
Aku tidak mengetahui kamu Daniel ataupun Robert. Bukan aku tidak ingin mencari tahu bukan aku tidak bisa mencari tahu tentang Siapa kamu. Tapi aku untuk saat ini berusaha untuk percaya kepada seseorang, tapi kamu menghilangkan kepercayaanku lagi Daniel ataupun kamu Robert.
Jujur aku memang salah kepadamu Daniel, telah merebut Alya dan Mariska dari mu. Tapi kamu juga tidak boleh menyalahkan aku sepenuhnya. Karena aku memang benar-benar sangat mencintai Alya dan Mariska melebihi diriku sendiri. Dulu aku sempat menyiksa Alya hingga Alya pun menjadi lupa ingatan. Salahnya aku memanfaatkan lupa ingatan Alya untuk menjadikan dirinya menjadi pendamping hidupku untuk selamanya.
Tapi apa kalian mengetahui, kalau aku memang benar-benar tulus mencintai Alya dan menyayangi Mariska dari lubuk hatiku yang paling dalam, melebihi diriku sendiri! aku rela kehilangan harta kekayaanku asalkan jangan kehilangan Alya dan Mariska." ucap Murano dengan sendu.
Sepanjang sejarah Murano meneteskan air mata. Semenjak kejadian kurang lebih dua tahun yang lalu setelah penyiksaan yang di lakukan Maya Puspita alias Ibu Nerina, Murano tidak pernah mengeluarkan air mata sedikitpun. Semenjak dirinya terlepas dari Maya Puspita . Yang ternyata ibu kandung Daniel sendiri.
Tampak orang-orang yang di sana pun tercengang mendengar pengakuan Murano. mendengar pengakuan rasa cinta dan kasih sayang yang begitu dalam terhadap Mariska dan juga Alya. Ia juga mengakui kesalahan yang sudah ia lakukan terhadap Alya. Hingga Alya benar-benar merasa dirinya dipermainkan oleh keadaan.
Alya menjerit kesakitan, karena terus berusaha mengingat memori memori di masa lalu. Hingga akhirnya pun Alya tidak sadarkan diri membuat Murano seketika panik, ia langsung menggendong tubuh mungil Alya dan menjerit minta tolong kepada Bimo agar segera membuka mobil dan melarikannya ke rumah sakit. Daniel hanya terpaku menatap Murano yang begitu perhatian terhadap Alya Begitu juga dengan Bimbim.
"Bimbim, Jika kamu ikut ikutlah, kamu ingin mengetahui kondisi Kakak kamu, bukan? tanya Murano dibalas anggukan dari Bimbim. Bimbim langsung menggendong tubuh mungil keponakannya Mariska naik ke dalam mobil yang sama bersama dengan Alya.
Bimbim duduk berdampingan dengan Bimo duduk di bangku samping kemudi bersama dengan Mariska di pangkuannya. Sementara Alya dan Murano berada di bangku penumpang untuk menyadarkan Alya. Murano meminta kepada Bimo untuk melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Murano begitu khawatir terhadap Alya, ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada wanita yang sangat ia cintai.
Kini Daniel sudah menyadari kalau saat ini Murano dan Alya sudah tidak ada di sana lagi hingga akhirnya Daniel pun melarikan mobil yang ada di sana dan mengikuti mobil yang dikendarai oleh Bimo
__ADS_1
Sementara dokter Chang Mai dan Kim Liu saling bertatapan. Mereka tidak mengetahui apalagi yang harus mereka lakukan untuk menghancurkan Murano. Karena Murano pasti sudah mengetahui kartu As Chang Mai dan juga Kim Liu. Membuat Chang Mai tidak dapat berkutik lagi. Begitu juga dengan Kim Liu.
Ibu Maya Puspita alias Ibu nerina hanya terdiam saja di tempat duduknya, tepatnya di kursi roda. Sesekali ia menyeka air matanya yang mengalir begitu deras di wajahnya. Terlihat Chang Mai menghampiri Ibu Maya Puspita alias Ibu nerina. "Maafkan kami Bu, kami tidak bisa membantu Daniel untuk mengembalikan Alya dengannya. Tapi kami akan tetap berusaha agar Alya kembali bersama dengan Daniel." ucap Chang Mai memberikan pengharapan kepada Ibu Maya Puspita alias ibu nerina.
