
Suara tamparan bertubi-tubi terdengar nyaring di ruangan cukup luas itu, namun yang di tampar tetap bergeming di tempatnya tanpa ada niatan membalas sama sekali.
Bahkan meminta lagi dan lagi karena merasa bersalah dengan apa yang baru saja dia lakukan semalam.
"Tampar lagi Alatha, tampar Abang sampai kamu puas, luapin semua emosi kamu. Abang memang salah karena tidak bisa mengendalikan nafsu sendiri." Arga menjeda, meraih tangan Alatha yang bergetar, laki-laki itu kini berjongkok di depan istri kecilnya.
"Tapi abang mohon, setelah itu maafin abang, jangan cuekin abang!" pinta Arga, tetapi Alatha tak urung mengeluarkan kalimat satu katapun.
Hanya tangan yang bergerak terus menampar Arga karena perintah laki-laki itu sendiri.
"Bicara Alatha, abang mohong!"
Tubuh Alatha luruh ke lantai dengan tangis yang mulai pecah, air mata seketika membanjiri wajahnya.
Dia meninju dada Arga sekuat tenaga. "Kamu tega khianatin aku, kamu tega bohongin aku! Katanya kamu cinta dan sayang sama aku Bang, tetapi kenapa malah tidur dengan Clara? Apa menunggu aku seminggu saja tidak bisa!" Pekik Alatha.
"Orang yang benar-benar mencintai istrinya tidak akan terlena begitu saja oleh wanita lain, tapi yang abang lakukan justru sebaliknya!"
"Ternyata waktu tidak bisa menjamin kesetiaan seseorang, bahkan aku yang sudah bertahun-tahun Bang Arga kenal masih saja di khianati seperti ini! Semua yang kau katakan malam itu bohong! Kamu mengatakan tidak mungkin tidur dengannya, padahal aku yang meminta sendiri, tapi sekarang apa!"
Suara Alatha mulai serak, pukulannya melemah, bahkan pasrah ketika di peluk oleh sang suami.
Kelemahannya hanya satu, dia terlalu cinta pada Arga sampai takut kehilangan. Hatinya terlalu mudah hancur jika menyangkut orang-orang yang dia sayangi.
__ADS_1
"Abang tidak melakukannya dengan suka rela Sayang, Clara menjebak Abang."
Alatha mendongak untuk menatap netra Arga, mencari kebohongan di sana. Hal itu Arga pergunakan untuk menghapus air matanya.
"Saat Abang mulai mengantuk dan suntuk bekerja larut malam, Clara datang membawakan abang Kopi. Abang meminum kopi itu tanpa curiga sedikitpun, dan ternyata di dalamnya ada obat perang*san. Saat menyadarinya, abang buru-buru meninggalkan ruang kerja untuk menemuimu, tetapi Clara datang dan menawarkan diri, terlebih saat akal sehat abang hilang, dia membawa abang ke kamarnya. Percaya sama Abang Alatha, abang tidak mungkin menghianati kamu."
"Tapi bang Arga tetap saja sudah menyentuhnya."
"Maaf."
Arga semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh bergetar Alatha. "Katakan apa yang harus abang lakukan agar kamu memaafkan abang?"
Tidak ada sahutan, hanya suara isakan yang terdengar dari bibir Alatha. Walau wanita itu tahu bahwa Arga dalam pengaruh obat, rasanya dia tidak terima jika suaminya tidur dengan musuhnya sendiri, terlebih dia melihatnya dengan mata kepalanya sendiri.
Mata Arga membulat. "Pilihan macam apa itu Alatha? Abang tidak mungkin mengembalikan kamu pada Daddy."
"Kalau begitu ceraikan Clara!"
Arga mengeleng. "Bukan kah ini pilihan kamu? Abang sekarang tidak bisa menceraikannya karena tidak punya alasan apapun."
"Ada." Alatha menghapus air matanya kasar, melerai pelukannya dan segera menjauh.
"Katakan sama abang, apa alasannya?"
__ADS_1
"Lusa, datanglah ke bali di hotel ..., Abang akan menyaksikannya sendiri," ucap Alatha setelahnya meninggalkan Arga di dalam kamar.
Sementara laki-laki itu bingung sediri dengan kalimat istrinya.
Kenapa harus Bali? Ada apa disana?
Di balik pintu, Alatha tersenyum walau wajahnya masih basah akan air mata.
"Sekarang kau akan lihat bagaimana Arga akan membencimu Clara."
Alasan selama ini Alatha mempertahankan Clara dan tidak ingin Arga mentalaknya di hari mereka akan menikah, karena tidak ingin, orang tua juga Arga bersimpati pada wanita itu, bahkan memberikannya sesuatu. Itulah salah satu alasan dari banyak alasan, kenapa Alatha mempertahankannya.
Walau sakit hati suaminya tidur dengan perempuan lain, sekarang Alatha mendapat kartu As karena Arga sepertinya sedang kesal pada Clara.
...****************...
Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπ₯°πππππππΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Follow untuk melihat visual
IG: Tantye005
Tiktok: Istri sahnya Eunwoo
__ADS_1