Hasrat Terlarang Nona Muda

Hasrat Terlarang Nona Muda
Part 32


__ADS_3

"Ini semua kerena kamu!" pekik Clara setelah kepergian Arga.


Wanita itu meneriaki kekasihnya karena kesal tertangkap basah oleh Arga.


"Aku sudah memperingatkan dirimu agar berhati-hati, tapi kau malah menyusulku kesini!"


Laki-laki yang di maki segera menghampiri Clara yang sudah lengkap dengan pakaiannya.


"Kenapa kamu hanya menyalahkanku? Aku datang kesini karena merindukan dirimu, kamu juga tidak keberatan tadi? Dan ya, aku mau tau satu hal, apa benar kau benar-benar hamil?"


"Hamil?" Clara tertawa mengejek. "Ya kali aku hamil, aku mengatakan itu agar Arga percaya, tetapi semuanya sia-sia. Sekarang kita sudah kehilangan ladang uang!"


Clara mengacak-acak rambutnya, dia harus memikirkan cara untuk mencari keuntungan dalam perceraian ini, tapi apa? Sekarang pikirannya benar-benar buntu. Rasa dendamnya pada Alatha semakin besar, dia berjanji akan membuat wanita itu menjadi orang paling menderita nantinya.


"Tenangkan dirimu dulu, Sayang. Kita bisa mencari target lain," ucap sang pria santai, seperti tidak ada beban. Toh laki-laki itu tidak hanya mempunyai Clara, dia mempunyai banyak pacar yang bisa membiayai dirinya.


"Bagaimana aku harus tenang Toni? Aku tidak yakin bisa mendapatkan laki-laki sebodoh Arga lagi, tidak ada laki-laki seroyal dia."


"Kartu kamu mana?"


"Kartu?" ulang Clara di jawab anggukan oleh Toni.


Wanita itu langsung mengeluarkan kartu pemberian Arga pada Toni. "Mau kamu apakan?"

__ADS_1


"Kita tarik semua isinya sebelum di bekukan."


Senyuman Clara mengembang, ide yang sangat bagus, setidaknya dia tidak terlalu melarat jika mengambil isinya.


Sepasang kekasih itu segera meninggalkan hotel untuk mencari atm terdekat. Desah*an nafas kasar terdengar ketika kartu keluar tanpa mengeluarkan uang seperserpun.


"Telat, kartunya sudah di bekukan."


Clara duduk di depan Atm, mengigit jari-jarinya, berpikir dan terus berpikir, hingga satu ide jahat terlintas di otaknya.


***


Arga terus mengikuti langkah istrinya meninggalkan hotel, tidak ada kalimat yang keluar dari mulut Alatha, membuatnya sedikit bingung.


"Alha, aku sudah menceraikan Clara, apa kamu sudah memaafkan abang?" Arga melirik sekilas.


"Hm."


"Jadi?"


"Iya, aku maafin kamu, tapi tidak untuk melupakan sesuatu yang telah kamu perbuat. Turunkan aku di depan! Aku ingin istirahat," perintah Alatha ketika sebentar lagi mobil yang di kendarai Arga akan melewati salah satu hotel cabang Adhitama Group.


Bukannya menurunkan, Arga malah melajukan mobilnya memasuki basemen bawah tanah, yang artinya laki-laki itu akan ikut turun.

__ADS_1


Sayangnya, sebelum Arga turun, Alatha sudah pergi meninggalkan dirinya, berjalan cepat demi menghindari sabg suami.


Sekarang dia sudah puas melihat semuanya, dan saatnya dia menjera Arga, bersikap acuh, sepertinya sudah cukup.


"Alatha!" panggil Arga dengan suara baritonnya.


Laki-laki tampan, dengan tinggi badan 184 cm itu, melangkah sangat lebar. Hingga sepatu pentofel yang dia kenakan menimbukan suara, di saat-saat seperti ini, aura ketampanan Arga semakin memancar, apa lagi jika model rambut open jidat seperti sekarang.


Karena terhipnotis akan ketampanan sang suami, Alatha tidak sadar tubuhnya sudah melayang di udara karena Arga. Wanita itu baru tersadar ketika Arga membuka salah satu pintu yunit.


"Turunin aku! Aku punya kamar sendiri!" Alatha mendorong dada bidang Arga, namun nihil, usahanya hanya sia-sia saja.


Tubuh Alatha terhempas ke ranjang. "Jangan kemana-mana, atau abang akan melaporkan pada Daddy bahwa sudah beberapa hari ini kamu tidak tidur di rumah!" ancam Arga, membuat Alatha tidak berkutik.


...****************...


Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπŸ₯°πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉ


Follow untuk melihat visual


IG: Tantye005


Tiktok: Istri sahnya Eunwoo

__ADS_1


__ADS_2