Hasrat Terlarang Nona Muda

Hasrat Terlarang Nona Muda
Part 12


__ADS_3

Alatha keluar kamar setelah mandi sore, dia duduk di teras depan seraya memainkan ponselnya. Wanita cantik itu tengah menunggu makanan yang di pesan sang suami.


Atensinya harus teralihkan karena Clara ikut duduk di kursi satunya. Tak ingin berdebat karena lapar, dia kembali fokus pada benda pipih di tangannya.


"Bagaimanapun kondisinya, aku tetap menjadi yang pertama," sindir Clara seraya menatap lurus kedepan.


"Buat apa jadi yang pertama, jika bukan yang terakhir. Di cintainya juga tidak, kok bangga?" balas Alatha.


"Alatha, jaga mulut kamu!"


Alatha langsung berdiri. "Ada apa dengan mulut aku istri pertama? Mulut aku dari tadi tidak kemana-mana."


"Sudah ya, jangan mengajak saya bicara lagi, kasta dan status kita berbeda. Kau hanya wanita penji*lat yang berusaha hidup mewah dengan menipu pria kaya, berbeda dengan aku yang sudah terlahir mewah."


Alatha menunduk, kemudian menarik dagu Clara. "Mungkin saat SMA, kamu bebas bully aku Clara Liandra, karena aku sedang melepas gelar nona muda, menyembunyikan identitas agar bisa sekolah dengan tenang tanpa ada penjilat seperti kamu!" ucapnya penuh tekanan.


"Clara Liandra, perempuan paling berkuasa sejak sekolah karena menjadi anak dari seorang pengusaha sukses, dan kau tahu? Saat melihatmu aku sangat ingin tertawa, kalau saja kau tau statusku sebagai anak dari Tuan Alvi, cucu Tuan Kevin, mungkin kau tidak akan menjadi musuhku, tapi kau akan menjilat diriku!"


"Anak dari koruptor kok bangga." Alatha mengakhiri ejekanya, hendak berlalu masuk ke rumah, agar tidak ada yang melihat keributan antar keduanya.

__ADS_1


Dia meringis ketika Clara langsung menarik rambut panjangnya.


"Lepasin Clara, sakit!" pekik Alatha berusaha berbalik untuk membembalas serangan Clara, tetapi kesusahan.


"Clara, apa yang kau lakukan pada Alatha!" bentak Arga yang baru saja turun dari mobil.


Laki-laki itu memutuskan untuk pulang, demi mengantar langsung makanan kesukaan Alatha, terlebih semua pekerjaanya di gantikan oleh Daddynya.


Arga langsung menarik Alatha kepelukannya ketika jambakan Clara terlepas, dia mengusap kepala istrinya yang kini mulai menangis sesegukan.


"Sakit Abang," lirih Alatha semakin erat memeluk Arga.


Di balik lengan kekar Arga, Alatha menyembulkan kepalanya dan menatap Clara penuh kemenangan. Wanita itu menjulurkan lidahnya.


"Kepala aku sakit karena di jambak Bang, padahal tadi aku hanya mengatakan pada kak Clara bahwa aku istri kedua Abang."


Arga melirik Clara yang masih diam mematung. "Aku tidak suka cara kamu yang seperti ini Clara, kamu sudah berjanji akan menerima Alatha, tapi apa yang terjadi?"


"Aku-aku hanya membela diri, Arga ...."

__ADS_1


"Sudahlah, tidak baik bertengkar di depan rumah seperti ini. Aku tidak ingin melihat kejadian seperti ini lagi."


Arga berjalan masih memeluk Alatha. Laki-laki itu pulang karena lelah, tetapi malah di suguhkan pemandangan tidak mengenakkan hati.


"Berhenti menangis, makan dulu!" pinta Arga.


Alatha mengeleng, masih memeluk Arga sangat erat, tanpa memperdulikan Clara yang juga ikut duduk di sofa.


"Arga, aku minta maaf, apa yang kamu lihat tadi tidak seperti itu, Alatha yang memulai." Clara masih mencoba menjelaskan. Tetapi Arga tak peduli, masih fokus pada Alatha yang masih menangis.


Laki-laki itu menunduk, merapikan rambut sang istri yang acak-acakan. Bukan tidak adil, tetapi Arga hanya menenangkan salah satu istrinya.


"Aku juga membelikan sesuatu untukmu, makanlah lebih dulu," ucap Arga di tujukan pada Clara.


"Buat aku mana?"


"Ada, aku tidak mungkin membedakan kalian berdua," sahut Arga tersenyum pada Alatha, dia mengecup bibir kecil wanita itu ketika Clara sudah pergi.


...****************...

__ADS_1


Alatha menang banyak🤭


Komen dan Like! Author nggak mau tau💩


__ADS_2