HASRAT TUAN MAFIA

HASRAT TUAN MAFIA
BAB 47. SURAT AROMA JERUK_HTM


__ADS_3

Di tempat lain terlihat Alya masih bertanya kepada dokter Surya. Berharap dia mengetahui masa lalunya yang sebenarnya tanpa ada kebohongan. Tapi tampaknya dokter Surya masih saja melindungi Murano. Entah mengapa dokter Surya benar-benar tetap mendukung keputusan Murano yang ingin membohongi Alya untuk selamanya.


"Dokter, apa kampong camp ada hubungannya dengan masa lalu aku dan Murano? tanya Alya lagi.


"Iya, kalian pernah berwisata ke sana tapi kamu mengalami insiden di sana. lagi lagi dokter Surya membohongi Alya, Entahlah segerombolan kelompok Murano benar-benar pandai berakting dan membohongi.


Alya manggut-manggut, jawaban sama seperti jawaban Murano. Setelah puas bertanya, Alya pun berpamitan. Sebelum Alya pergi, dokter Surya mengatakan sesuatu, "Pernikahan tidak selamanya terdapat pelangi, sesekali pasti ada badai datang menerpa. Tetaplah saling berpegangan tangan Hingga akhir Waktu."ucap dokter Surya.


Alya tertegun, lalu tersenyum. Saat ia berjalan menuju pintu keluar seseorang memanggilnya. Alya menoleh, sosok wanita cantik yang fisiknya sebelah dua belas dengan artis Korea, melambaikan tangannya.


"Dokter Chang Mai apa kabar? sapa Alya ramah.


"Aku baik, kamu sendirian?


"Iya, aku sendirian. Kamu mau pulang,?"


Chang Mai mengangguk.


"Kamu sakit, atau kenapa?"


"Ada yang mau aku tanyakan ke dokter Surya soal masa lalu Murano dan aku."


Chang Mai punya ide menarik. Aku bisa ceritakan, aku tahu bagian hidup Murano yang menarik karena dia dulu adalah pasienku."


Alya langsung merasa tertarik. "Ayo sekarang saja sambil minum kopi."ajak Alya.


Baru saja akan melangkah asisten memanggilnya dan memberitahu ada pasien yang datang.


"Loh jam praktek aku sudah habis."melihat jam tangannya.


"Tadi aku sudah bilang gitu dokter, tapi pasiennya tetap ingin sekarang sama dokter Chang Mai." kata asistennya.


"Sudah kamu temuin saja dia kita bisa bicara besok atau kapan saja."ujar Alya


"Ya baiklah. Aku hubungi besok ya, sahut Chang Mai. Dengan terpaksa dan sambil menggerutu Chang Mai kembali ke ruangannya.


"Mereka sudah sampai di tempat tujuan tuan,"ucap Bimo. Daniel mulai menajamkan pendengarannya.


"Kerja kalian bagus,"Puji Murano kurang bersemangat.


"Apa Tuan mau menemui mereka?"tanya Bimo.


Murano menggeleng sambil mengendurkan dasinya. "Aku lelah, Besok saja kita temui mereka."


"Pijat refleksi sangat bagus untuk mengendurkan saraf-saraf yang tegang, sehingga membuat kita lebih rileks Tuan sahut Daniel.


"Bagus juga ide kamu."ucap Murano.

__ADS_1


"Aku tahu tempat refleksi yang bagus, apa Tuan mau ke sana?"Daniel


"Boleh juga, pulang cepat juga buat apa? Alya masih mendiamkan aku,"ungkap Murano.


Dan membawakan mobil ke tempat pijat refleksi yang tak sengaja ia lihat saat mengantarkan Murano menemui Tuan Airos tanpa hari.


****


Sementara di tempat lain, tepatnya di kota Bangkok. Masayu menangis saat dokter memintanya untuk pulang.


"Aneh sekali, Kenapa kamu tidak mau pulang?"Tanya Dokter bermata biru itu.


"Aku tidak punya rumah, tujuan dan saudara ataupun teman."jawab Masayu sambil Sesungguhkan. "Aku berasal dari Kamboja kota Phnom Penh, aku sendiri pun nggak ngerti Bagaimana caranya bisa ada di sini."


