HASRAT TUAN MAFIA

HASRAT TUAN MAFIA
BAB 58. TAK BERDAYA _ HTM


__ADS_3

"Hai nona manis apa kabar? tanya Tuan Alex kepada Alya membuat Alya mengerutkan keningnya.


"Tuan Alex? ucap Alya heran


"Ternyata kamu masih mengenaliku. syukurlah kau masih mengenalku. Maafkan aku, aku harus memanfaatkan dirimu untuk menghancurkan Murano. Lelaki angkuh dan sombong itu patut untuk dihancurkan.


"Tolong lepaskan aku!


"Apa salahku kepadamu Tuan?"ucapnya dengan nada suara yang kurang jelas


"hahaha suara tawa Alex menggema di seisi ruangan. membuat Alya semakin bergidik nyeri


"Tolong Tuan Alex lepaskan aku! Aku tidak ingin membuat putriku mengkhawatirkan diriku. Tolong kasihani aku! putriku pasti akan mencari ku."mohon Alya berharap Alex kasihan dan melepaskannya. Tapi lagi-lagi Alex justru tertawa.


Kini tubuh Alya sudah digantung di sebuah tiang besi yang menjulang tinggi, setinggi atap gedung itu. Sepertinya laki-laki psikopat Alex ingin memanggang Alya hidup-hidup.


Di bawah tiang itu terdapat drum-drum yang entah berisikan apa yang pasti Alya tidak mengetahuinya. Juga banyak peti peti besi yang terkunci rapat. Yang diduga isinya bahan-bahan peledak dan juga senjata api. yang diselundupkan oleh Alex dari negara tetangga.


Ya dulunya Murano juga menggeluti bisnis ilegal seperti yang dilakukan Alex selama ini. Ia juga sempat ingin menjalin hubungan kerjasama dengan Alex. Tapi Alex ingin melakukan kecurangan. Tetapi kecurangannya itu diketahui oleh Murano. hingga pertikaian pun terjadi karena itu.


"Cepat kamu hubungi suami kamu. Jika kamu ingin selamat, kamu minta suami kamu untuk datang menyelamatkanmu." Titah Alex kepada Alya. Membuat Alya pun semakin ketakutan mendengar suara tawa mengerikan dari Alex.


Kali ini Alya sudah pasrah, di bawah kakinya sudah ada tong yang berisikan kayu bakar. Dan kayu bakar itu sudah disirami dengan bensin. Membuat dirinya pun sudah pasrah kalau ia akan mati terpanggang di sana.


Ia tidak yakin Murano dapat menyelamatkannya, karena Murano tidak mengetahui Di mana lokasinya saat ini. Rekaman video pun dilakukan oleh anak buah Alex sesuai dengan perintahnya.


Setelah, rekaman video itu diambil oleh anak buah Alex, Alex juga menyuruh kepada anak buahnya untuk mengirimkan video kondisi Alya saat ini kepada Murano. Alex yakin Murano akan langsung berusaha untuk menyelamatkan Alya. Ia pun pasti akan melakukan apa saja yang diminta oleh Alex asalkan Alya selamat. Karna Alex sangat mengetahui Murano sangat sayang dan cinta kedua Alya.

__ADS_1


Kelemahan Murano sudah dikantongi oleh Alex. Sehingga ia pun berusaha untuk menculik Alya dari rumah sakit milik dokter Surya. Bagaimana caranya mereka mampu menculik Alya, dari sana? Padahal kalau masalah keamanan Rumah Sakit milik dokter Surya selama ini benar-benar menjaga keamanan di sana dengan ketat. Tapi entah mengapa kali ini anak buah Alex dapat lolos.


Alya menangis sejadi-jadinya membayangkan raut wajah putrinya yang menangis menantikan dirinya. Ia juga membayangkan raut wajah Bimbim yang mencemaskan dia membayangkan raut wajah Murano dan orang-orang yang mencintai dan menyayangi dirinya.


Dia bingung harus melakukan apa saat ini. "Ya Tuhan selamatkan aku dari sini, berikan aku kesempatan untuk memperbaiki segalanya. "doa Alya dalam hati sambil meneteskan air matanya.


Sementara di tempat lain Murano yang baru mendapatkan pesan Whatsapp yang dikirimkan oleh anak buah Alex, langsung membulatkan matanya. Wajahnya merah padam.


Ia pun berlari ke ruang rawat inap Alya dan benar saja Alya tidak ada di sana. Murano sangat panik. Ia langsung menghubungi anak buahnya. Devano, Kairo, dan juga Bimo. meminta kepada orang-orang kepercayaannya untuk mengumpulkan para pengawal mencari keberadaan Alya saat ini.


Tiba-tiba saja pesan Whatsapp kembali masuk ke nomor ponsel Murano. Di dalam pesan Whatsapp yang mengirimkan sebuah alamat, di mana saat ini Alya berada. Nomor ponsel yang mengirimkan video dan juga alamat itu sama sekali tidak dikenali oleh Murano.


