HASRAT TUAN MAFIA

HASRAT TUAN MAFIA
BAB 23. HILANG INGATAN _ HTM


__ADS_3

Dokter Surya mendesah kesal. Murano memang keras kepala.


"Ada perempuan yang masih single, cantik, dan cerdas menyukai kamu." ucap dokter Surya


"Siapa?"


"Dokter Erni." jawab dokter Surya


Murano Menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. Jadi dokter Surya berniat menjodohkan aku dengan dokter Erni aneh-aneh saja." ucap Murano dalam hati.


"Aku lebih suka menjadi sahabat atau saudaranya dokter Surya." tolak Murano


dokter Surya mengangguk.


"Ya, baiklah aku mengerti."


Murano merasa tidak enak hati. "Maafkan aku dokter Surya."


Dokter Surya menepuk pundaknya. " it's okay, aku mau nemuin dokter Ritonga dulu."


Tanpa mereka sadari seseorang menguping pembicaraan itu perempuan cantik dan cerdas itu memegang dadanya yang terasa sesak hatinya sudah terluka padahal belum memulai.


"Aku belum menunjukkan atau mengatakan tapi sudah ditolak mentah-mentah, ini sangat menyakitkan." gumamnya dokter Erni melangkah dengan gontai


****


Betapa paniknya Murano saat Alya tidak ada di ranjang terdengar Suara gemercik air dari dalam kamar mandi. Murano mengetuk pintu kamar mandi dengan tergesa-gesa sambil memanggil Alya.


"Namun, tidak ada jawaban membuat Murano tambah Takut Dan panik. Ia takut Alya akan melakukan hal konyol seperti dulu, semalaman berada di kamar mandi diguyuran air shower hingga menggigil kedinginan.


Saat Murano ingin kembali menutup pintu kamar mandi terbuka. Alya muncul dengan rambut basah yang tergerai


"Ada apa Sayang?" tanya Alya


"Kamu nggak apa-apa, kan?" Murano memutari tubuh Alya memastikan tidak ada yang terluka


"Aku tidak apa-apa, aku ini habis mandi." Alya terkekeh.


Murano menghela nafas lega. "Jangan buat aku panik lagi sayang." kedua tangannya memegang pipi kanan kiri Alya dengan gemas.

__ADS_1


Alya memeluk Murano. "Aku mau pulang Daniel." bisiknya manja


Kenapa harus namanya yang disebut-sebut, membuat kebahagiaan ini kurang sempurna. Tapi kalau aku menyebut nama yang diingatnya pasti hal-hal buruk.


"Daniel kenapa Aku dirawat di rumah sakit?" tanya Alya Seraya melepaskan pelukannya.


"Kamu mengalami kecelakaan lalu lintas Terus kamu koma selama sebulan." ucap Murano


"Oh begitu, Alya duduk di sofa lalu menyalakan televisi. Murano duduk di sampingnya. Alya menyadarkan kepala di bahu Murano.


****


Hari ini Alya diperbolehkan pulang. Sepanjang jalan dari rumah sakit ke rumah, ia banyak bertanya soal masa lalunya. Murano menjawabnya. Tentu dengan kebohongan Murano sudah merencanakan semuanya dengan baik.


"Wah rumah kita indah sekali." seru Alya dengan mata berbinar. Ini seperti ada di taman bunga.


"Kamu sangat menyukai bunga dan tanaman hias, kamu yang menata ini semua." ucap Murano


"Benarkah?" tanya Alya. Murano mengangguk dengan penuh keyakinan


Murano menggandeng tangan Alya masuk ke rumah. Mariska yang sudah cantik menyambut kepulangan ibunya dengan sukacita. Gadis itu berlari dan memeluk kaki kanan Aliya. Aliya menoreh ke arah Murano


"Alya, gadis kecil yang cantik ini, adalah anak kita Mariska namanya." jelas Murano yang langsung menggendong Mariska.


"Jadi aku sudah punya anak?" tanya Alya


"Iya sayang, Murano memberikan Mariska untuk digendong Alya. Dia sangat merindukan kamu sayang."


Alya menggendong Mariska dan menciumnya, menyesapnya dalam-dalam aroma khas anak kecil.


"Ibu juga merindukanmu nak."


Murano kembali mengambil alih Mariska dari gendongan Alya


"Sayang mereka itu siapa?"


"Kenapa ada begitu banyak orang di rumah kita? Alya memperhatikan satu persatu wajah pengawal-pengawal Murano yang ada di ruangan itu.


"Mereka semua pengawal-pengawal yang menjaga kita, dan menjaga rumah ini."

__ADS_1


Alya manggut-manggut. Pak Barco tiba-tiba muncul. "Nyonya Alya, Saya senang anda kembali lagi ke rumah ini."


Alya kembali menoleh ke Murano meminta penjelasan.


"Beliau ini namanya Pak Barco, dia juru masak di rumah kita ini. Kalian sering menghabiskan waktu membuat kue-kue lezat di dapur." jelas Murano yang membuat Alya berpikir keras.


"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Murano


"Hmmm.... ,aku tidak ingat sedikitpun soal itu." raut wajah Alya menjadi sedih.


"Tidak apa-apa sayang, sedikit demi sedikit aja mengingatnya."


Alya mengangguk. Murano mengajaknya ke kamar yang ada di lantai tiga dengan menggunakan lift.


"Hmmm.....,Sampai kapan kita berpura-pura seperti ini." bisik pak Barco pada Devano


Devano mengangkat kedua bahunya. "Ikuti saja perintah Tuan dan hati-hati Jangan sampai salah bicara, fatal akibatnya." Devano tidak hanya memberikan peringatan kepada Pak Barco tapi kepada semua pengawal-pengawal.


Alya memperhatikan satu persatu foto pernikahan yang tergantung di dinding dengan pigura cantik berbingkai emas.


Alia senyum-senyum. "Kamu sangat tampan." dan diucapnya


"Dan kamu sangat cantik." Puji Murano sambil mengacungkan jempolnya.


"Foto-foto pernikahan itu semua adalah rekayasa Murano berfoto dengan perempuan yang memiliki postur tubuh sama dengan Alya, memakai baju pengantin dan foto upacara pernikahan, lalu foto-foto itu diubah, wajah perempuan itu diganti dengan foto Alya.


Murano berniat menghapus semua jejak masa lalu Alya dan berganti dengan kehidupan baru yang diciptakan Murano. Hal yang menghampiri Mariska yang sedang sibuk main sendiri


"Sayang maafin Ibu Ya. selama aku koma Siapa yang menjaga Mariska?"


Pengawal pengawal itu. Mereka multi talen bisa mengerjakan apa saja.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2