
Clara menyambut kedatangan Arga di depan pintu yang pulang kemalaman, dan dia sangat senang karena Alatha belum juga pulang. Dia jadi mempunyai kesempatan untuk menjelek-jelekkan wanita itu.
"Akhirnya kamu pulang, aku tadi sangat khawatir karena kamu belum pulang, padahal sudah jam delapan malam," ucap Clara.
Gadis itu mengambil tas di tangan Arga dan mencium punggung tangannya, senyum licik tercetak di wajahnya ketika laki-laki itu mengelus kepalanya.
"Aku tadi lembur sedikit," jawab Arga. Laki-laki itu mengedarkan pandangannya untuk mencari istri keduanya. "Alha mana?" tanyanya.
Iyalah, Arga bertanya, Alatha tidak mungkin berdiam diri jika mengetahuinya sudah pulang.
"Alha belum pulang sejak siang tadi, entah dia pergi kemana? Memangnya tidak pamit sama Abang? Kan kalau istri keluar rumah harus izin dulu, tidak pergi begitu saja seperti anak gadis." Clara sedikit melebih-lebihkan, berharap, Arga akan marah pada Alatha setelah datang nanti.
Namun, sialnya, bukan raut marah yang dia dapati dari Arga, melainkan senyuman. "Mungkin Alha di rumah Mommy atau Aga, dia tidak mungkin kemana-mana tanpa izin aku."
Sunguh, Clara sangat kesal mendengar jawaban Arga yang sepertinya tidak terpancing sama sekali. Kalau di pikir-pikir, mungkin sulit baginya membuat Arga membenci Alatha, tapi dia harus melakukannya.
"Oh begitu ya, maaf aku tadi ...."
"Tidak apa, memang tidak semua orang tahu bagaimana sikap Alatha, dia memang terlihat nakal dengan pakaiannya, tapi itu tidak benar."
Arga segera meninggalkan Clara setelah mengelus rambutnya, langkahnya terhenti ketika suara gadis itu kembali terdengar.
"Mau aku buatkan kopi atau langsung makan?"
"Makan saja, aku mandi dulu," jawab Arga.
__ADS_1
***
Di saat Clara dan Arga sedang makan malam berdua, barulah wanita cantik dengan segala pesona yang dia punya datang dengan raut wajah bahagia.
"Selamat malam abang Sayang." Alatha langsung mengecup bibir juga pipi Arga. "Maaf kemalaman, aku lagi nabung pelukan sama Mommy, karena akan pergi keluar Negeri beberapa minggu."
Pipi Alatha mengembung, duduk di samping Arga tanpa memghiraukan keberadaan Clara.
"Mommy akan pergi?"
"Iya, subuh nanti."
"Kenapa tidak mengabari Abang, hm? Abang kan bisa jemput kamu."
"No, aku juga sekalian ambil mobil di rumah."
"Eh ada kak Clara, bagaimana pekerjaanya? Lancar?" tanya Alatha basa-basi.
"Lancar."
"Baguslah, takutnya kak Clara tidak nyaman di sana."
"Perhatian banget istri Abang, gitu dong akur kan adem," sahut Arga penuh senyuman. "Makan dulu, nanti ceritanya di lanjut!"
Alatha mengangguk patuh, mengambil beberapa nasi juga lauk untuk dia makan, telebih dia belum makan malam karena sudah memprediksi akan pulang sebelum makan malam berlangsung, tetapi malah terjadi drama kemacetan.
__ADS_1
"Oh iya, tadi apa yang kamu katakan Clara? Ada yang tidak suka sama kamu karena bisa masuk begitu saja?"
Clara mengangguk dengan wajah di buat sesedih mungkin, sebenarnya dia tidak di ganggu oleh siapapun, hanya saja ingin menarik simpati Arga.
"Mereka bilang, aku bisa masuk karena jadi istri kamu."
"Bukannya memang benar ya?" celetuk Alatha, tetapi fokus pada makananya.
"Alha," tegur Arga.
Alatha menyengir. "Kelepasan Abang."
"Jangan dengarkan mereka, bekerjalah senyaman kamu, buktikan kalau kamu memang berbakat!"
"Itupun kalau mampu." Lagi celetukan Alatha terdengar yang membuat Clara sangat kesal. Ingin rasanya gadis itu menjambak rambut indah Alatha.
Omongan wanita di hadapannya, sangatlah pedas, berbeda saat sekolah, sangat mudah di tindas, sekarang Clara akui, Alatha mengalami perubaha cukup besar.
Teringat sesuatu yang sejak beberapa hari lalu dia ingin katakan, Clara segera angkat bicara.
"Abang, aku ingin pisah rumah dengan Alatha!"
...****************...
...Apa permintaan Clara akan di kabulkan?...
__ADS_1
...Like dan Komen🔪, udah di kasih pisau buat ancaman🙈...