HASRAT TUAN MAFIA

HASRAT TUAN MAFIA
BAB 59. TERSUNGKUR _ HTM


__ADS_3

"Bertahan sayang!" teriak Murano terus langsung menendang tong yang ada di bawah Alya berharap Alya dapat bertahan. Mata yang tadinya sudah mulai tertutup tiba-tiba terbuka lagi. Alya menatap kedatangan Murano dan ia melihat Murano sudah lemah akibat pukulan anak buah Alex.


"Aku yakin sayang kamu pasti datang untuk menyelamatkanku." Karena kamu sangat mencintaiku. Bersemangat sayang demi aku dan putri kita Mariska. Aku yakin dan percaya kamu pasti bisa." gumam Alya dalam hati. Alya berusaha memiliki kekuatan lagi. Untuk segala terlepas dari ikatan dan kobaran api itu.


Alya perlahan mengedipkan matanya, tersenyum senang bisa melihat Murano lagi. Lelaki yang selalu perhatian dan menyayangi Alya dalam segenap hati, semenjak Murano sembuh dari rasa traumanya.


"Aku akan mengeluarkan mu dari tempat ini." ucap Murano dengan raut wajah sedih. Alya sama sekali tidak membalas ucapan Murano dia hanya mengangguk, karna tidak sanggup mengeluarkan suaranya. Kondisinya sudah lemah.


Tiba-tiba mata bulat berusaha memberitahu kepada Murano terbalik ke belakang. Suara Irene perlahan sudah tidak bisa Ia keluarkan lagi. Ingin meminta Murano menoleh ke belakang tetapi ia tidak mampu mengeluarkan suaranya.


Dari gerakan Alya, Murano akhirnya sadar dia langsung berbalik ke belakang sebelum anak buah Alex yang berdiri memegang balok memukulnya kembali. Murano dengan sigap menangkap balok besar dan panjang itu dengan tangannya yang berurat dengan kebersamaan menendang anak buah Alex.


Anak buah Tuan Alex terpental jauh. Balok yang seharusnya ada di tangan anak buah itu malah diambil oleh Murano. Murano dengan tangan yang berurat memegang balok panjang itu, dengan sorot yang mata tajam siap membunuh siapapun menghalanginya, membawa kembali istri kesayangannya.


Anak buah Tuan Alex perlahan bangkit berlalu menyerang Murano dia melayangkan pukulan keras ke arah wajah Murano. Tapi belum sempat sampai mengenainya Murano, ia sudah menghantamkan Balok itu ke punggung anak buah Tuan Alex itu.


"Ahhhhk


Membuat anak buah Alex itu, melangkah mundur memegang punggungnya yang terasa seperti Mau patah.


Sementara Alya yang diikat dengan tali rantai digembok ke besi membuat Murano sedikit kewalahan untuk membebaskan Alya dari tiang besi yang menjulang tinggi


"Sial! pekik anak buah Tuan Alex mengeratkan giginya tidak terima Murano terus-terus menang darinya.

__ADS_1


Anak buah Tuan Alex itu, mengeluarkan pisau dari sakunya berlari menyerang


"Mati kau!"teriaknya.


dengan sorot matanya yang menakutkan. Murano seperti mengetahui, sehingga ia menepis hanya dengan tangan yang bergerak melawan menghentikan serangan pria itu.


Murano lagi-lagi menghantamkan besi itu memukul tangan pria itu, sampai Membuat pisau yang dipegangnya jatuh ke lantai. Anak buah Tuan Alex itu dengan bersamaan melayangkan tendangan di samping wajah Murano. Tapi lagi-lagi Murano menangkis pukulan itu dengan pergelangan tangannya.


Tangan yang memegang balo itu dan melayangkan pukulan ke tulang rusuk anak buah Tuan Alex itu. Anak buah Alex langsung tersungkur di depan Murano. Lutut Murano naik menendang rahang anak buah Tuan Alex sampai membuat Darah segar keluar dari mulut pria itu.


