
"Tidak mungkin kalau hanya asal bicara, aku sudah memberitahumu sebelumnya?"Bimo kembali menarik kerah baju Daniel. "apa Kamu sengaja membuat Tuan Murano kesal atau jangan-jangan kamu termasuk musuh dalam selimut juga!"
"Jangan sembarangan bicara Kalau tidak ada bukti,"melepas tangan Bimo.
Pengawal lain datang. "Ada apa ini?"tanya salah satunya.
Bimo menggeleng. "tidak apa-apa."jawabnya.
Ponsel Bimo berdering tanda ada panggilan masuk. Ternyata dari Murano yang memintanya datang ke ruangan.
"Kamu mau bukti? akan aku cari sampai dapat, siap-siap saja dengan konsekuensi terburuk!"ancam Bimo sebelum pergi.
Rapat umum pemegang saham Kim Liu media memutuskan mencopot Kim Liu dari jabatan direktur utama. Karena memberikan Citra buruk pada perusahaan, Selain itu kasus pelecehan seksual akan dibuka kembali.
Yang tidak terima dengan keputusan itu marah dan melontarkan kata-kata kasar.
"Kemarin aku berhasil mencetak keuntungan besar bagi perusahaan dan membuat perut perut kalian semakin gendut, tapi sekarang kalian malah membuang Aku!"
"Hei! jaga ucapan kamu ya!"bentak salah satu peserta rapat.
"Aku tidak terima keputusan ini! aku akan menuntut kalian!"ancamnya.
"Silakan kalau kamu berani!"tantang seorang peserta rapat sambil menunjuk wajah Kim Liu.
Suasana semakin memanas, Tuan Airos yang juga ada di sana berusaha menenangkan Kim Liu, karena tidak berhasil. Ia menyuruh dua pengawalnya membawa Kim Liu dengan paksa.
"Aku, atas nama Kim Liu, keluarga besar dan pribadi mengucapkan maaf yang sebesar besarnya. Jika berkenaan aku memohon kepada kalian untuk mempertimbangkan lagi keputusan."ucap Tuan Airos dengan bibir bergetar. Kim Liu sudah di ia anggap anak sendiri.
Semua peserta rapat kembali duduk masing-masing mempertimbangkan keputusan rapat yang memang terburu-buru.
"Selama Kim Liu menjabat direktur utama, Ia memberikan banyak keuntungan bagi perusahaan kita. Inovasi dan kreativitasnya membuat Kim liu media diperhitungkan. masalah video itu ia hanya membuat untuk pribadi."ucap Tuan Airos belum menyelesaikan ucapannya tapi sudah ada yang mencela.
"Iya, tapi video itu tersebar, dan perusahaan kita yang terkena dampaknya. Lihat respon masyarakat dan saham kita yang turun."ucap salah satu peserta rapat.
"Apalagi sekarang pesaing kita Horison media, Sudah dimiliki oleh Tuan Murano. Tentu mereka akan semakin kuat. Membalikkan kepercayaan masyarakat itu sangat susah, kalau tidak mencopot Kim Liu, nanti mereka menganggap Kim Liu media mendukung perbuatan menyimpang Kim Liu."timpal salah satu peserta rapat.
Tuan Airos mengendurkan dasinya. "Tidak ada lagi yang bisa kulakukan,"ucapnya sambil berjalan keluar.
__ADS_1
****
Bimbim dan ibu Nerina tiba di bandara kota Phnom Penh, Chang Mai sendiri yang menjemput mereka. Bimbim terkesima melihat kemewahan dan kecanggihan bandara itu.
"Bagaimana perjalanan kalian? tanya Chang Mai.
"Sudah lama tidak naik pesawat membuat kepalaku pusing."jawab Bu Nerina yang harus menggunakan kursi roda.
"Nanti kalau sudah sampai di rumah, Anda bisa Langsung istirahat."ucap Chang maj
Bimbim berdesak kagum melihat pemandangan kota Phnom Penh yang dipenuhi gedung-gedung pencakar langit. kira-kira satu jam kemudian mereka sampai di sebuah rumah sederhana yang asri.
Chang Mai mendorong kursi roda Bu Nerina.
"Untuk sementara kalian di sini, Maaf ya rumahnya kecil.
"Tidak apa-apa nak Cang Mai."Bu Nerina menepuk punggung tangan Chang Mai.
