
Beberapa jam sudah berlalu setelah Alya dirawat di rumah sakit. Kini Alya sudah sadarkan diri, Murano yang selalu setia menunggu dirinya sudah tidak sabar ingin langsung bertemu dengan Alya.
"Dokter Apa saya bisa bertemu dengan istri saya? tanya Murano kepada dokter Ritonga.
"Tentu saja, Tapi tolong jangan sampai menambah beban pikiran pasien dulu. Karena itu dapat berakibat fatal. Tolong bagi Siapa yang ingin melihat kondisi Alya, jaga sikap dan Jangan memancing emosinya." ujar dokter Ritonga mengingatkan.
Tampak Bimbim juga tidak ingin ketinggalan langsung mendahului Murano masuk ke dalam ruang rawat inap Alya dengan membawa Mariska. Begitu juga dengan Daniel yang masih merasa menjadi suami Alya, ia merasa lebih berhak untuk lebih dulu bertemu dengan Alya dibandingkan Murano.
Tampak Murano sangat kesal melihat raut wajah m Daniel seolah mengejek dirinya. Tapi ia berusaha untuk menahan emosi dan tetap melangkah masuk ke ruang rawat inap Alya.
Alya menatap mereka satu persatu yang hadir di ruangan itu. Tak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya. Netranya menelisik seisi ruangan. Perlahan bulir bening luruh begitu saja dari sudut matanya membuat Murano langsung menghampiri Alya lalu menghapus bulir bening itu, seolah dirinya tidak rela melihat Alya meneteskan air mata.
Alya sama sekali membiarkan Murano menghapus air matanya. Tak ada sangkalan darinya, Ia membiarkan sikap manis Murano memperlakukannya dengan baik.
Daniel yang tidak terima langsung menepis tangan Murano. Terlihat Alya masih belum merespon apa-apa.
"Sayang bagaimana kondisi hari ini Apa kamu sudah baikan?" tanya Murano sambil mengelus wajah pucat Alya. lagi lagi Alya masih terdiam tidak menjawab apapun yang diutarakan orang-orang terhadapnya yang hadir di sana.
Ia masih berusaha menelaah apa yang terjadi di kehidupannya membuat dirinya sedikit bingung. Kehidupan masa lalu yang begitu pahit membuat dirinya harus rela meninggalkan keluarganya untuk menggais rezeki di kota. Tapi nyatanya ia bertemu dengan seorang lelaki yang terkenal kejam, arogan dan bahkan kerap sekali menyiksanya.
Penyiksaan itu kembali melintas di kepala Alya, lalu perubahan sikap Murano yang begitu manis, perhatian, dan begitu sayang, kepada Alya dan juga Mariska. Ia tahu betul perubahan sikap Murano setelah berkonsultasi kepada dokter Chang Mai dokter psikiater.
__ADS_1
Alya juga mengetahui kalau Murano memiliki rasa traumatis terhadap wanita. Sehingga sebelum konsultasi dengan dokter psikiater Murano kerap sekali menyakiti wanita. perbuatan Ibu Maya Puspita alias ibu Nerina di masa lalunya yang membekas di kehidupannya, membuat Murano tercipta menjadi lelaki yang arogan, kejam dan sombong.
Tapi entah mengapa setelah bertemu dengan Alya, pria itu benar-benar berubah dan menuangkan kasih sayangnya kepada Alya dan juga Mariska. Sungguh tak disangka dan tak diduga dan orang-orang pun tidak tahu kemana hati seseorang akan berlabuh. Sama halnya seperti dokter Chang Mai yang sudah sangat lama mencintai Murano. Bahkan dokter Chang Mai berupaya untuk menyembuhkan rasa traumatis Murano agar rasa cinta Cang Mai dapat dibalas oleh Murano yang sudah lama ia pendam.
Pernikahan dokter Chang Mai dengan putra dari dokter Surya merupakan pelampiasan dari dokter Chang Mai. Karena tidak mendapat balasan rasa cintanya dari Murano
"lepaskan tanganmu dari istriku!"ucap Daniel tidak terima Murano membelai wajah Alya.