Dokter dan perawat yang datang bersamaan saling berpandangan. "Hmmm.... aku akan membantumu."ucap dokter yang ternyata bernama dokter Christopher.


"Bagaimana caranya?"tanya Masayu yang matanya jadi sembab.


"Aku akan mengantarmu ke kedutaan besar Kamboja, kamu akan aman di sana."


"Ah, iya, Kenapa tidak terpikir olehku ya."Masayu menepuk keningnya sendiri.


Murano dan beberapa pengawalnya pergi pagi-pagi sekali sampai tidak sarapan.


Ibu...Ayah di mana? tanya Mariska


"Ayah berangkat ke kantor pagi-pagi sekali Nak"jawab Alya sambil membelai rambut putrinya.


"Apa ini Murano yang mengirimkannya? tapi ini bukan aroma favoritnya dia?"Alya mencium lagi aroma kertas itu. "Tapi yang bisa keluar masuk kamar ini cuman aku sama Murano." Alya bermonolog sendiri.


Bimbim akhirnya menyadari bahwa mereka bukan orang suruhan dokter Chang Mai dan Kim Liu, tapi Murano.


"Akhirnya kita ketemu lagi adik iparku."ucap Murano.


Bimbim membuang muka sambil berucap "Aku bukan adik iparmu!"


Murano terkekeh. "Aku dan kakakmu sudah menikah."Murano duduk di sofa single berwarna coklat itu. "Kenapa kamu dan wanita tua itu ke sini?"


"Aku ingin membawa Kak Alya dan Mariska kembali ke kampung cam,"jawab Bimbim.


"Untuk apa mereka kembali ke sana? mereka sudah bahagia dan senang tinggal bersamaku." sahut Murano dengan santai.


"Anda sudah menyiksanya kan? membuatnya koma dan hilang ingatan. Anda kejam!"


"Aku memang bersalah, tapi sekarang aku sudah berubah." Mata Murano menerawang. "Aku benar-benar mencintai mereka percayalah!


"Cinta berlandaskan kebohongan itu salah dan tidak akan abadi."Bagaimana kalau dia tahu yang sebenarnya, dia bisa membencimu!"

__ADS_1


"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi!"


Chang Mai dan Kim Liu panik karena Bimbim dan Bu nerina tidak ada di rumah dan ponsel Bimbim tidak aktif.


"Ini pasti ulah si Murano!"ucap Kim Liu pria berkacamata itu duduk di kursi kayu.


"Rencana kita gagal lagi!"


"Kita buat rencana baru," sahut Chang Mai sambil menjentikkan jari.


Kim Liu mendesah. "Rencana apa lagi?"dia sudah agak pesimis.


"Kita culik Alya dan Mariska."


Kim Liu terbelalak mendengar ide fantastis dari Chang Mai. "Aku nggak mau, bisa-bisa kepalaku ditembak."


"Kalau mau gila, ya gila sekalian. Kita tabuh genderang perang!"ucap Chang Mai dengan penuh keyakinan.


"Bagaimana kalau gagal? Apa kamu mau bertanggung jawab, hah?


"Kita rencanakan dulu dengan matang, baru bertindak.


Kim Liu berdiri dan hilir mudik di depan Chang Mai. Tangan kanannya di saku celana. tangan kirinya mengusap-usap dagunya yang lancip.


"Alya ke taman belakang sendirian menikmati semilir angin dan kicauan burung. Tiba-tiba seseorang memanggilnya. Alya menoleh ke sumber suara


"Kamu seperti Tuan Murano, kan? Kenapa ada di sini? tanya Alya heran


"Aku sedang cuti."jawab Daniel.


"Nyonya aku ingin minta maaf atas kata-kata waktu di pesta."


"Tidak apa-apa, aku sudah lupa."


Alya memutuskan kembali ke dalam tidak enak berlama-lama bersama seorang laki-laki.


Nyonya tunggu dulu.


Alya menghentikan langkahnya dan kembali melihat. "Ada apa?


Daniel mendekatinya, Alya mundur beberapa langkah. "Jangan pernah lupakan masa lalu,"gumam Daniel sambil berjalan melewati Alya. Saat berjalan itulah Alya mencium aroma parfum jeruk mandarin yang menyegarkan.


"Apa dia yang mengirimkan surat-surat itu ya? Alya kembali bermonolog sendiri.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2