
Tiga hari sudah berlalu dan Alya dirawat di rumah sakit. Dimana Rumah Sakit milik dokter Surya. Kondisi Alya sudah semakin membaik. Tentunya tidak luput dari alat-alat medis yang canggih disediakan oleh pihak rumah sakit milik dokter Surya.
Murano dan Daniel bernafas lega. Setelah mengetahui kalau saat ini Alya sudah mulai sadarkan diri. Murano berniat ingin menghampiri Alya. Tapi, ia langsung dihadang oleh Daniel. Murano tidak tinggal diam, Ia merasa berhak menemui Alya.
Sebelumnya Bimbim sudah diberitahu oleh Devano, kalau saat ini Alya dirawat di rumah sakit setelah Alya di culik anak buah Alex di rumah sakit. Bahkan Devano juga memberitahu, kalau Alya selamat karena Murano yang menolongnya dari kobaran api, akibat perlakuan Alex dan para anak buahnya.
Setelah Bimbim mengetahui kalau kondisi sang kakak sudah semakin membaik, dan ia juga mendapatkan kabar Kalau yang menyelamatkan sang kakak adalah Murano, Yang rela mempertaruhkan nyawanya hanya untuk menyelamatkan sang kakak, membuat hati Bimbim terenyuh.
Bimbim juga melihat luka yang dialami oleh Murano demi menyelamatkan Alya sang kakak. Yang saat ini luka itu belum sembuh, dan Murano juga sempat mendapatkan perawatan yang eksklusif dari pihak rumah sakit. Tapi walau kondisinya belum pulih, ia ingin sekali menemui Alya yang saat ini sudah mulai sadar. Itu artinya Murano benar-benar sangat sayang dan cinta kepada Alya hingga Bimbim pun tidak dapat berkata-kata.
Bagaimana mungkin Bimbim mengusir seseorang yang sudah menyelamatkan nyawa sang kakak, dan mempertaruhkan nyawanya hanya untuk menyelamatkan Alya, sehingga Bimbim pun membiarkan Murano menghampiri Alya.
Tapi Bimbim juga tidak melarang Daniel, bagaimanapun Daniel juga masih suaminya Alya. Sekalipun beberapa tahun belakangan ini mereka tidak pernah bersama. Semenjak Murano merebut paksa Alya dan Mariska dari Kampong camp.
"Hai sayang apa kabar?
"Aku harap kau baik-baik saja, Jujur aku sangat mengkhawatirkanmu. Aku sudah melakukan sumpah Ku, Siapa yang berani menyakitimu maka aku akan habiskan sampai ke akar-akarnya. Begitu juga dengan Alex, Aku tidak akan membiarkan lelaki brengsek itu hidup, dan aku sudah mengirimnya ke neraka. Karena ia sudah berani menyentuh dan menyakiti Nyonya Murano."ucap Murano sambil mengelus wajah cantik Alya.
Alya belum menjawab. Ia melihat ke arah Murano dan Daniel secara bergantian. Rasa cinta yang dimiliki oleh Alya terhadap Murano semenjak sikap manis dan perhatian Murano yang begitu perhatian dan menyayangi Alya, begitu juga dengan Mariska, Membuat rasa cinta yang dimiliki Alya tumbuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.
Entah Sejak kapan Alya mencintai Murano dari lubuk hatinya yang paling dalam. Alya sendiri tidak mengetahui. Padahal ingatan dan memorinya sudah pulih kembali. Tapi ia bingung harus melakukan apa saat ini.
__ADS_1
Di satu sisi, Ia tidak ingin menyakiti hati Daniel teman masa kecil dan juga sudah menikahinya beberapa tahun yang lalu. Tapi tidak bisa dipungkiri kalau rasa cinta Alya kini terhadap Murano begitu dalam.
Bukan karena harta kekayaan yang dimiliki Murano. Tapi karena kasih sayang dan perhatian yang diberikan Murano selama ini, semenjak Murano sembuh dari rasa traumatisnya, terhadap wanita membuat hati Alya menjadi luluh dan dari hatinya yang paling dalam timbul rasa cinta.
Bimbim menghampiri Alya dan mendudukkan Mariska di samping ranjang yang ditempati oleh Alya saat ini. "Kak apapun yang menjadi keputusan kakak, nantinya aku akan tetap dukung kakak. Karena aku tahu kakak pasti lebih mengetahui apa yang terbaik di kehidupan masa depan Kakak."ucap Bimbim mendekatkan dirinya kepada Alya.
Tiba-tiba Maya Puspita alias ibu nerina masuk ke ruang rawat inap Alya, dibantu oleh salah satu anak buah Murano, yang membawanya ke rumah sakit. Karena dari kemarin, Maya Puspita memohon kepada anak buah Murano agar ia dipertemukan kepada Alya untuk terakhir kalinya.
Setelah bernegoisasi dengan Murano, akhirnya Murano mengijinkan Maya Puspita untuk melihat sosok Alya. Wanita yang selama menemani Bimbim dan Alya semenjak kedua orang tua mereka meninggal.
"Ibu Nerina!ucap Alya tiba-tiba mengeluarkan suara parau nya.
Tak terasa bulir bening luruh begitu saja di wajah Ibu Maya Puspita alias Ibu Nerina. Melihat kondisi Alya yang masih berbaring lemah di atas branker yang disediakan oleh pihak rumah sakit.
"Aku sudah baikan Bu, Ibu tenang saja.
"Apakah kau sudah mengingatku siapa? tanya ibu Nerina penuh selidik.
"Tentu aku tahu, tidak mungkin Alya melupakan ibu.
"Syukurlah kalau kamu masih ingat sama ibu, kamu cepat sembuh ya Nak."ucap ibu Nerina sambil mengelus wajah Alya. Kemudian ibu Nerina pun memohon kepada Alya, agar Alya memilih Murano menjadi pendamping hidupnya selamanya.
__ADS_1
Entah mengapa Maya Puspita alias ibu Nerina merasa kalau Alya lebih pantas tetap bersanding dengan Murano, daripada Daniel. Apalagi setelah apa yang diceritakan oleh Devano kepada ibu Nerina, Kalau yang menyelamatkan Alya sampai mempertaruhkan nyawanya adalah Murano.
Hal itu membuat Maya Puspita alias Ibu Nerina yakin kalau Murano akan bisa menjaga Alya dari orang-orang yang berniat jahat kepadanya. Dan kehidupannya kelak juga akan lebih membaik dibandingkan dirinya harus bersama dengan Daniel, yang hingga sampai sekarang Daniel masih menjadi pengawal Murano.
Ibu Nerina mohon kepada Alya, agar tidak pernah melepaskan Murano begitu saja yang sudah rela mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan dirinya.
Alya menghela nafas berat. Perlahan ia menatap lelaki yang sedang memperebutkannya, yaitu Murano dan Daniel secara bergantian.
"Ibu mohon, kamu harus tetap bersama Murano, di juga anak ibu. Dia sebenarnya lelaki yang baik. Ibu yang menjadikannya menjadi pria yang kejam. Tapi yakinlah, kalau Murano lelaki yang baik dan dia pasti akan selalu menjagamu." ucap Ibu Nerina memohon kembali kepada Alya. Karna Alya tak kunjung memberikan jawaban.
Daniel yang mendengar permohonan sang ibu, ia benar benar Terhenyak.
"Apa maksud ibu, mengatakan itu kepada Alya istriku? Alya itu isteri ku, Bu!" ucap Daniel tidak terima Ibu Nerina meminta kepada Alya untuk memilih Murano.
"Daniel...., mungkin ini sudah jalan takdir kalau pernikahan kalian hanya tiga tahun saja. Relakan Alya dan biarkan dia bahagia dengan lelaki yang pantas mendampinginya dan mencintainya dengan segenap hati.
Mulai sekarang urus dokumen perceraian kalian dan biarkan Alya hidup bahagia bersama Murano, mohon ibu Nerina sambil menakupkan tangan di dada, memohon kepada Daniel. Hal itu membuat Daniel langsung terdiam dan menatap Alya yang masih hanya diam saja.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN