HASRAT TUAN MAFIA

HASRAT TUAN MAFIA
BAB 28. MENYAMAR _ HTM


__ADS_3

"Selamat pagi Daniel." sapa Chang Mai.


Daniel yang sedang mencuci piring menoleh Dan tersenyum.


"Kamu bangun jam berapa? Chang Mai membuka kulkas dan menuang air putih dingin ke gelas.


"Aku juga baru bangun." jawab Daniel. Mau membuat sarapan, tapi bingung mau buat apa?"


"Biasanya sih nasi goreng, atau sandwich yang simpel aja."


"Mau aku buatkan nasi goreng spesial ala kampong camp?


"Boleh saja, tapi harus yang enak loh." canda Chang Mai.


Chang Mai memperhatikan Daniel yang sedang memasak. Ia sangat luwes dan mengerjakan semuanya dengan cepat. Daniel membawa tiga piring nasi goreng kemeja makan.


"Aromanya menggoda." ucap Chang Mai sambil menghirup dalam-dalam aromanya. "Aku bangunin Putraku dulu, ya."


Daniel, Chang Mai, dan putranya sarapan bertiga seperti satu keluarga. Daniel teringat pada Alya dan Mariska sedangkan Vicky yang sejak awal menyukai Daniel, mengharap Daniel bisa jadi ayahnya.


"Kalau kamu kerja, Vicky sama siapa?" Tanya Daniel penasaran


"Aku titip ke ibu mertuaku, rumahnya tidak jauh dari rumah sakit tempatku bekerja." jawab Chang Mai.


"Hari ini biar aku saja yang menjaga Vicky."


Mendengar itu, Vicky bersorak ke gerangan "Hore....aku bisa main di rumah sama Om Daniel." celoteh bocah lima tahun itu. Daniel dan Cang Mai tertawa bersama.


****


Murano memeluk tubuh Alya yang hanya tertutup oleh selimut. Mereka melewati malam yang panas. Tidak ada luka, darah, dan air mata seperti sebelumnya.


"Aku mencintaimu bisik Murano. Alya berbalik badan dan membelai wajah prianya yang tampan.


"Tapi aku tidak mencintaimu." bisik Alya sambil tersenyum usil


"Aku akan membuatmu mencintaiku hingga mabuk kepayang."

__ADS_1


"Oh ya, bagaimana caranya?" Alya mengering menggoda.


Dengan ini, Murano seperti singa yang siap menerkam mangsanya. Alya berteriak lalu kembali diam saat bibir tipisnya dikecup oleh Murano bagi,yang dingin berubah menjadi panas membara.


****


Murano terkejut mendengar laporan dari salah satu anak buahnya, kalau Daniel tinggal di rumah Chang Mai.


"Bahkan dokter Chang Mai yang mengantar Daniel ke rumah Anda Tuan." ucap Devano kemudian.


"Apa maksud Chang Mai melakukan itu, ya? semakin dipikir Murano semakin pusing.


"Kamu awasi Daniel dan juga Chang Mai


"Baik Tuan." jawab Devano dan anak buah lainnya.


"Bagaimana soal asisten dan babysitter untuk Mariska?"


Sudah ada dua puluh calon asisten dan sepuluh baby siter Tuan. Nanti Nyonya Alya dan Anda bisa memilih sendiri." ucap anak buah Murano meletakkan amplop coklat berisi foto-foto calon asisten pribadi Alya dan baby sitter untuk Mariska.


Murano manggut-manggut. Saat ini orang kepercayaannya adalah Bimo karena saat ini Devano sedang cuti panjang. Ia ingin mencari keberadaan ibu dan saudara perempuannya.


****


Aku harus bagaimana katanya kamu punya rencana? tanya Daniel sambil menyilangkan tangan di dada.


"Aku tidak punya apapun, yang dibanggakan."


"Begini... yang pertama kali harus kamu lakukan adalah percaya pada diri kamu sendiri. Jangan belum apa-apa sudah insecure duluan.


"Iya ,maaf lalu aku harus apa?


"Namanya mau perang, ya harus punya senjata dong. Jadi kamu harus menyusup ke dalam rumah itu, menyamar. Gimana kamu ngerti kan?"


Daniel berpikir. Namun, Ia adalah pria sederhana dengan pendidikan seadanya.


"Aku tidak mengerti."

__ADS_1


Chang Mai mendesah. Ini tidak semudah yang ia bayangkan.


" Pertama-tama kamu aku masukkan ke tempat pelatihan untuk orang-orang yang akan bekerja sebagai bodyguard atau pengawal. Pelatihannya bisa dua tahun atau mungkin kurang dari itu. Tergantung kamu." jelas Chang Mai panjang lebar


Daniel mendengarkan. Ia sudah mulai paham rencana Chang Mai.


"Nanti kalau kamu lulus dari sana dengan hasil yang baik, aku akan memasukkan kamu menjadi pengawal di rumah Murano, dari situ Kamu pelan-pelan dekatin Alya.


Daniel manggut-manggut. "Tapi bagaimana caranya kamu memasukkan aku ke rumah Murano.


"Itu urusanku. Yang harus kamu lakukan adalah berusaha keras, oke."


Daniel memberitahukan ke Bimbim dan ibunya kalau ia sudah bekerja di kota Phnom Penh, dan meminta mereka untuk tidak khawatir.


Keesokan paginya Chang Mai mengantar Daniel ke pusat pelatihan yang berada di sebuah desa yang jauh dari hiruk pikuk kota Phnom Penh. Chang Mai memperkenalkan pelatih di tempat itu, Master Liu namanya.


Daniel diajak berkeliling melihat-lihat pola latihan di tempat itu.


"Kalau mau cepat berhasil, kamu harus fokus dan disiplin." ucap Master Liu.


Di sini tidak hanya diajarkan berkelahi dengan tangan kosong. Tapi juga dengan menggunakan senjata tajam dan senjata api." timpal Chang Mai


firasat Daniel mengatakan Chang Mai bukan Wanita biasa. Ia seperti memiliki kisah tersembunyi.


"Kenapa kamu menatapku begitu?" tanya Chang Mai.


"Apa kamu juga memiliki masalah pribadi dengan Murano?"


"Aku tidak memiliki masalah apapun sama dia, aku hanya kasihan dan simpati sama kamu dan Alya." elaknya.


Setelah berbasa-basi, Chang Mai pun berpamitan pulang. Daniel ditempatkan di kamar bersama orang-orang baru lainnya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2