HASRAT TUAN MAFIA

HASRAT TUAN MAFIA
BAB 37. BISNIS KOTOR MURANO COMPANY_ HTM


__ADS_3

"Sekuat-kuatnya suatu perusahaan pasti punya kelemah dan sisik gelap juga, cari tahu termasuk pimpinannya, pastikan pihak berwenang dan pejabat tetap berpihak pada kita."


Kedua pengacara itu saling pandang lalu tersenyum. "Baik Tuan. segera laksanakan perintah"


"Iya, sudah kalian boleh pergi."


Setelah dua pengacara itu pergi, Murano kembali memanggil Bimo.


"Apa Tuan akan menuntut mereka secara hukum?"tanya Bimo


"Menuntut mereka hanya akan membuang waktu, tenaga. Dan kita mundur sepuluh langkah untuk menang seratus langkah."Murano tersenyum licik.


"Yang pasti pembalasan akan sepuluh kali lebih kejam, mereka akan dapatkan balasannya. Bahkan perusahaan itu akan gulung tikar dengan secepat mungkin."


Bimo mengagumi kecerdasan Murano, dalam strategi membalas lawan-lawannya. langkahnya sukar.


"Masyarakat pasti heboh dengan berita itu, Apa langkah Tuan selanjutnya?"tanya Bimo kemudian.


Murano memijat-mijat keningnya yang terasa pusing. "Apa Anda baik-baik saja Tuan? mau diambilkan sesuatu?


"Tidak apa-apa."Murano menghabiskan segelas air, lalu kembali bicara.


"Kita buat konsentrasi masyarakat pecah, Jadi mereka tidak terlalu fokus dengan pemberitaan media abal-abal itu."


Murano company memiliki beberapa jenis usaha, di antaranya Hotel, pusat perbelanjaan, perbankan, bahkan pertambangan.


"Kita adakan diskon besar-besaran, acara bakti sosial, dan kegiatan lain yang bisa mendatangkan simpati masyarakat."


Di rumah Masayu memperlihatkan surat kabar yang membuat berita tentang Murano company pada Alya. Alya membacanya dengan teliti.


"Pantas saja Tuan Murano banyak musuhnya ternyata bisnisnya menyeramkan, bahaya juga persis mafia." ceplos wanita bermata sipit itu.


Alya menatap Masayu dengan tajam, perempuan itu sudah terlalu banyak bicara.

__ADS_1


"Masayu, jaga mulut kamu jangan sembarangan bicara!"bentak Alya


Masayu tersentak. "Maaf Nyonya, Masayu menunduk dan menggigit bibirnya.


"Gawat, Nyonya jangan sampai marah sama aku. Bisa-bisa aku dipecat tanpa mendapatkan hasil." ucapnya dalam hati.


Masayu segera mendekati alya, meminta maaf dan bersikap semanis gula. Gula memang manis, tapi jika terlalu banyak akan menjadi penyakit.


"Ya sudahlah, Alya meletakkan surat kabar itu begitu saja. ia memutuskan bermain bersama Mariska di ruang bermain.


"Bimo!" hubungi Airos katakan aku mau bertemu malam ini juga." perintah bos besar.


"Baik Tuan."


****


Malam harinya Murano dan Tuan Airos bertemu, seperti biasanya Tuan Airos langsung mengeluarkan sifat penjilatnya.


"Aku tidak suka dengan keponakanmu dari pertama bertemu. Sekarang aku semakin tidak menyukainya. Aku akan membuat perhitungan pada keponakanmu dan keluarganya."


"Maaf Tuan. Aku akan bicara pada anak itu untuk segera menemui Tuan dan meminta maaf."ucapkan Airos dengan wajah memelas.


"Aku harap kamu berhasil melakukannya, jika tidak aku tidak akan mengasihaninya!"Murano beranjak dari kursinya dan pergi meninggalkan Tuan Airos yang masih ketakutan, Ia tidak bisa membayangkan Seperti apa keponakannya nanti. Karena ia hafal betul siapa sosok Murano yang sebenarnya, yang terkenal kejam dan tidak pandang buluh. Ia akan tetap melakukan apapun yang menjadi kehendaknya.


Bimo tidak ikut saat Murano menemui Tuan Airos karena sakit perutnya belum sembuh benar.


"Bimo Ada yang ingin kami bicarakan."ucap Jansen.


Bimo menampar Jansen dan Malik dengan keras sehingga pipi mereka memerah. tatapan mata Bimo penuh kemurkaan. Saat Janson dan Malik selesai bercerita soal suap yang dilakukan Alya supaya ia bisa pergi ke kampong Camp.


"Berani-beraninya kalian berbuat seperti itu! kalau sampai Tuan Murano tahu, habislah kalian!


"Bentak Bimo.

__ADS_1


Jansen dan Malik hanya menunduk menyadari kesalahannya. "Maafkan kami Bimo. Tolong jangan laporkan ke Tuan Murano." Jansan menangkap tangan di dada.


Bimo menghela nafas panjang. "Aku tidak akan melaporkan kalian, kita berteman sejak lama. Tapi tolong sebelum berbuat pikir dulu."Bimo menunjuk kepalanya.


"Kami berjanji tidak akan berbuat seperti ini lagi."ucap Malik.


"Uang seberapa pun juga tidak sebanding dengan nyawa kalian,"ucap Bimo yang kemudian menyuruh mereka pergi. Pria tinggi dan tegap itu menghela napas panjang. Hati dan pikirannya mulai berspekulasi.


"Nyonya Alya tidak mungkin memiliki pemikiran seperti ini. Meskipun ia sangat ingin pergi ke kampong Camp. Apakah sakit perut yang kurasakan tiba-tiba setelah minum air rebusan rempah-rempah ada hubungannya dengan ini? sepertinya aku harus mulai waspada ada musuh dalam selimut."


Alya langsung membukakan pintu dan menyambut kedatangan Murano setelah mendengar suara mobilnya. Daniel turun dari mobil dan tersenyum ke arah Alya. Namun, jangankan membalas senyuman melirik pun tidak. Perih


Daniel membuka pintu mobil untuk Murano, Alya tersenyum semanis madu untuknya. dulu senyum itu hanya untukku sekarang kamu memberikannya juga untuk orang lain."gumam Daniel dalam hati


"Kamu belum tidur? Murano mengecup mesra kening istrinya.


"Belum, Aku mengkhawatirkan mu seharian ini."Alya melingkar kan tangannya di pinggang Murano. "berita di surat kabar dan televisi menayangkan tentang perusahaan mu.


"Itu sudah biasa, saling menjatuhkan dalam dunia bisnis."Murano membingkai wajah wanita pujaannya dengan kedua tangan. "Terima kasih sudah khawatir padaku."


Alya menatap Murano meski mulutnya berkata tidak apa-apa, tapi mata tidak bisa berbohong. Ada ketakutan sekaligus kemarahan di sana.


"Berbagilah cerita denganku jangan kamu simpan sendiri Jika ada masalah."ucap Alya


"Iya sayang. Terima kasih atas perhatiannya."


Daniel menatap langit seorang diri, tak ada sinar bulan dan klip bintang. Masihkah diriku ada dalam pikiranmu? masihkah cintaku yang bertahta di hatimu? lihatlah aku sayang masih setia menunggumu.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2