Sehingga ia meminta kepada Bimo untuk melacak Siapa pemilik nomor ponsel itu. Saat pelacakan dilakukan, ternyata tidak didapatkan siapa pemiliknya. Membuat Murano mengeraskan rahangnya.


Murano meminta kepada anak buahnya untuk langsung pergi ke alamat yang diberikan oleh seseorang yang tidak dikenal. Tapi mereka sebelumnya mengatur strategi. Sebelumnya seseorang yang mengirimkan alamat itu mengancam kepada Murano kalau Murano membawa para anak buah dan polisi, maka Alya akan mati saat itu juga.


Membuat Murano semakin panik. Ia pun langsung menghubungi Devano, Kairo, dan Bimo untuk mengatur strategi. Murano tidak bisa membayangkan, jika terjadi sesuatu kepada Alya.


Murano mengatakan jika dirinya tidak kembali dalam sekitar 10 menit para anak buahnya datang untuk menyelamatkan dirinya dan Alya. Mereka pun satu persatu berangkat menuju ke lokasi tersebut. Tapi anak buah Murano bersembunyi di kejauhan. Agar kehadiran mereka tidak diketahui oleh seseorang yang meminta Murano datang sendiri ke sana untuk menyelamatkan Alya.


Saat ini Alya sudah semakin lemah. Api sudah mulai dinyalakan oleh pria kejam itu. Api itu menyala perlahan demi perlahan semakin membesar. Hingga hawa panas itu pun dirasakan oleh Alya, tetesan keringat dan rasa haus yang dirasakan Alya begitu menyiksa dirinya.


Membuat Alya benar-benar semakin lemah tak dapat mengeluarkan suaranya lagi. "Ya Tuhan, selamatkan aku dari sini. Berikan aku kesempatan untuk hidup, jika aku engkau berikan kesempatan untuk hidup aku akan memperbaiki semuanya."doa Alya berharap seseorang datang menyelamatkan dirinya.


Tiba-tiba motor trailer yang digunakan oleh Murano langsung menembus gedung tua itu, hingga dirinya langsung masuk ke gedung tua itu dan melihat Alya di sana sudah tak berdaya. Hal itu membuat Murano semakin emosi.


Tidak ada seseorang di sana yang terlihat. hanya ada Alya yang terlihat menundukkan kepalanya. Ia sudah tidak berdaya, kakinya diikat dengan rantai ke tiang besi sedangkan tangannya diikat dengan rantai ke atas hingga Alya benar-benar sudah tak berdaya.

__ADS_1


"Alya sayang!" teriak Murano. Ia hendak menyelamatkan Alya. Tiba-tiba saja suara tepuk tangan terdengar jelas di telinga. Murano mengalihkan pandangannya dari suara tepuk tangan itu dan melihat Alex berada di sana.


"Kamu?


"Iya aku


"Memangnya kenapa?


"Murano....Murano.... jangan kamu kira kamu bisa terus berkuasa di negara ini, saat ini aku ingin melihat kehancuranmu. Lihatlah wanita yang sangat kau cintai sudah tidak berdaya. Mungkin juga dia sudah mati."ucap Alex yang mampu membuat emosi Murano semakin memuncak.


"Alex!!!! lepaskan Alya." teriaknya seolah tidak terima akan apa yang dilakukan Alex kepada Alya.


"Jika kamu memang jantan jangan menyakiti wanita. Kau lawan aku sekarang dan lepaskan dia."


"Ha....ha.. ha" apa peduli ku! jika kau memang ingin istri cantik kamu itu selamat, kau harus menyerahkan tambang emasmu yang ada di Painting. Aku sudah menginginkannya dari dulu."ucap pria itu yang mampu membuat Murano semakin emosi.


Murano langsung menghajar Alex dengan membabi buta. Tapi beberapa anak buah Alex langsung mengambil balok dan memukul Murano dari belakang hingga Murano pun langsung terjatuh tak berdaya. Mereka menghajar Murano habis-habisan.


Alya mendengar suara jeritan Murano membuka kedua kelopak matanya. Ia melihat penderitaan Murano untuk menyelamatkan dirinya. Murano rela babak belur dan nyawanya terancam.


"Murano! bangun sayang, kamu tidak boleh mati ditangan manusia jahanam itu." suara Alya sayup-sayup terdengar oleh Murano. Membuat tenaga Murano pun semakin menguat dan ia kembali bangkit dari keterpurukannya. Menghajar beberapa anak buah Alex, hingga anak buah Alex pun berhamburan datang untuk menghajar Murano. Karena Murano tak kunjung keluar dari gedung itu, anak buah Murano pun sudah berdatangan berusaha menyelamatkan sang bos dan Alya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2