, Suamiku." Clara sengaja menekankan kata suami.

__ADS_1


...****************...


Hayo loh jangan ngintip aja🧐, komen dan like buruan!


__ADS_2