Hasrat Terlarang Nona Muda

Hasrat Terlarang Nona Muda
Part 52


__ADS_3

Arga harus di kagetkan dengan kedatangan Alatha di di ruang kerjanya, wanita itu langsung memeluk lehernya dari belakang, dia menghentikan semua pekerjaan kemudian berbalik untuk menarik sang istri duduk di pangkuannya.


"Sudah nontonnya?" tanya Arga di jawab anggukan oleh wanita itu.


"Kepala aku sakit, ayo tidur!" ajak Alatha manja.


Sejak sore rasa sakit di kepalanya terus menganggu, tetapi tidak ingin meminum obat apa lagi sampai kerumah sakit.


Arga meraba wajah juga leher Alatha, benar saja, suhu tubuh istrinya sangat hangat.


"Sayang, kamu sepertinya demam, kita kerumah sakit ya!" bujuk Arga lembut, namun di jawab gelengan oleh Alatha.


"Tidak mau, aku cuma ingin di peluk Bang," rengek Alatha.


Karena tidak ingin memaksa berakhir Alatha menangis, Arga memutuskan mengendong sang istri menuju kamar. Jika sudah demam seperti ini, maka manja Alatha jauh berkali-kali lipat, mau heran tapi bagaimana? Bawaan sejak lahir.


Arga membaringkan istrinya di ranjang, kemudian kembali dia duduk di sampingnya.


"Tidur Sayang, abang disini," ucap Arga penuh kelembutan mengelus rambut Alatha.


"Jangan pergi."


"Iya tidak akan, tidurlah."

__ADS_1


***


Sama seperti biasa, Arga akan bangun pagi dan bersiap-siap tanpa menunggu Alatha bangun lebih dulu, toh dia sudah terbiasa seperti ini, lagian untuk apa menuntut di perhatikan? Perhatian Alatha memang berbeda dengan yang lain, jadi jangan harap ada sambutan di pagi hari, mengantar sampai di depan pintu, apa lagi membantu Arga berbena.


Itu semua tidak berlaku jika di pagi hari, kecuali Arga akan berangkat siang atau sore mungkin Alatha bisa mengerjakannya.


Siap dengan setelan jas berwarna putih, Arga menghampiri Alatha yang masih tidur terbungkus selimut tebal, Dia menunduk untuk mengecup kening sang istri.


Aneh, suhu tubuh istrinya semaki menjadi, membuat Arga urung untuk pergi, dia malah duduk di pinggir ranjang seraya menyentuh pipi Alatha.


"Panas banget," gumam Arga. Dia sedikit menepuk-nepuk pipi Alatha. "Alha, bangun Sayang, kita kerumah sakit ya," bujuk Arga.


Alatha mengeleng seraya meringis, rasa sakit di kepalanya semakin menjadi, tetapi dia tidak ingin kerumah sakit, siapapun sudah tahu bahwa dia benci obat juga bau rumah sakit.


"Tapi kamu demam gini, bagaimana mau sembuh jika tidak di obati? Atau abang pangil dokter ya?"


Arga menghembuskan nafas panjang, melepas jas yang ada di tubuhnya, jika seperti ini berangkat kerja sudah tidak ada gunanya lagi, yang ada rasa khawatir akan terus dia rasakan di kantor nanti.


Arga mengecup punggung tangan Alatha sangat lembut. "Minum obat pereda demam kalau begitu, satu saja!" bujuk Arga sekali lagi. "Kalau tidak mau kita kerumah sakit!"


Karena tidak ingin kerumah sakit bertemu dokter, Alatha akhirnya menganggukan kepala. "Satu saja tapi," lirihnya.


"Iya Sayang, satu saja."

__ADS_1


Arga segera beranjak dari ranjang kemudian ke dapur untuk mengambil air hangat lalu menyiapka obat. Menyerahkan pada sang istri agar segera di minum.


"Sudah, temenin aku tidur lagi."


Tidak ada pilihan lain, Arga mengiyakan keinginan Alatha, duduk setengah berbaring di samping Alatha, membantu gadis itu bersandar di dada bidangnya.


"Habis kemana saja kemarin sampai demam seperti ini Hm? Panas-panasan pasti."


"Iya."


"Tuh 'kan."


"Jangan marah Abang, aku kan juga tidak mau .... Huek ...." Alatha menutup mulutnya ketika gejolak aneh di perutnya terasa, dia langsung melepaskan pelukan Arga lalu berlari ke kamar mandi untuk menuntaskan semuanya.


Sayang, tidak ada yang keluar kecuali air. Berkali-kali Alatha mual di kamar mandi di temani Arga, tetapi tidak ada yang keluar sama sekali, hingga tubuhnya benar-benar lemas, bahkan untuk berjalan saja sulit.


Arga mengendong Alatha kembali ke tempat tidur. "Duduk tidak perlu kemana-mana apa lagi berlari ke kamar mandi untuk muntah seperti tadi!" Arga merapatkan selimut. "Abang akan mengambil tempat untuk kamu muntah!"


...****************...


Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπŸ₯°πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉ


Follow untuk melihat visual

__ADS_1


IG: Tantye005


Tiktok: Istri sahnya Eunwoo


__ADS_2