
Usai sarapan bersama, Alatha segera berangkat menuju lokasi pemotretan yang tengah di adakan, untung saja dia menyediakan cadangan model selain Clara hingga tidak perlu repot-repot mencari lagi.
Ketika akan bergabung bersama yang lain di pinggir pantai, seseorang langsung memayungi dirinya, dia langsung menoleh, senyuman mengembang di wajah Alatha ketika tahu itu adalah sang suami.
"Kenapa ikut? Abangkan banyak pekerjaan yang belum selesai," lirih Alatha.
"Jagain istri abang yang cantik ini, jangan sampai kepanasan," jawab Arga seadanya.
Walau sudah menjadi suami istri, berlum ada interaksi intim keduanya perlihatkan di depan publik karena pesan Alvi, sampai waktu yang telah di tentukan.
"Selamat pagi Nona Muda, Tuan Muda," sapa beberapa karyawan yang memang mengenal mereka.
"Selama pagi juga, oh iya, miss Jenifer sudah datang?"
"Sudah Nona, itu di sana!" Salah satu Karyawan menunjuk seseorang yang tengah memberi intruksi pada model lainnya.
Memang mereka ke Bali, bukan membawa satu produk saja, tetapi banyak yang berhubungan dengan pantai.
"Terimakasih." Alatha melangkahkan kaki panjangnya mendekati Jenifer, tidak lupa dengan senyuman di wajahnya.
Bahagia? Tentu, Alatha sangat bahagia karena berhasil menyingkikan rubah betina seperti Clara, sekarang hidupnya akan damai dan tentram. Namun, bukan berarti Alatha tidak akan membalas, dia akan membalas, tapi tidak sekarang. Dia sedang menunggu sesuatu terjadi.
"Kok lama-lama Tuan Arga sama Nona Alatha semakin serasi ya? Malahan lebih serasi dari Nona Clara," bisik-bisik mulai terjadi setelah Arga dan Alatha menjauh dari lokasi.
"Miss!" panggil Alatha.
__ADS_1
"Hay, Nona. Kenapa?"
"Model bernama Clara tolong di ganti dengan yang lain saja, dia baru saja kena scandal, takutnya berdampak buruk sama agensi kita."
Dapat Alatha lihat, raut wajah bingung dari Jenifer, walau begitu sepertinya wanita itu tidak ingin bertanya lebih lanjut. Mungkin karena status Clara istri Arga, dan sekarang laki-laki itu ada di sampingnya sedang memegang payung.
Usai mengurus beberapa hal tentang pekerjaan, Alatha dan Arga memutuskan untuk jalan-jalan sejenak, hitung-hitung bulan madu setelah menikah, walau Alatha sedang datang bulan.
"Berhentilah memayungi aku Bang, seperti putri saja," ujar Alatha.
"Bukan lagi putri, tapi bidadari."
"Hilih gombal, kita ke tempat lain yuk! Aku mau jalan-jalan sebelum pulang."
"Istrinya Arga mau kemana, Hm?"
"Kemana saja, yang penting membuat bahagia, mumpung lagi di Bali."
Di saat Arga akan melajukan mobilnya, deringan ponsel terdengar dari saku bagian dalam jasnya. Dia langsung menjawab ketika itu panggilan dari Daddynya.
"Hallo, Dad."
"Kamu dimana?"
"Arga ada di Bali bersama Alatha, ini lagi mau jalan-jalan. Kenapa?"
__ADS_1
"Pulang sekarang juga! Daddy ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan kalian berdua."
Tanpa mengucapkan salam penutup, Alvi memutuskan sambungan telpon, membuat Arga mengernyit bingung menghadapinya.
"Daddy?"
"Hm, Daddy nyuruh kita pulang sekarang, sepertinya ada sesuatu yang mendesak."
Wajah Alatha seketika murung, bukan murung karena gagal liburan bersama Arga, melainkan hal lain. Firasatnya berkata, ada sesuatu yang terjadi di rumah orang tuanya yang mereka tidak tahu apa.
"Sayang, kamu baik-baik saja?" tanya Arga.
"Hm, aku cuma takut Clara ada di rumah Daddy sekarang, dan mengatakan hal-hal beracun lainnya."
Sekarang, bukan hanya Alatha yang terlihat gelisah, tetapi Arga juga. Tanpa menunggu waktu lagi, laki-laki itu melajukan mobilnya menuju bandara, berharap mendapat tiket penerbangan dalam waktu dekat.
...****************...
Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπ₯°πππππππΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Follow untuk melihat visual
IG: Tantye005
Tiktok: Istri sahnya Eunwoo
__ADS_1