
Tuan Airos dan istrinya menyambut kedatangan pasangan serasi itu.
"Selamat datang tuan dan nyonya Murano di acara sederhana ini, sungguh kehormatan bagi kami."ucap Airos penuh basa-basi.
"Ini acara yang luar biasa mewah dan meriah, Tuan,"Puji Alya yang membuat Tuan rumah bertambah sumringah.
"Kalau boleh tahu nama anda siapa, nyonya?"tanya nyonya Airos dandanannya sangat medok tidak sesuai dengan usianya yang menginjak kepala lima.
"Nama saya Alya."nyonya Airos dan Alya saling berjabat tangan.
"Nama yang cantik sesuai sama wajahnya."Puji nyonya Airos
Nyonya Airos mengajak Alya berkenalan dengan wanita-wanita kelas atas kota Phnom Penh.
Murano mengangguk sebagai tanda setuju. Nyonya Airos menggandeng tangan Alya dan mengenalkannya ke teman-temannya yang tergabung di tempat perkumpulannya. Yang mana mereka juga hadir di pesta itu.
Alex menggandeng wanita cantik dan seksi yang berprofesi sebagai model.
Melihat Murano dan Tuan Airos langsung menyapa.
"Anda hebat sekali Tuan Airos, bisa membuat Murano Andalas yang misterius datang ke pesta ini."
"Iya, aku juga tidak menyangka dan merasa terhormat."sahutan Airos .
Tidak Berapa lama kemudian seorang pemuda tampan menghampiri mereka. Tuan Airos memperkenalkan pemuda itu.
Nama pemuda itu Liu Kim, dia ini direktur utama media company sekaligus keponakanku."mereka saling berjabat tangan.
Media company merupakan perusahaan media terbesar di kawasan Asia. Usahanya meliput stasiun televisi, stasiun radio, koran, majalah dan situs berita online.
"Aku pernah ada di cover depan majalah waktu berpacaran dengan seorang artis." ucap salah satu rekan dengan bangga.
"Iya, berkat berita itu majalah kami laku jutaan eksemplar." ucap Liu Kim.
"Anda hebat Tuan Liu, bisa mengencani wanita-wanita cantik." Canda Tuan Airos.
"Apa anda mau tahu tipsnya?" bisik Liu Kim mereka tertawa bersama. Murano mulai merasa bosan.
"Tuan Murano, aku dengar anda datang ke pesta ini membawa pasangan, ya?"tanya Liu Kim.
"Oh benarkah,yang mana wanita yang beruntung itu?"Alex mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan."dia pasti wanita yang sangat menarik."
"Dia cantik dan sempurna."tugas Tuan Airos
"Aku jadi penasaran apa wanita itu yang membuatmu berubah Tuan Murano tanya Alex penuh selidik.
__ADS_1
Murano meneguk minumannya hingga habis dan memberikan gelas kosongnya ke pelayan yang kebetulan lewat. "Bisa iya, bisa juga tidak." jawab Murano membuat penasaran.
"Banyak yang penasaran dengan sosok dan kehidupan pribadi Anda Tuan Murano." ucap Liu Kim.
Murano tersenyum samar, "Apa yang membuat mereka penasaran?"
"Besok acara infotainment, koran, dan majalah majalah pasti memberitakan soal ini." ucap pemuda dengan setelan jas hitam yang serasi dengan kulitnya yang putih.
"Aku sangat senang dan bangga jika anda dan pasangan anda bersedia melakukan wawancara eksklusif di channel televisi kami." ucap pria berparas tampan itu kepada Murano.
"Aku tidak tertarik sama sekali dengan hal-hal seperti itu cari saja orang lain." Ketus Murano. Murano yang sudah benar-benar bosan memutuskan untuk pergi, baru saja melangkah Liu Kim memanggil dan menghampirinya.
"Wawancara ini akan menghasilkan keuntungan untuk kita berdua." ucapnya dengan penuh percaya diri.
"Berapa?" Tanya Murano
Liu Kim mengira Murano mulai tertarik. "Bisa menghasilkan sekitar dua sampai tiga miliar mungkin juga lebih."
Murano tertawa. "Kamu tahu, Murano company menghasilkan keuntungan sepuluh hingga dua puluh miliar per hari. Jadi keuntungan yang kamu tawarkan bagai butiran debu untukku."
