
Alvi menghembuskan nafas kasar, apa yang dia pikirkan akhirnya terjadi, istri yang sangat di cintainya kini melimpahkan segala kesalahan hanya pada dirinya, sejak dulu sampai sekarang selalu seperti itu.
Meski begitu, Alvi tidak pernah marah pada Alana, bahkan selalu menenangkan dengan caranya sendiri.
"Puas? Sekarang Aa sudah puas setelah mengusir anak-anak aku? Lalu siapa lagi yang akan berkunjung jika bukan mereka berdua Aa? Mereka harus kemana selain kerumah ini? Alatha dan Agatha berbeda! Alatha tidak mempunyai mertua untuk pulang, karena Arga juga putraku!" Alana terus berteriak seraya memukul dada bidang Alvi yang sedari tadi berusaha sabar menenangkan dirinya.
"Iya maaf, Aa salah karena mengusir mereka dari rumah. Aa kelewatan tadi, tapi apa yang mereka lakukan bukan hal yang harus di maklumi Sayang."
Alvi menghapus air mata Alana dengan ibu jarinya, kemudian merapikan anak rambut wanita itu yang sedikit berantakan, setelahnya menarik kepelukannya.
"Di umur mereka yang sekarang seharusnya dia sudah bisa mengerti apa itu pernikahan Alana. Kamu lupa saat pertama kali kita merencanakan pernikahan? Kamu mengatakan pernikahan hanya sekali seumur hidup, jadi kamu tidak ingin mempermainkannya, saat itulah Aa memutuskan untuk menikahimu, dan sejak itu usiamu baru 17 tahun."
"Tapi kedewasaan tidak harus di ukur dari umur Aa, tetapi bagaimana kita menyikapi keadaan, bagiku, Arga dan Alatha hanya dewasa di umur saja bukan pemikiran, jadi jangan memaksakan kehendak mereka! Mereka berdua berbeda dengan Agatha yang terlahir hampir sempurna, mempunyai IQ di atas rata-rata, pembawaan dewasa dan sikap tenang sepertimu."
"Aku juga marah karena Aa membandingkan anak-anak."
"Maaf."
__ADS_1
Hanya itu kata yang terucap ketika Alvi sedang bertengkar dengan istrinya, karena tidak ingin memperpanjang masalah. Ketika keputusan Alana sudah bulat, maka tidak ada yang bisa merubahnya, dan Alvi hanya bisa menuruti selama itu baik.
"Sudah, jangan menangis lagi, kata Alha nanti Mommy tambah jelek." Alvi terkekeh geli untuk mencairkan suasana.
"Aa sudah tidak marah? Anak-anak bisa kerumah lagi jika ingin?"
"Apapun yang kamu mau, Aa ikut saja."
***
"Abang kompres lukanya ya," ucap Arga lembut, namun di jawab gelengan oleh Alatha.
Wanita itu mengusap wajahnya kasar, hingga anak rambut menempel sana-sini di wajahnya, bukannya ilfeel, Arga malah tersenyum, istrinya terlihat sangat mengemaskan.
Seperti anak kecil yang sedang bertengkar dengan teman-temannya.
"Abang tidak marah sama Alha? Alha sudah mempermainkan pernikahan yang Abang ciptakan."
__ADS_1
Arga mengeleng, memeluk sang istri seraya mengelus pundaknya. "Abang tidak mungkin marah hanya karena hal seperti itu, abang memakluminya, toh kamu mencintai abang. Kalau kecewa, jelas abang sangat kecewa karena kamu membuat pernikahan sebagai ajang balas dendam yang tidak berguna sama sekali. Seharusnya kamu ngomong sama abang baik-baik. Abang, aku tidak bisa menerima Clara sebagai istri abang, karena dia wanita yang membuli Alha saat SMA, orang yang abang cari-cari selama ini. Harusnya gitu Sayang."
"Maaf," lirih Alatha, semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh kekar Arga.
"Maafnya di terima, tapi janji, lain kali kalau ada apa-apa itu cerita Sayang! Apa yang di katakan Daddy benar, balas dendam bukan hal yang bagus, apa lagi sampai bermain licik seperti itu. Sekarang siapa yang tersakiti di sini? Kamu 'kan?"
"Maaf."
...****************...
Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπ₯°πππππππΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Follow untuk melihat visual
IG: Tantye005
Tiktok: Istri sahnya Eunwoo
__ADS_1