HASRAT TUAN MAFIA

HASRAT TUAN MAFIA
BAB 42. SEBUAH VIDEO _ HTM


__ADS_3

"Dulu Murano selalu menyiksa Alya dengan menggunakan ikat pinggang itu, bahkan menyebabkan Alya koma dan hilang ingatan karena dia terus disiksa,"cerita Chang Mai.


"Itu mengerikan sekali."ucap Masayu


"Tapi saat Alya koma, sejak itulah Murano menyadari dan menyesali perbuatannya, dia melakukan konsultasi denganku dan aku memberinya saran untuk membuang ikat pinggang itu."


Masayu manggut-manggut, lalu menyeruput kopinya yang sudah mulai dingin. "Tapi sekarang sikap Murano sangat manis pada Alya."


"Ya, karena Murano mencintai Alya."berhenti sebentar lalu melanjutkan kembali ucapannya, "sebenarnya dari awal dia suka sama Alya, hanya saja waktu itu dia masih menyimpan kebencian terhadap wanita dan tidak tahu cara memperlakukan wanita."


"Okey, aku mengerti. Sekarang apa yang harus aku lakukan?" tanya Masayu.


"Terus pengaruhi Alya pelan-pelan,"jawab Chang Mai. "cepat atau lambat kebohongan akan terbongkar, aku yakin kalau Aliya Sudah ingat semuanya dia akan meninggalkan Murano dan membencinya, saat itulah kehancuran seorang Murano Andalas." Chang Mai tersenyum licik.


"Apa kamu yakin?"


"Tentu!"jawab Chang Mai dengan penuh keyakinan. "Wanita itu sumber kekuatannya, dia akan rapuh ditinggalkan Alya."


"Okey, sudah dulu, ya."Masayu mematikan sambungan telepon selulernya.


Masayu menghabiskan sisa kopinya, baru saja Ia membuka pintu kamar, ponselnya bergetar tanda ada pesan masuk. Setelah dilihat, change yang mengirim pesan dan video.


Masayu mau buka video itu, matanya terbelalak. "Ini hebat Bagaimana wanita itu mendapatkannya,"wanita berlesung pipi itu. Masayu mau buka pesan dari Chang Mai.


"Perlihatkan video ini pada Alya, bilang saja kamu dapat dari YouTube. ini adalah video saat Murano membawa paksa Alya dan anaknya dari rumah." begitulah isi pesan Chang Mai yang ia kirimkan kepada Masayu.


"Okey" balas Masayu dengan singkat.


Chang Mai menghubungi seseorang yang akan membantunya melancarkan aksi balas dendam terhadap Murano.


"Bagaimana kabarmu pagi ini, Tuan Kim Liu?" siapanya di dalam sambungan telepon selulernya ketika sambungan telepon selulernya tersambung dengan Tuan Kim Liu.


"Gara-gara saran dari kamu, untuk memberitakan soal Murano aku jadi hancur!" teriak Kim Liu.


Belum sempat Chang Mai berkata, Kim Liu kembali berteriak. "Dasar kamu wanita sialan!"


Tangan kiri Chang Mai meremas selembar kertas hingga lecet. Chang Mai menarik nafas dalam-dalam mengeluarkannya lagi. hatinya kesal diteriaki seorang itu. Tapi dia harus menahan kekesalannya sebab masih membutuhkan pria penyuka sesama jenis itu.


"Aku mau bertemu denganmu." ucapnya.


"Kamu mau apa lagi, hah!"


"Kita rencanakan pembalasan untuk Murano, kalau kita saling bekerja sama dan kompak, kita akan berhasil membuatnya hancur."


Kim Liu menggigit kuku jari telunjuknya menimbang-nimbang tawaran Chang Mai.

__ADS_1


"Bagaimana? kalau mau temui aku sore ini, di alamat yang akan aku share di WhatsApp." setelah berkata seperti itu Chang Mai mematikan sambungan telepon selulernya


Masayu memperlihatkan video itu kepada Alya, melihat video itu tangan Alya bergetar, selain ada Murano di video itu juga ada Bimo dan kairo, dan sosok pria di kursi roda adalah pria yang waktu itu datang ke rumah dan menyebut dirinya Daniel.


Air mata Alya bercucuran hampir saja ia menjatuhkan ponsel Masayu, untung Mas ayu dengan cepat menahannya.


"Nyonya, tenanglah kita belum tahu kebenarannya, kan." Masayu mau ngusa punggung Alya untuk menenangkannya.