Murano meninggalkan Liu Kim Yang Masih berdiri terpaku. Alya sedang asyik berbincang dengan Nyonya Airos Dan wanita-wanita lain ia terlihat percaya diri dan paling bersinar. Murano senang karena wanita dengan gaun sutra panjang berwarna hitam itu, Tidak banyak bertanya soal masa lalunya. Ia sudah nyaman dengan hidupnya sekarang.
"Ehem,"Murano berdeham Alya dan yang lainnya langsung menoleh. Karena suara Murano menarik atensi mereka.
"Sudah saatnya kita pulang Sayang."ajak Murano.
"Maaf nyonya, tapi aku sudah merasa bosan,"jawab Murano. Murano menggandeng tangan Alya.
"Nyonya Airos Dan yang lainnya aku pulang dulu ya." pamit Alya.
"Apa yang membuatmu bosan sayang? tanya Alya saat mereka sudah ada di mobil
"Dari dulu aku tidak suka berada di tengah-tengah orang banyak dan suasana ramai seperti ini."
"Tapi aku suka mereka. Mereka baik sekali." ucap Alya.
"Mereka orang-orang munafik sekaligus penjilat." ucap Murano sambil melonggarkan dasinya.
"Mereka baik ramah dan peduli karena kita memiliki harta dan tahta. Tapi itu kita Hanya dianggap butiran debu.
"Aku nggak mau lagi hadir di pesta-pesta seperti itu, membuang waktu dan aku harap kamu juga jangan bergaul dengan perempuan-perempuan tadi." ucap Murano kemudian.
Alya menggigit bibir bawahnya baru saja Ia mau minta izin ikut perkumpulan, kini Murano sudah melarangnya bergaul dengan wanita-wanita yang sedang berbincang dengannya saat berada di pesta itu.
Alia menyandarkan kepalanya di pundak Murano. "Sayang besok ada pesta lagi loh."
__ADS_1
"Pesta apa?
"Pesta ulang tahun cucunya dokter Surya."jawab Alya
"Kamu sama Mariska aja yang datang."
Alya bangun lalu mencubit paha Murano.
"Aawww... Kenapa kamu jadi suka cubit,sih?"Murano mengusap pahanya.
"Enggak enak kalau kamu nggak datang."
"Iya baiklah."jawab Murano dengan terpaksa.
***
Saat sedang mendandani Alya, Masayu bertanya soal keluarga Aliya. "Nyonya berasal dari mana? kalau aku lahir dan besar di desa."
Alya terdiam mencoba mengingat-ingat sesuatu. Selama ini Murano tidak pernah cerita soal keluargaku, Aku jadi penasaran."
"Nyonya kok malah melamun ada apa?" tanya Masayu lagi.
Alya menggeleng. "Tidak ada apa-apa hanya sedikit pusing kalau mengingat masa lalu."
Kedua alis tebal Masayu saling bertaut. "Memangnya ada apa nyonya?"wanita dua puluh empat tahun itu kembali bertanya.
Alya cerita Kalau ia pernah kecelakaan dan koma selama satu bulan dan kehilangan ingatannya.
"Oh seperti itu."Masayu manggut-manggut. kalau ada album foto itu Pasti akan sangat membantu."celutuknya.
Saat di mobil, Alya menanyakan soal keluarganya dan album foto keluarga. Murano terkejut dengan pertanyaan Alya yang tiba-tiba.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?"tanya Murano
"Aku cuman mau tahu aku lahir dan besar di mana, lalu orang tuaku dan kehidupan aku dulu sebelum bertemu dengan kamu."
"lihat kita sudah sampai."Murano mengalihkan perhatian. Pesta ulang tahun diadakan di sebuah Cafe dan berkonsep garden party. Anak-anak memakai kostum ala superhero. Mariska sendiri memakai kostum wonder woman, Murano dan ayah kompak memakai pakaian berwarna merah maroon.
Dokter surya dan istrinya Begitu juga dengan Chang Mai, menyambut kedatangan mereka dengan Chang Mai dan nyonya Surya, terlibat obrolan seru, kas wanita. Mariska asyik bermain dengan Vicky dan teman-temannya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN