Hasrat Terlarang Nona Muda

Hasrat Terlarang Nona Muda
Part 43


__ADS_3

"My Husband, istri tersayang kamu datang!" seru Alatha setelah membuka pintu ruangan Arga, membuat laki-laki yang tengah fokus berkerja itu sedikit terkejut.


Sebelum mendekat, tidak lupa Alatha mengunci pintu lebih dulu, mengangkat bekal yang dia bawa tinggi-tinggi, seakan memperlihatkan pada Arga bahwa dia membawa makan siang.


"Kenapa Abang? Tidak suka Alha berkunjung?" tanya Alatha, meletakkan bekal di atas meja, kemudian menghampiri sang suami, mengecup kedua pipi laki-laki itu, sementara Arga hanya bisa menikmati dengan senyuman setelah mengalami keterkejutan karena teriakan istrinya.


"Kaget Sayang," ucap Arga, membelas ciuman sang istri.


"Abang sibuk?"


"Lumayan, kenapa?"


Alatha mengeleng, menarik tangan Arga untuk dia bimbing ke sofa, menyiapkan bekal yang dia bawa.


"Makan dulu! Uang bisa di cari, tapi kesehatan susah di dapatkan," ujarnya.


"Perhatian banget istri Abang."


"Harus."


Karena modus Arga yang ingin di manja, alhasil Alatha menyuapi sang suami hingga makanan yang dia bawa tandas, sesuap untuknya dan sesuap untuk Arga, sangat romantis bukan? Itu bukan hal asing bagi keduanya, toh, selama pacaran mereka sering melakukannya.


Entah di mobil atau tempat-tempat tertutup lainnya.

__ADS_1


Usai makan siang bersama, Alatha mengajak Arga untuk jalan-jalan, tetapi laki-laki itu menolak dengan alasan banyak pekerjaan. Karena mengerti posisi Arga yang mempunyai banyak tanggung jawab, Alatha hanya bisa pasrah.


"Ya sudah tidak apa-apa Bang, semangat kerjanya. Aku jalan sendiri saja kalau begitu." Alatha segera beranjak setelah membereskan bekas makan di atas meja, menunggu OB untuk membersihkan nanti.


"Maaf ya."


Alatha mengeleng, tanda dia tidak marah sama sekali. Sebelum pergi, Alatha mengecup pipi sang suami.


"Dah, Abang Sayang."


***


Tidak tahu harus kemana, tetapi bosan berdiam diri di rumah saja, Alatha memutuskan untuk berkunjung ke Cafe Agatha bertemu Rafael, pacar bohongannya dulu.


"Selama siang kak Rafael," sapa Alatha.


"Tumben kesini, nyariin Agatha? Sudah beberapa hari ini dia tidak kelihatan."


Alatha mengeleng sebagai jawaban. "Kak Aga lagi keluar kota sama suaminya, mungkin balik malam. Aku kesini memang mau bertemu kak Rafael."


"Kok aku?" tanya Rafael bingung.


"Ya mau saja, masa bertemu pacar sendiri tidak boleh." Alatha terkekeh geli mengingat perbuatannya beberapa bulan yang lalu, sungguh dia sangat nekat hanya karena ingin mendapatkan Arga.

__ADS_1


"Masih ingat saja, bagaimana hubungan kamu dengannya, baik?" tanya Rafel. Tentu saja laki-laki itu tidak tahu siapa pacar Alatha, toh tidak ada yang tahu tentang pernikahan Alatha dan Arga.


"Aman, berkat kak Rafael, sekarang hubungan kita baik-baik saja. Makanya aku kesini selain gabut mau berterimakasih."


"Kembali kasih." Karena gemas, Rafael mengusap kepala Alatha.


Rafael menarap Alatha cukup lama, kalau boleh jujur dia jatuh hati pada adik sahabatnya itu. Namun, dia sadar, derajat mereka sangat jauh berbeda. Rafael hanya pebisnis yang nyaris bangkrut, kalau saja Agatha tidak menolong dirinya.


"Seandainya kamu tidak punya pacar, memangnya kamu mau pacaran beneran sama aku?" tanya Rafael tiba-tiba, hingga menimbulkan kerutan di kening mulus Alatha.


Mata bulat wanita itu melebar, ingin mendengar pertanyaan tersebut sekali lagi, sayangnya Rafael langsung mengalihkan ke pembicaraan lain.


"Cafe ada menu baru, mau coba tidak?"


"Boleh," jawab Alatha dengan anggukan. "Kak Rafael!" panggilnya. "Kalau aku tidak punya pacar dan sedang tidak mencintai siapapun, mungkin akan aku pertimbangkan untuk mencintai kakak. Kak Rafael laki-laki bertanggung jawab dan tidak banyak neko-neko, kak Agatha tidak mungkin salah memilih orang untuk menjadi kepercayaan." Senyum Alatha mengembang yang membuatnya semakin cantik.


"Aku ada teman tidak kalah cantik, namanya Raya, dia model papan atas, tetapi tidak sombong, sepertinya cocok untuk kak Rafael."


...***************...


Beberapa bab sebelumnya sepi, entah karena partnya tidak menarik atau mulai bosan.


Jadi malas up, soalnya komen kalian penyemangat author😔

__ADS_1


__ADS_2