"Entahlah kebenaran macam apa yang akan dia katakan nanti." tangis Alya pecah, iya menutupi wajah dengan kedua tangannya.


"Tuan Murano, kan, pengusaha sukses sudah pasti banyak pesaing dan musuh, bisa saja ini kerjaan mereka,"hibur Masayu.


***


Pukul dua siang, Kim Liu sampai di tempat yang yang tadi diberitahukan Cang Mai. Kim liu celingukan, di halaman rumah itu ada mobil milik Chang Mai. Kim Liu memakai kacamatanya, lalu turun dari mobilnya.


Kim Liu mengetuk pintu beberapa kali, tak Berapa lama pintu pun dibuka oleh Chang Mai.


"Oh, akhirnya kamu datang juga Kim,"ucap Chang Mai sambil menyilangkan tangan di dada.


"Aku penasaran dengan rencana kamu, say," jawab Kim Liu dengan gayanya yang kemayu.


Chang Mai mempersilahkan Kim Liu masuk dan mengenalkannya pada Bimbim dan ibu Nerina.


Chang Mai mengangguk, kemudian Ia menceritakan masa lalu Murano dan awal pertemuan dengan Alya.


"Rumit juga, ya, kisah hidup manusia sombong itu," cibir Kim Liu.


"Kak, Apa kamu yakin mau bekerja sama dengan orang seperti ini?" bisik Bimbim di telinga Chang Mai.


"Tentu, dia bisa diandalkan," sahut Chang Mai berbisik juga.


"Lalu apa yang harus aku lakukan? tanya Kim Liu.


"Undang Bimbim dan ibu nerina ke channel televisi kamu!" ucap Chang Mai.


"Aku sudah dicopot dari jabatan direktur utama dan semua karena saran dari kamu,"Ketus pria dengan setelan jas berwarna coklat muda itu.


Chang Mai membekap mulutnya karena terkejut. "Maaf, aku kira tidak sampai segawat itu."


Kim Liu menjadi kesal. "sekarang seluruh dunia tahu aku seorang gay yang pengangguran!"


"Di Kim liu Media masih ada paman dan adik perempuan kamu, kan? tanya Chang Mai.


"Iya, tapi nama media itu akan segera diganti tidak menjadi Kim Liu media lagi. Yang entah kapan mereka akan mengalihkan nama itu.

__ADS_1


"Terus, kenapa kalau Adik perempuanku masih ada di sana?"


"Kita bisa minta bantuan mereka untuk melakukan wawancara eksklusif dengan Bimbim dan Nerina." ketus Chang Mai


Kim Liu duduk bersilang kaki, iya menggigit kuku jari telunjuknya, menimbang-nimbang usulan wanita yang merupakan kakak kelasnya sewaktu SMA itu.


"Bagaimana?" Desak Chang Mai tidak sabar.


"Baiklah, aku akan bicara dengan paman Airos dan adikku. Semoga mereka mau."


Setelah itu, Kim Liu berpamitan dan pergi.


"Pria itu sangat mengerikan,"ucap Bimbim membuat Chang Mai tertawa.


"Jangan dekat-dekat dengannya," sahut Chang Mai sambil mengedipkan sebelah matanya.


****


Murano tiba di rumah dengan perasaan yang berbunga-bunga, iya mempunyai kejutan untuk Alya. Murano akan mengajaknya dan Mariska berlibur ke new Zealand.


"Sayang, mana ibumu?"tanya Murano sambil menggendong Mariska


"Ibu lagi sedih, Ayah. Ibu nangis terus"jawab bocah berkucir dua itu jujur.


"Sedih kenapa? Mariska nakal, ya." Murano mencubit pipi Mariska yang tembem.


Mariska menggeleng hingga poninya ikut bergoyang ke kanan dan ke kiri. "Mariska nggak nakal kok, Mariska baik ya, Bi?"


"Iya, non Mariska anak baik," jawab pengasuh Mariska.


"Apa yang terjadi sama Nyonya Alya, Bi?" tanya Murano.


"Bibi juga tidak tahu, Tuan. seharian ini nyonya hanya bersama dengan Masayu," jawab pengasuh Mariska.


"Wanita itu pasti membuat masalah lagi. ternyata dia lebih nekat dari dugaanku."gumam Bimo dalam hati.


Murano menurunkan Mariska dan mengecup keningnya. "kamu main sama Baby dulu, ya. Ayah mau menemui ibumu dulu."ucap Murano kepada Mariska yang dibalas anggukan dari Mariska.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2