Hasrat Terlarang Nona Muda

Hasrat Terlarang Nona Muda
Part 13


__ADS_3

Alatha semakin memanfaatkan situasi untuk memanas-manasi Clara. Dia akan memperlihatkan bagaimana berpengaruh dirinya dalam rumah ini. Apapun yang terjadi, tentu saja Arga akan membela dirinya, dari lahir sampai detik ini, dia dan Arga selalu bersama, dan ikatan batin tentu saja ada.


"Suapin aku!" Manja Alatha ketika sudah berada di meja makan, dia melirik Clara sekilas yang sedang sibuk dengan makannya juga.


Sangat di untungkan, Arga hanya melihat saat rambutnya di jambak, bukan ketika dia memojokkan Clara.


"Makanlah sendiri Alha!" pinta Arga.


Alatha mengeleng. "Aku tidak mau makan, kalau tidak di suapin."


Arga menghembuskan nafas panjang, dia bukan tidak ingin, melainkan tidak enak pada Clara jika harus bermesraan terang-terangan di depan istri pertamanya.


"Tidak apa-apa Arga, aku tidak masalah."


"Tuh 'kan, kak Clara saja tidak keberatan Bang."


Akhirnya Arga menyuapi Alatha dengan telaten, membersihkan bibir wanita itu jika terkena noda sambel atau nasi yang melekat di sana.


Usai menemani istrinya makan, Arga segera ke kamar untuk berganti baju juga mandi. Hingga menyisakan Alatha juga Clara di depan TV.


Keduanya mempunyai jarak yang cukup jauh, saling melirik sinis satu sama lain. Alatha yang memang mempunyai kepribadian seenaknya, langsung meletakkan kaki di atas meja seraya memangku cemilan.

__ADS_1


"Aku memang cantik, tidak perlu di perhatikan sampai segitunya," sindir Alatha. "Sok-sok an mau jadi model, padahal muka sama body pas-pas-an, nyadar diri juga perlu kali. Bukan malah memanfaatkan situasi," lanjutnya.


Clara yang di sindir mulai acuh, wanita itu tidak bisa berbuat apa-apa sekarang karena Arga. Jangan sampai kedoknya terbongkar sebelum dia mencapai apa yang dia ingingkan.


Targetnya ingin menjadi terkenal, juga menghancurkan Alatha berkeping-keping dengan merebut Arga. Dari yang dia lihat, Alatha sangat mencintai Arga, dan Clara akan menghancurkan wanita sombong itu melalui orang yang dia cintai.


Salah satunya, memikat Arga agar mengacuhkan Alatha.


Sampai datangnya Arga di antara mereka, Clara belum juga mengeluarkan suara, dia terlewat senang karena besok akan mesuk di Ar Entertaiment.


"Abang, besok aku ikut ke perusahaan boleh? Lagian bosan di rumah mulu, kerumah Mommy juga kak Aga tidak ada."


"Boleh, Clara juga akan ikut," jawab Arga.


"Hm, tapi bukan ke perusahaan, melainkan ke Ar Entertaiment."


Alatha langsung menatap Clara, wanita itu memasang wajah biasa tanpa ada julid sedikitpun.


"Kak Clara mau jadi model? Wah hebat ya, semoga sukses dan terkenal. Aaminin Kak! Do'a orang teraniaya seperti aku biasanya cepat terkabul."


Arga tertawa, dia menjawil hidung Alatha. "Jaga ucapan kamu Say ... Alha, tidak semua orang bisa kamu bercandai seperti itu. Lagian Clara sepertinya tidak suka bercanda." Laki-laki itu meralat takut Clara tersingung dengan kata-kata Alatha.

__ADS_1


Arga tahu betul mulut berbisa istri keduanya.


"Santai saja Arga, aku juga tidak masalah. Lagian kita cukup dekat pernah satu sekolah."


Clara reflek memejamkan matanya, dia mengigit bibir bawahnya. Bisa-bisanya dia bocor tentang ini.


"Kalian pernah satu sekolah?" Arga menatap Clara dan Alatha secara bergantian. "Kok Abang tidak tahu Alha? Padahal Abang sering jemput kamu."


"Jemputnya di persimpangan, bagaimana mau tahu. Daddy sama Mommy, 'kan tidak membiarkan Alha sama kak Aga bocorin identitas."


Memang Alana dan Alvi baru mempublikasin wajah kedua putrinya setelah lulus SMA, karena tidak ingin Alatha dan Agatha mendapat teman-teman yang hanya ingin popularitas saja.


"Abang lupa." Arga mengacak-acak rambut Alatha.


"Tahu tidak, pas aku pernah ada masalah di sekolah, yang pembulian itu?" tanya Alatha dan di jawab anggukan oleh Arga.


"Abang ingat, memangnya dia siapa? Selama ini kamu sama Agatha tidak pernah cerita."


Clara mengigit bibir bawahnya, jangan sampai Alatha membongkar semuanya malam ini.


"Dia adalah ...."

__ADS_1


...****************...


...Komen dan Like jangan lupa...


__ADS_2