
Chang Mai tertawa renyah, dokter yang sepintas mirip dengan artis terkenal itu, istri dari Justin teman kecilnya memberikan analisisnya. Murano mendengarnya dengan serius.
"Jadi kalau kamu mau dicintai, kamu harus mau mencintai diri sendiri dan orang lain. sikap buruk kamu harus dihilangkan satu persatu."
"Apa aku bisa melakukannya?" Murano meragukan dirinya sendiri.
"Tentu saja bisa!"dokter Chang Mai mengatakan dan mengepalkan tangannya seperti saat seseorang mengatakan semangat kepada orang lain.
"Akan aku coba,"jawab Murano pelan.
"Konsisten itu kuncinya! dan kamu juga harus belajar mendekatkan diri pada Tuhan."
"Apa orang seperti itu bisa dekat-dekat dengan Tuhan?" Murano tersenyum
"siapapun yang bertobat dengan penuh keikhlasan dan ketulusan menjalankan ibadah dan menjauhi segala larangannya bisa dan pantas berdekatan dengan Tuhan."jawab sang dokter yang kebetulan sang dokter juga melayani di sebuah gereja.
Murano manggut-manggut, bagi pria dengan alis tebal dan mata yang tajam bagai elang, Tuhan adalah sesuatu yang asing. Itulah yang dirasakan Murano.
Murano dan kairo duduk di kursi tunggu yang ada di depan kamar Alya. di dalam dokter Ritonga dan perawat sedang melakukan pemeriksaan rutin pada Alya.
Saat dokter Ritonga keluar Murano langsung memberondongnya dengan pertanyaan.
"keadaan Nyonya Alya semakin baik stabil rencananya kami akan melepas alat bantu pernapasannya."
Murano tersenyum lebar mendengarnya. dokter Ritonga menepuk pundaknya. "usaha anda membuahkan hasil, Tuan Murano."
"ini semua juga karena dikasih anda dan perawat-perawat di rumah sakit ini, Terima kasih Dokter." Murano sedikit membungkuk melihat itu Kairo dan dokter Ritonga terkejut. pasalnya Murano bisa dibilang makhluk Paling angkuh di muka bumi ini, kata-kata tolong, dan terima kasih adalah kata-kata yang nyaris Tidak pernah terucap dari mulutnya.
"Cinta benar-benar ajaib, mampu mengubah seseorang yang keras bagai Baja menjadi seseorang yang manis dan lembut bagai marshmello." ucap Kairo dalam hatinya.
__ADS_1
" Wah, Terima kasih pujian Anda tuan Murano itu membuat kami tambah bersemangat." ujar dokter Ritonga. "kalau begitu kami permisi dulu."dokter yang sebagai rambutnya sudah mulai memutih itu berpamitan kepada Murano.
tiba-tiba terdengar suara lift yang terbuka disusul derap langkah orang yang sepertinya sedang tergesa-gesa. Murano menoleh saat seseorang memanggilnya. menghampirinya dengan setengah berlari.
"Ada apa?"tanya Murano
Ia membisikkan sesuatu yang membuat Murano kaget dan marah. "Siapa yang melakukannya?"
"Masih dalam penyelidikan kami, tuan." Jawabnya . "Semua dilakukan dengan rapi dan terorganisir sepertinya sudah direncanakan."
"Kurang ajar sekali yang melakukannya, berani benar cari masalah sama aku!" Gertaknya.
Devano yang baru tiba di bandara kota Phnom Penh, sedang menunggu salah satu rekannya menjemput. Tiba-tiba ada mobil hitam berhenti tepat di depannya. Seseorang berpakaian serba hitam keluar dari mobil itu dan ingin menembak Devano. Beruntung iya orang yang sigap dan cekatan, Devano menghindar dan melempar kopernya hingga si penembak tidak tepat sasaran.
Salah satu petugas security bandara menjadi korban tewas, sedangkan Devano terkena luka tembak di bagian perut sebelah kanan.
"Masih tidak sadarkan diri, Tuan."jawab anak buahnya.
"Pindahkan dia ke rumah sakit ini agar gampang mengontrolnya. Selidiki dan dapatkan pelakunya hidup-hidup biar aku kuliti dia!"
"Baik, Tuan. segera jalankan perintah."anak buah Murano pun pergi yang datang menghampirinya.
Murano kembali duduk dan mengacak-acak rambutnya. "Menurutmu siapa pelakunya?"
"banyak kemungkinan karena kita punya banyak musuh dan pesaing bisnis, Tuan."jawab Kairo.
***
Bu Nerina duduk di samping putranya yang sedang membuat anyaman dari bambu. nantinya anyaman itu akan dibentuk menjadi wadah makanan. Daniel mendapat pesanan dalam jumlah banyak, Jadi ia mempekerjakan dua tetangga dari pagi hingga sore.
__ADS_1
Sedangkan malam hari, Bimbim bertugas menyortir yang bagus dan ada sedikit kecacatan. Daniel yang bekerja keras melanjutkan pekerjaannya menganyam bambu.
"Nak,"Panggil wanita tua itu.
Daniel menoleh sekilas dan bertanya, " Ada apa Bu?"
"Bagaimana kalau kita ke kota Phnom Penh?"
Daniel menghentikan pekerjaannya dan fokus menatap ibunya. "Maksud ibu apa?"
"Biar ibu dan Alya bertukar tempat. ibu di sana menjalankan hukuman yang dulu belum ibu terima."ibu nerina menyeka air matanya. supaya Alya dan Mariska bisa pulang.
Dulu saat dokter Surya menemukan Murano, iya langsung membawanya ke rumah sakit dan fokus pada penyembuhannya, sementara itu Maya Puspita alias Bu Nerina kabur dengan membawa uang dan perhiasan. Maya Puspita hidup berpindah-pindah tempat, terakhir kali tinggal di Kampong Camp atau painting. menikah dan menjalani hidup baru dengan identitas baru bernama Nerina .
"Ibu merasa sangat bersalah pada Murano, juga kamu dan Alya."
Daniel memeluk ibunya dan mengecup keningnya. "Maafin Daniel, Bu. Tapi, tidak usah Ibu ke sana."
Daniel melepaskan pelukannya. "Daniel sedang berusaha mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk bisa ke Phnom Penh dan menjemput Alya dan Mariska, Ibu doakan saja biar usaha Daniel dilancarkan."
"Tanpa kamu minta, doa ibu selalu untukmu nak."
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN
__ADS_1