Ibu nerina sama sekali tidak menjawab. Ia hanya terdiam dan menyeka air matanya. ia meratapi segala apa yang terjadi di kehidupannya saat dirinya menjadi seorang PSK jalanan hingga diangkat oleh Tuan Andalas menjadi istrinya, yang ternyata Tuan Andalas sendiri memaafkan Ibu Maya Puspita alias ibu Nerina, untuk melancarkan bisnisnya dijual kepada rekan bisnisnya. Agar jalinan kerjasama mereka terjadi dengan perusahaan-perusahaan besar kala itu.
Jika Ibu nerina dulunya melakukan kesalahan, maka kerap sekali Tuan Andalas menyiksa Maya Puspita habis-habisan. Tapi jika mendapat pujian tak tanggung-tanggung Tuan Andalas memberikan Maya Puspita, hadiah yang begitu pantas perawatan di salon jalan-jalan ke luar negeri dan membeli barang-barang apa yang dia inginkan.
Karena merasa dimanfaatkan oleh Tuan Andalas kala itu, Ibu Maya Puspita sama sekali tidak terima. Hingga Ia memiliki rencana untuk melakukan pembunuhan terhadap Tuan Andalas dengan cara menabur minyak di dekat kamar mandi dan di sanalah Tuan Andalas terjatuh hingga merenggang nyawa.
Tapi publik mengetahui kematian Tuan Andalas itu karena serangan jantung, jadi Nyonya Maya Puspita hari itu terlepas dari jeratan hukum. Mengingat perlakuan dan kejahatan Tuan Andalas kepada Maya Puspita. Sehingga Maya Puspita melampiaskannya kepada Murano kala itu, setelah Tuan Andalas meninggal dunia.
Sementara di tempat lain, tepatnya di rumah sakit milik dokter Surya. Mereka akhirnya tiba. ketika mobil yang ditumpangi Bimo Sudah tiba di rumah sakit dan dokter Ritonga sudah bersiap menunggu di ruang UGD karena sebelumnya Bimo Sudah menghubunginya.
"Apa yang terjadi? Mengapa Nyonya Alya tidak sadarkan diri?" tanya dokter Ritonga kepada Bimo dan juga Murano.
"Ceritanya panjang dokter, Nanti akan saya ceritakan keseluruhan. Tapi untuk saat ini Tolong bantu selamatkan istri saya Alya.
__ADS_1
"Aku tidak akan mengampuni diriku sendiri jika terjadi sesuatu kepadanya. Aku sangat sayang dan mencintainya."ucap Murano dengan tulus didengar langsung oleh Bimbim, membuat Bimbim sedikit demi sedikit melunak melihat sikap manis Murano terhadap Alya dan juga Mariska.
"Tuan Tenang saja, tolong Biarkan saya memeriksa kondisi kesehatan nyonya. Tuan tunggu di sini ya, dan yang lainnya. Biar kami periksa terlebih dahulu." ucap dokter Ritonga sambil menutup pintu ruang pemeriksaan. Terlihat dokter Ritonga memeriksa kondisi kesehatan Alya. Dokter Ritonga menggelengkan kepalanya. Ia sedikit bingung apa yang terjadi terhadap orang Alya yang saat ini begitu lemah.
Dokter Ritonga pun Mama melakukan pemeriksaan lebih lanjut agar mengetahui apa yang sebenarnya yang dialami oleh Alya.
Kemudian dokter Ritonga pun keluar dari ruang pemeriksaan pertanyaan demi pertanyaan pun dilontarkan oleh Murano.
"Bagaimana kondisi Alya dokter apa dia baik-baik saja ?
Dokter Ritonga menghela nafas panjang. Kita tunggu saja ya Tuan, sampai Nyonya Alya sadarkan diri. Kita akan mengetahui perkembangan yang terjadi nanti . Tapi sepertinya Nyonya Alya perlu dirawat inap kembali di rumah sakit, agar kami dapat memantau perkembangan kesehatan Nyonya Alya."ucap dokter Ritonga kepada Murano.
"Lakukan yang terbaik kepada istri saya dokter, aku tidak peduli berapapun biaya yang kalian perlukan. Yang pasti istri saya dapat pulih kembali. Terlihat dokter Ritonga mengembangkan senyumnya menatap Murano dengan tatapan penuh arti. Ia mengetahui kalau saat ini Murano benar-benar sangat mencintai Alya, melebihi dirinya sendiri. Bimbim yang melihat raut kesedihan di wajah Murano, membuat kalau Murano itu benar-benar tulus mencintai Alya dan menyayangi Mariska.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN