
"Kenapa? Apa kamu tidak nyaman tinggal serumah dengan Alatha?" tanya Arga.
"Bu-bukan itu, yang aku takutkan, Alatha yang tidak nyaman serumah denganku." Clara menunduk. "Lebih baik aku mengalah daripada harus ada pertengkaran di antara kita."
Alatha senyum sinis melihat betapa penuh dramanya Clara. Gadis itu ingin menyelamatkan diri darinya? Dengan pisah rumah? Oh, itu tidak akan terwujud. Jika pisah rumah, Alatha tidak bisa menguncang mental Clara.
"Aku juga tidak masalah jika harus serumah, lagipula aku merasa tidak nyaman kalau kak Clara harus pindah, karena aku menganggap diriku penganggu di antara kalian. Aku sadar aku orang ketiga dalam hubungan kalian, tapi tolong terima aku." Alatha terisak, bersiap mengeluarkan air mata buaya yang terlihat sangat nyata di mata Arga.
Laki-laki itu mengenggam tangan Alatha untuk menengkan.
"Lagi pula kasian dengan Bang Arga jika kita harus pisah rumah. Bang Arga akan kesusahan membagi waktu, dia akan khawatir jika berada di rumah ini, begitupun sebaliknya."
Arga mengangguk, apa yang di katakan Alatha ada benarnya, jika kedua istrinya berpisah bagaimana dia akan memantau.
"Apa yang di katakan Alatha ada benarnya Clara, aku tidak bisa memperhatikan kalian sekaligus, aku takut tidak bisa membagi waktu. Tapi kalau memang kamu tidak nyaman berada di sekitar Alatha, maka aku tidak masalah."
Sontak, Clara mengelengkan kepalanya, jika dia kekeh ingin pindah setelah Arga mengantakan bahwa dia yang merasa tidak nyaman, sama saja laki-laki itu menganggap dirinya tidak ikhlas di madu, padahal dia sedang memerankan istri baik hati dan tulus mencintai suaminya.
"Kita juga keluarga kan? Kak Clara istri Bang Arga, bukan parasit dalam keluarga ini." Alatha sengaja menekankan kata parasit agar Clara mengerti apa posisinya.
__ADS_1
Tak ada pilihan lain, selain mengalah. Lagi, Alatha menang, wanita itu sangat pandai berbicara.
Dalam keheningan, ponsel Clara berdering, membuat Arga dan Alatha menatapnya, karena tak ingin ketahuan, gadis itu langsung menolak panggilan.
"Siapa? Kenapa kamu tidak menjawabnya?" tanya Arga yang sudah selesai dengan makannya, dia sedang menunggu Alatha makan.
Wanita itu belum selesai juga, karena sibuk berbicara sedari tadi.
"Paling selingkuhannya makanya di tolak."
"Bukan!" tegas Clara.
***
Clara segera masuk ke kamar dan menguncinya rapat-rapat, lama-lama dia akan benar-benar gila jika selalu duduk bersama Alatha di saat Arga ada di antara mereka.
Alatha selalu bisa membuatnya tak berkutik sama sekali.
Memastikan tidak ada orang, barulah Clara mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang yang menghubunginya tadi.
__ADS_1
"Kenapa kamu menelpon di jam-jam seperti ini? Sudah aku katakan, jangan hubungi aku lebih dulu!" omel Clara pada laki-laki di sebarang sana.
"Aku hanya merindukanmu Baby, sudah lama aku tidak mendengar kabarmu, aku juga merindukan sentuhan dan jeritanmu."
"Diamlah! Kamu hampir saja mengacaukan semuanya. Kamu tahu aku sedang berusaha mendapatkan hidup lebih layak untuk kita!"
"Ini sudah satu bulan Clara, apa kamu belum mendapatkan apapun darinya? Padahal dia sangat baik dan mudah di kelabui."
"Jika hanya Arga aku bisa mengusainya, tapi sekarang berbeda, ada perempuan menyebalkan di sekitarnya."
"Katakan padaku, siapa perempuan itu! Aku akan memberinya pelajaran, berani-beraninya dia mengusik kekasihku ini."
...****************...
Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπ₯°πππππππΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Follow untuk melihat visual
IG: Tantye005
__ADS_1
Tiktok: Istri sahnya Eunwoo