Chang Mai memberikan peringatan untuk Bimbim agar lebih berhati-hati. Murano punya banyak mata-mata
Masayu mengajak Alya ke depan pintu ruang kecil yang ada di sebelah kanan rumah. "kata Bimo, ini tempat penyiksaan untuk penghianat."
"Aku tidak tahu ada ruangan ini."ucap Alya sambil celingukan.
"Tapi.... mana mungkin untuk ruang penyiksaan, kecil gini, kok "
Ruangan itu terpisah dari bangunan rumah utama dan besarnya kurang lebih empat kali lima meter dan bercat hitam. Kanan dan kirinya rerumputan yang sudah tinggi.
"Mungkin ada ruangan lagi di bawah tanah nyonya. Kalau di film-film begitu." ceplos Masayu
"Oh ya, ia mengambil jepit rambut yang berbentuk panjang dan tipis lalu mencoba membuka gemboknya. Semenit dua menit akhirnya berhasil terbuka. Benar kata Masayu, di dalam ruangan itu ada tangga menuju ke ruang bawah tanah.
Mereka berdua saling berpegangan tangan, menuruni satu persatu anak-anak tangga. tibalah mereka di bawah suasananya sangat gelap dan pengap. Masayu menyalakan senter dari ponselnya mereka mulai memindai seisi ruangan, hanya ada beberapa buah kursi kecil dan kursi besar yang sudah berdebu-debu.
Ada beberapa kotak kayu yang semuanya digembok, ada etalase besar yang berisi senjata-senjata, dari yang berukuran kecil sampai besar.
Ada satu benda yang menarik perhatian Alya, sebuah ikat pinggang yang terbuat dari kulit buaya asli berwarna hitam yang terbungkus plastik. Alya membuka etalasenya dan mengeluarkan ikat pinggang itu. Alya mengusapnya dan Dia teringat sesuatu.
__ADS_1
"Oh ya, teringat Apa, ya? apa ikat pinggang itu terhubung dengan masa lalu Alya?
Alya mengusap ikat pinggang itu dan mulai mengingat sesuatu. Perempuan berkaos putih dan rok selutut itu memejamkan mata. iya melihat Murano, pria yang ia cintai sedang marah besar, sorot matanya sangat menakutkan. Murano sedang menyabetkan ikat pinggang itu ke seorang perempuan dengan keras.
Perempuan itu hanya bisa menangis dan pasrah, Oh ya tidak bisa melihat dengan jelas wajah wanita itu, setelah puas menyiksa, Murano melempar ikat pinggang itu dan duduk di tepi ranjang, ia mengacak-acak rambutnya sendiri dan tampak frustasi. Sedangkan wanita itu tergeletak tak berdaya, aroma Angir darah keluar membuat alya merasakan mual.
Pemandangan selanjutnya membuat Alya bergidik nyeri, Murano mau mengangkat tubuh wanita itu dan membawanya keranjang kemudian, menyetubuhi tubuh kurus penuh luka dan darah itu. Tubuh Alya gemetar dan keringat dingin mengguyur dari dahinya. Alya berteriak sekencang-kencangnya membuat Masayu kaget Dan panik.
"Nyonya ada apa?"tanyanya ketakutan.
Alya melempar ikat pinggang itu dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. "A...Aku mau pergi dari sini!"
Masayu membantunya berdiri dan memapahnya ke kamar.
"Nyonya Sebenarnya ada apa?
Alya menggeleng, wajahnya sangat pucat. "Aku tidak apa-apa, tinggalkan aku sendiri dulu, ya."
"En,i ya, baiklah kalau perlu sesuatu panggil saja aku."ucap Masayu.
Alya mengangguk pelan . Masayu memutar badan dan segera keluar dari kamar Alya. Masayu Yang penasaran menghubungi Chang Mai.
"Dulu Morano selalu menyiksa Alya dengan menggunakan ikat pinggang itu, bahkan menyebabkan Alya koma dan hilang ingatan karena dia terus disiksa,"cerita Chang Mai.
"Itu mengerikan sekali."ucap Masayu
"Tapi saat Alya koma, sejak itulah Murano menyadari dan menyesali perbuatannya, dia melakukan konsultasi denganku dan aku memberinya saran untuk membuang ikat pinggang itu."
Masayu manggut-manggut, lalu menyeruput kopinya yang sudah mulai dingin. "Tapi sekarang sikap Murano sangat manis pada Alya."
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN
__ADS_1