Tubuh anak buah Tuan Alex, langsung tersungkur hingga Alya dari atas tersenyum bahagia melihat Murano bisa lolos dari anak buah Tuan Alex. Tapi senyumannya tidak bertahan lama. Dari kegelapan anak buah Tuan Alex satu persatu muncul untuk menghadapi Murano . Alya dibuat ketakutan. Wajahnya panik melihat Murano seorang diri akan melawan puluhan orang siap menyerang Murano saat itu.


Dari atas, Alya berdoa untuk keselamatan Murano. Dia sudah tidak memperdulikan dadanya yang mulai sesak akibat kobaran api yang tadi menyerangnya.


Suara tembakan yang tak berhenti terdengar di dalam gudang itu, menjadi saksi bisu malam kematian anak buah Tuan Alex di tangan Murano. Mereka semua tersungkur ke lantai dengan tubuhnya yang dipenuhi peluru dan darah yang keluar mengalir di lantai itu.


Tetapi Murano sama sekali tidak memperdulikannya. Yang ia inginkan dapat membebaskan Alya dari tiang besi yang tergembok dengan rantai itu, semua dilakukan oleh anak buah Tuan Alex


tentunya atas perintah Tuan Alex sendiri.


Semua anak buah Tuan Alex mati di tempat. senyuman Alya kembali melihat Murano selamat. Murano berusaha berjalan mengerenyit kakinya yang terasa sakit akibat pukulan anak buah Tuan Alex mendekati tiang itu berharap dapat segera membebaskan Alya dari tiang itu.


Alya tersenyum menggoyang-goyangkan tubuhnya di atas sana. "Aku akan menyelamatkanmu dari sana." ucapnya dengan tatapan mata yang sedih menatap wanita yang sangat ia cinta tergantung layaknya dihukum gantung. Alya tersenyum menganggukkan kepalanya. Detik-detik dimana kematian akan menjemput mereka berdua.

__ADS_1


Tiba-tiba pukulan keras kembali menghantam kepala Murano membuat Murano berputar memegang kepalanya, dan akhirnya jatuh tepat di tiang dimana keberadaan Alya saat ini diikat dan digantung. Murano terbaring di lantai tak sadarkan diri.


Air mata Alya seketika keluar begitu deras. Alya menggoyang-goyangkan tubuhnya dan berteriak meminta agar dirinya dilepaskan. "Lepaskan aku dari sini." teriaknya tapi ia tidak mampu mengeluarkan suaranya lagi.


"Bangun Murano, bangun Sayang aku mencintaimu ayo bangun, aku tau kamu tak akan membiarkan aku mati konyol di tangan manusia brengsek itu." teriaknya di dalam batinnya.


Matanya melotot menggoyang-goyang tubuhnya di atas sana. Kedua tangan dan kakinya pemberontak berusaha untuk terlepas dari ikatan besi itu. Di dalam hati Alya berteriak meminta Murano agar Murano sadar dan dapat menyelamatkannya


Dia tidak mau sampai Tuan Alex yang berdiri memegang tongkat besi ingin membunuh Murano begitu saja. Kaki dan tangannya berusaha untuk berontak. Murano bangun aku mohon." gumamnya dalam hati. Tuan Alex yang berdiri melihat kedua pasangan yang paling menyedihkan itu tersenyum penuh kemenangan. Satu tersungkur di lantai dan satu berada di atas tiang terikat dengan rantai yang digembok itu.


Tangan dan kaki Alya mulai melemas. tubuhnya perlahan tidak berdaya. Matanya masih terbuka menoleh ke arah Murano menatap Murano untuk detik-detik terakhirnya sebelum dia benar-benar akan pergi. Saat seperti ini dia baru menyadari kalau dirinya ternyata telah jatuh hati pada pria yang tidak pernah dia harapkan dalam hidupnya.


Semua perlakuan manis yang diberikan Murano padanya membuat hatinya luluh tanpa dia sadari.


"Kamu pernah bilang Kau rela mati untukku, kali ini aku yang ingin meminta pada Tuhan, aku rela mengorbankan hidupku, asal Tuhan masih memberikanmu kesempatan hidup. batin Alya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2