
"Sialan! Sebenarnya apa yang kau inginkan!" pekik Clara ketika berada di toilet seorang diri.
"Mudah, akui kekalahan kamu, minta maaf dan tinggalkan keluargaku!"
Clara langsung menoleh dan mendapati Alatha berjalan mendekat padanya. Wanita itu mencuci tangannya seraya menatap cermin.
Merapikan rambut juga lipstik di bibirnya.
"Jangan harap aku akan melakukan itu!" balas Clara penuh penekanan.
"Kalau begitu, persiapkan mentalmu mulai hari ini. Karena aku akan membuatmu dalam neraka."
"Apa yang akan terjadi, jika kelakuan kamu aku laporkan?" Clara bersedekap dada, mengibarkan bendera perang pada Alatha.
Takut? Wanita itu tidak takut sama sekali. Senyuman licik tercetak di wajah cantiknya.
"Sekali kau melapor, maka rencanamu akan berakhir, apa yang kau inginkan tidak akan tercapai. Bukankah kau menginginkan kekayaan suamiku? Menjadi terkenal? Bagaimana jika semuanya aku balik atas namaku? Bukankah mendapatkan Arga tidak ada gunanya?"
Tangan Clara terkepal, bersiap menyerang kalau saja dia kalah berdebat dengan wanita di hadapannya.
"Tenanglah, aku tidak akan mengacaukan rencanamu, yang aku inginkan kau segera meminta maaf di depan umum atas apa yang pernah kau lakukan, bukankah itu gampang, sebelum namamu melejit?"
Alatha mundur perlahan ketika menyadari kepalan tangan Clara, sekarang dia sedang tidak fit untuk jambak-jambakan, perutnya terasa nyeri.
"Semua bukti kebusukanmu ada padaku, sekali saja kau mengadu pada Arga, maka semua selesai."
__ADS_1
Setelah berada di dekat pintu, Alatha langsung membukanya dan pergi begitu saja. Pinggangnya terasa nyeri hanya untuk berdiri tegak.
Dia mengunjungi ruangan manager sesungguhnya.
"Miss, aku izin untuk pulang."
"Pulanglah Nona, wajahmu sedikit pucat, apa kamu sakit?"
Alatha hanya mengangguk, setelahnya meninggalkan ruangan.
***
Tanpa menyelesaikan pekerjaan lebih dulu, Arga langsung pulang kerumah ketika mendapat kabar dari Alatha bahwa perutnya kesakitan.
"Sayang," panggil Arga.
"Kamu datang bulan?"
Alatha mengangguk, membuat Arga bernafas lega. Dia mengira sakit perut istrinya sangat serius.
Karena sudah jam 2 siang, Arga tidak kembali lagi ke kantor melainkan menemani Alatha di rumah. Dia seger melepas jas juga kemejanya dan duduk setengah berbaring di samping sang istri.
"Hanya sebentar, jangan menangis Sayang," bisik Arga mengecup kening Alatha sangat lama, dia mengelus rambut indah Alatha.
Tangan satunya mengelus perut wanita itu. "Berharapnya ada janin di sini, eh malah keluar, tapi tidak apa-apa, mungkin belum saatnya," gumam Arga.
__ADS_1
"Sabar Abang Sayang, setelah ini aku pasti hamil dan mengandung anak kembar seperti Mommy."
"Aamiin, kembar tiga ya."
Alatha mengembungkan pipinya. "Enak banget main rekues begitu saja. Ini cuma datang bulan, sakit banget apa lagi melahirkan nanti Bang."
Arga tertawa dan menjawil hidung Alatha. "Abang akan berdo'a pada pencipta, agar rasa sakit saat kamu mengandung dan melahirkan anak kita nanti, berpindah ke Abang. Melihat kamu kesakitan seperti ini sama saja membuat abang ikut sakit, apa lagi nanti."
"Sweet banget, nyeri di perut aku sampai mereda."
"Bisa aja."
Arga menunduk kemudian mengecup bibir istrinya yang sengaja di manyunkan. Memainkan lidahnya di sana, hingga Alatha ikut hanyut dalam permainan. Perlahan-lahan, Arga merebahkan tubuh Alatha, semakin memperdalam lumatannya.
"Abang nakal," lirih Alatha setelah pangutan mereka berakhir.
Mulut Alatha terbuka, meraup oksigen sebanyak-banyaknya, sementara Arga malah menikmati aroma mulut sang istri, entah baru saja memakan apa hingga sangat wangi.
"Abang akan puasa seminggu Sayang."
...****************...
Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπ₯°πππππππΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Follow untuk melihat visual
__ADS_1
IG: Tantye005
Tiktok: Istri sahnya Eunwoo