"Apa kamu lupa kalau alya itu juga istriku?
"Istri bohongan tapinya!
"Kamu salah, kami resmi di mata hukum negara. Jangan pernah kamu mengatakan kalau saya ini tidak suami sah. Alya istriku, jadi kamu tidak perlu melarang saya untuk membelai wajah istriku sendiri."ucap Murano kepada Daniel.
Kehadiran Alya dan Mariska merubah hidup Murano. Berubah menjadi lelaki yang lebih baik dan menghangat. Kekuatan cinta memang sangat luar biasa, dapat membuat seseorang berubah dan mampu melakukan apapun. Termasuk Murano.
Karena Bimbim sudah melihat aura tidak enak di sana. Bimbim pun meminta keduanya untuk keluar dari ruang rawat inap Alya.
"Aku harap kalian berdua keluar dari ruang rawat inap kakakku. Aku yang berhak menjaganya di sini karena dia kakakku kami satu darah. Jadi tolong tinggalkan kami di sini, kakakku juga butuh istirahat."ucap Bimbim yang mengalihkan atensi keduanya.
"Tapi adik ipar, Aku ingin memastikan kalau kondisi Alya baik-baik saja. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada Alaya, Jika kamu mengetahui bagaimana besarnya rasa cintaku kepada Alya, Mungkin kamu tidak akan berkata seperti itu kepadaku. tapi Jika kau menginginkan Kakak keluar dari ruang rawat inap ini, tidak apa-apa Kakak akan keluar. Berharap kamu akan mengizinkan Kakak lagi menjenguk Alya istriku. lagi-lagi Murano mengingatkan semua orang yang ada di sana kalau Alya itu merupakan istrinya.
__ADS_1
"Cuihhhh.... istri, istri dari memanfaatkan situasi dan merebut istri orang lain." umpet Daniel yang tak terima Murano mengatakan kalau Alya itu istrinya.
Bimbim juga meminta Daniel agar keluar dari ruang rawat inap Alya Bimbim ingin berbicara dari hati ke hati kepada kakaknya iya ingin mengetahui bagaimana rasa cinta Alya terhadap Daniel dan bagaimana rasa cintannya terhadap Murano. Kurang lebih 2 Tahun lamanya Alya hidup bersama Murano. perhatian Murano iya curahkan membuat hati Alya melunak hingga timbul getar-getar cinta di hatinya kala itu.
Setelah Daniel dan Murano keluar dari ruang rawat inap itu. Bimbim mendekatkan tubuhnya ke arah sang kakak memulai percakapan adik kakak itu. Ternyata Bimbim sudah mengetahui kalau ingatan Alya sudah pulih kembali. Bimbim pun meminta jawaban yang pasti dari Alya kepada siapa hatinya berlabuh. Saat Bimbim bertanya demikian Alya tidak langsung menjawab.
"Jujur, dulu Kak. Apa Kakak masih mencintai Kak Daniel? apa kakak benar-benar mencintai Tuan Murano atau hanya karena keadaan terpaksa saja, sehingga kakak harus menyiakannya?" ucap Bimbim kepada Alya.
Alya menggelengkan kepalanya. Jujur kakak juga tidak paham harus bagaimana kalau dikatakan salah Murano, memang salah kala itu. Tapi ia sudah berusaha untuk melakukan yang terbaik selama ini terhadapku dan juga Mariska. Bahkan ia rela kehilangan aset berharganya hanya untuk merawatku agar aku kembali pulih saat aku sakit dan tidak berdaya.
"Ibu, ibu masih sakit? tanya Mariska kepada Alya.
"Alya mengembangkan senyumnya lalu ia pun berniat untuk meraih tubuh gadis kecil itu. Tapi Ia tak mampu melakukannya karena saat ini kondisinya sangat lemah.
"Bu, kalau Ibu sudah sembuh kita pergi jalan-jalan ya bersama Om Bimbim, dan ayah Murano."ucap Alya yang mampu membuat Bimbim membulatkan matanya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN