
"Kamu pesan apa?" tanya dokter Chang Mai pada Daniel yang tampak bingung deretan nama menu-menu itu sangat asing apalagi melihat daftar harganya.
"Saya pesan air putih saja." jawabnya dengan polos.
"Pesankan sama dengan punyaku ya." ucap dokter Chang Mai, pada pelayan Cafe.
baik mohon ditunggu sebentar." ucap pelayan Cafe
"Ada hubungan apa kamu dan Murano?" Tanya Dokter Chang Mai, ketika pelayan Cafe itu sudah pergi.
"Hubungan kami sangat tidak baik. Dia sudah mengambil istri dan anakku." tangan Daniel mengepal.
"Aku datang ke sini untuk merebut kembali mereka."
"Jadi bener dugaanku, dia suami sah dari Alya. Hmmm..... sepertinya menarik untuk mengikuti kisah selanjutnya." batin dokter Chang Mai.
"Apa kamu tahu gedung Murano company?
belum sempat dokter Chang Mai menjawab, pelayan Cafe datang membawakan makanan dan minuman pesanan mereka
"Bukan saja gedung itu, tapi aku juga tahu rumah Murano. Chang mai tersenyum penuh arti.
"Kamu serius? tanya Daniel dengan mata membulat.
"Kalau kamu mau nanti, aku antar ke rumahnya." tawar dokter Chang Mai.
****
Akhirnya kita bertemu juga Alex. Murano mengulurkan tangannya. Pria botak dengan luka permanen di pipi sebelah kirinya menatap Murano penuh curiga.
"Kenapa kamu tidak mau berjabat tangan denganku? tanganku ini bersih lho canda Murano.
__ADS_1
Akhirnya Alex membalas uluran tangan Murano. "Tingkahmu aneh, Apa kamu ingin mempermainkan kami." ucapnya sambil melepas jabatan tangan.
Dua musuh bebuyutan itu duduk berhadapan, hanya dipisahkan meja bulat yang lumayan besar. Dua orang pelayan datang masing-masing membawa sebotol anggur kualitas terbaik dan menuangkannya ke gelas.
"Aku hanya ingin menjalani hidup normal, tanpa senjata, darah, dan air mata." jawab pria dengan rambut kecoklatan itu.
"Kenapa tiba-tiba berubah?" tanya Alex sambil mengangkat gelasnya.
Murano pun mengangkat gelasnya dan meneguknya hingga habis. "Aku sudah memiliki semuanya dan sudah lelah menjalani hidup seperti ini." ia meletakkan gelasnya di meja.
Sulit dipercaya bos mafia terkenal memutuskan berhenti di masa jayanya. Alex tertawa sini.
"Kamu dendam padaku. Karena kalah dalam bisnis penjualan senjata-senjata itu dan obat-obat terlarang kan."
"Tentu saja aku berusaha keras untuk itu, tapi kamu merebutnya." Ketus Alex.
Murano tersenyum mulai hari ini dan seterusnya, aku mundur dari bisnis itu aku sudah merekomendasikan kamu ke pengusaha pengusaha timur tengah.
Alex terhenyak. Entah harus percaya atau tidak.
Mereka pun bersulang dan sepakat untuk damai tak saling mengganggu. Setelah menemui Alex, Murano menemui salah satu rekan yang jatuh sakit. Setelah tambang emasnya yang di kampung diambil oleh Murano.
Murano mengembalikan tambang emas itu ke pemiliknya.
"Anda harus lebih memperhatikan kesejahteraan pekerja dan warga sekitar sama serta berbisnis lah yang jujur." ucap Murano sebelum pergi.
"Iya, tentu Terima kasih mata Tuan Roberto berkaca-kaca sambil memeluk erat map yang berisi surat-surat tentang kepemilikan tambang.
****
Mobil sport milik Chang Mai berhenti tepat di depan gerbang rumah Murano." Ini rumah Murano." Ucap Chang Mai.
__ADS_1
Daniel terkesima melihat rumah Murano yang seperti istana. Tak Berapa lama kemudian, Aliya keluar sambil menggandeng tangan Mariska. Sepertinya mereka mau pergi karena Alya memakai gaun berwarna merah muda dan kerah Sabrina yang memperlihatkan bagian bahunya. Mariska pun memakai gaun yang sama persis dengan ibunya. Mereka terlihat baik, sehat, dan cantik." gumam Daniel
"Temui mereka, aku akan menunggumu disini." ucap Chang Mai.
Daniel membuka pintu mobil dengan berlari, ia mendekati pintu gerbang rumah Murano empat orang pengawal berpakaian serba hitam langsung menghadangnya.
"Siapa kamu? dan ada kepentingan apa?" bentak salah satu pengawal.
Daniel tidak menjawabnya. Ia Malah berteriak memanggil Alya dan Mariska. Mariska yang melihat ayahnya langsung melepaskan tangan. "Ayah.... dan berlari menuju ayahnya. Daniel berjongkok dan merentangkan tangan bersiap memeluk Sang Putri.
Namun, belum juga Mariska sampai ke ayahnya Kairo sudah menggendongnya. Mariska menjerit dan meronta memanggil ayahnya. Sementara Ayah Hanya diam menatap pria yang tampak asing baginya.
"Hey hey.....kembalikan istri dan anakku." teriak Daniel. Alya..... Alya... kenapa kamu diam saja. Apa kamu benar-benar sudah tidak mencintaiku?"
"Nyonya Alya Ayo masuk ke dalam Jangan dengarkan dia." ucap Kairo.
Alya mengangguk dan mengikuti Kairo masuk ke rumah. teriakan Daniel tidak ia hiraukan.
"Pergi dan jangan kembali lagi ke sini, atau kami tembak kepala kamu." ancam salah satu pengawal.
"Dasar kalian orang-orang jahat! aku akan kembali lagi ke sini. Daniel kembali ke mobil Chang Mai. Chang Mai memberi sebotol air minum.
"Minum dulu, untuk menyejukkan hatimu, yang sedang panas." Chang Mai tersenyum.
Daniel meminumnya hingga hampir habis. Ia menyadarkan kepalanya dan mengatur nafas yang terengah-engah. Apa yang terjadi Alya seperti tidak mengenaliku."
"Aku akan ceritakan di rumah." ucap Chang Mai sambil melajukan mobil sport miliknya dan putranya sudah tertidur pulas di kursi belakang.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN