Hasrat Terlarang Nona Muda

Hasrat Terlarang Nona Muda
Part 45


__ADS_3

Suara tangisan seseorang berhasil membangunkan Alvi dari tidur nyenyaknya dia membuka matanya kemudian menyalakan lampu kamar ketika menyadari suara tangisan itu berasal dari sang istri.


"Sayang?" panggil Alvi lembut, menguncang tubuh Alana pelan agar segera terbangun.


Melihat air mata yang terus keluar dari ujung mata Alana, sepertinya wanita itu sedang mimpi buruk.


"Anak aku Aa, kenapa Aa tega membunuhnya," iguan Alana semakin menjadi, membuat Alvi kian khawatir, terlebih suhu tubuh Alana tiba-tiba panas.


Alvi memeriksa ponselnya untuk melihat jam, ternyata pukul 4 pagi.


"Alana, bukan mata kamu Sayang!"


Sia-sia, Alana tidak kunjung membuka mata, membuat Alvi tidak ada pilihan selain memercikkan air, barulah wanita itu bangun.


Alvi langsung membalas pelukan sang istri yang terasa erat, juga seperti ketakutan.


"Mimpi buru?" tanya Alvi lembut, di jawab anggukan oleh Alana.


"Aku mimpi bayi kita meninggal Aa, harusnya sekarang dia masih hidup, tapi Aa tega membunuhnya," lirih Alana.


Hanya hembusan nafas yang terdengar, selalu saja seperti ini jika Alana memimpikan anaknya yang meninggal saat akan di lahirkan kedunia.


"Memilih antara anak dan istri adalah hal yang sulit untuk Aa, Alana. Tetapi jika harus memilih, maka Aa akan memilih istri. Istri bisa memberikan kita sorang anak, menemani sampai ajal memisahkan. Berbeda dengan anak Alana, jika mereka sudah beranjak dewasa dan memiliki kehidupan masing-masing, maka mereka akan meninggalkan kita, contohnya sekarang."


"Tapi harusnya ...."


"Sssttttt." Alvi tidak membiarkan Alana berbicara lagi.


Memang ini semua kesalahan dirinya beberapa tahun yang lalu, saat Arga masih duduk di bangku SMA. Dia tidak hati-hati saat mengendarai mobil hingga terjadi kecelakaan yang membuat Alana di ambang kematian.


Hingga dia harus mengambil keputusan, memilih menyelamatkan anak yang ada di kandungan Alana, atau nyawa Alana.


"Aku kangen sama anak-anak, aku mau mereka kerumah, sejak Aa meralarang Alatha dan Arga berkunjung, rumah terasa hampa. Tidak ada pekikan kebahagian Alatha lagi di rumah ini, suara pertengkaran si kembar juga."


"Aa akan menyuruh mereka berkunjung pagi nanti, jadi berhenti menangis!" bisik Alvi mengelus punggung bergetar Alana.


***

__ADS_1


Senyum-senyum sendiri itulah yang di lakukan Alatha, hanya karena memperhatikan wajah pulas sang suami yang tengah tidur telentang.


Tangannya dengan nakal meraba-raba di balik selimut, hingga lenguhan kecil lolos di mulut Arga. Bukannya berhenti, tangan Alatha malah semakin menjadi, hingga Arga membuka matanya walau terasa berat.


"Berhenti Alatha, jangan sampai membangunkan sesuatu, jam-jam seperti ini tegangan listri terlalu tinggi," ujar Arga dengan suara seraknya, meraih tangan Alatha agar berpindah tempat.


"Kalau begitu, aku akan membangungkannya." Tidak berhasil menggoda sang suami di bagian bawah, Alatha malah menelusupkan tangannya di dada bidang Arga.


"Nakal," gumam Arga mengecup bibir Alatha.


Kepala laki-laki itu sangat pusing karena mabuk semalam. Namun, dia harus bangun karena ada meeting jam delapan pagi.


"Benar Bang Arga tidak tergoda?"


"Sangat, kalau saja abang tidak ada pekeraaan, maka kamu habis abang makan pagi ini."


"Kalau begitu batalkan saja Tuan Muda! Bukankah memenuhi keinginan istri tercinta lebih dari segalanya?"


Umpatan keluar dari mulut Arga, detik itu juga Alatha langsung berada dalam kendali Arga. Bibir kenyal itu di raup habis-habisan, hingga nafas Alatha tidak terkendali.


Ketika akan larut dalam permainan, deringan ponsel di atas nakas terdengar. Maski begitu, Arga tidak peduli, terus melancarkan aksinya menelusuri mulut Alatha.


Kening Alatha mengernyit, mendapati nama Daddynya di sana.


"Daddy," lirih Alatha dengan nafas tersengal-sengal setelah berhasil menghentikan permainan Arga.


Arga merebut ponsel itu, kemudian menjawabnya, takut urusan penting hingga membuat Alvi menlepon pagi-pagi seperti ini.


"Halo Dad, kenapa?"


"Pulanglah kerumah Nak, ajak istrimu!"Mommy kamu ingin bertemu."


Tut


Hanya kalimat itu, setelahnya sambungan telpon terputus.


***

__ADS_1


Arga sampai di rumah mewah orang tuanya setelah menempuh perjalanan cukup jauh, tentu saja dengan kepala yang sedikit pusing, bahkan sarapan saja dia tidak sempat.


Dia melirik sang istri yang berjalan di sampingnya, wanita itu hanya memakai piyama tidur, karena terlewat senang di suruh berkunjung kerumah.


Alatha berlari memasuki rumah yang sangat di rindukannya, padahal baru beberapa hari. Berteriak memanggil mommy juga Daddynya, namun tidak ada sahutan apapun.


"Katanya Mommy mau bertemu, tapi kok Alha tidak di sambut, Bang?" tanya Alatha pada sang suami. "Apa Daddy nyiapin kejutan buat aku?"


"Pede."


Alatha dan Arga melanjutkan langkahnya ke kamar utama setelah bertanya pada pelayan di rumah ini. Bibir wanita itu langsung mengerucut melihat sang mommy setengah berbaring dengan selimut menutupi tubuhnya.


"Mommy sakit? Atau lagi drama biar Alha pulang?"


Pletak.


Alatha langsung mendapat sentilan di dahi oleh Arga.


"Ish Abang, memang begitu kan? Mommy kalau ada maunya, pasti main drama dulu."


"Mommy kamu demam," ucap Alvi.


"Oh beneran sakit Mom? Maaf?" lirih Alatha langsung memeluk Mommynya.


"Mommy kangen sama kalian, enak saja Daddy mau misahin kalian dari Mommy."


"Kak Aga mana?"


"Lagi jalan."


...****************...


Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπŸ₯°πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉ


Follow untuk melihat visual


IG: Tantye005

__ADS_1


Tiktok: Istri sahnya Eunwoo


__ADS_2