
Sementara di tempat lain, tampak Mariska meminta kepada Alya dan Murano janji yang sudah dijanjikan oleh Murano kepadanya. Kalau setelah pulang bulan madu mereka akan membawa dedek Bayi untuk Mariska. Hal itu membuat Murano membulatkan matanya.
"Ayah berbohong! katanya setelah pulang jalan-jalan akan membawa oleh-oleh dedek bayi untuk Mariska. Tapi setelah pulang dari jalan-jalan, Ayah dan ibu tak membawa dedek bayi untuk Mariska."ucap Mariska sambil mengerucutkan bibirnya.
"Siapa bilang Ayah berbohong, dedek bayinya masih ada di perut ibu."ucap Murano untuk menenangkan hati Sang Putri. Sehingga Alya langsung membulatkan matanya lalu mencubit perut suaminya.
"Sayang, jangan menjanjikan Putri kita seperti itu, nanti terus menuntutnya.
"Kalau begitu, kita harus kembali bekerja keras membuat dedek bayi untuk Mariska."Alya tidak menjawab dan memilih untuk diam dan menggelengkan kepala.
****
Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya ke permukaan bumi, membuat tidur wanita cantik menjadi terganggu. Alya bergeliat lalu meraba kasur di sebelahnya. Ia tak menemukan Murano di sana.
Entah mengapa tiba-tiba kepala Alya pusing, perlahan ia berusaha bangkit. Berniat untuk pergi ke kamar mandi untuk membuang hajatnya. Tapi tiba-tiba saja kepalanya terasa berputar perutnya terasa mual, Alya berusaha untuk berlari ke kamar mandi, agar dirinya tidak memuntahkan isi dalam perutnya di dalam kamar. Hingga Ia pun tiba di kamar mandi dengan sempoyongan, lalu mengeluarkan seluruh isi perutnya.
Alya semakin tak berdaya Lagi, sehingga dirinya jatuh pingsan.Murano yang baru kembali berolahraga mencari sosok istrinya, Tapi ketika dia memanggil-manggil nama istrinya, tak kunjung ada jawaban.
Sehingga ia berinisiatif mencari istrinya ke kamar mandi, dan ia begitu terhenyak melihat sosok istrinya sudah tergeletak di atas lantai. Ia menjerit Memanggil nama istrinya. lalu menggendong tubuh istrinya ke atas tempat tidur, kemudian ia keluar memanggil anak buahnya Devano yang menunggu di depan.
"Ayo kita bawa Alya rumah sakit. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepadanya, dia jatuh pingsan." ucapnya.
"Ngapain harus dibawa ke rumah sakit? kan, ada dokter surya yang akan datang ke sini. Aku sudah menghubunginya, ketika kamu menjerit meminta tolong." ucap Devano .
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, dokter Surya pun datang menghampiri Alya yang saat ini sedang berbaring lemah di atas tempat tidur. Setelah melakukan pemeriksaan, dokter Surya mengembangkan senyumnya.
"Sepertinya jagung yang sudah kamu tanam Sudah tumbuh dengan subur."ucap dokter Surya sambil terkekeh menatap Murano yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri.
"Maksud Om?
"Ya, jagung yang sudah kamu tanam, Sudah tumbuh subur di rahim Alya."
"Itu berarti Alya saat ini sedang hamil?
dokter Surya menganggukkan kepalanya.
Murano bersorak kegirangan sampai dirinya melompat-lompat, di tempatnya. lalu langsung memeluk istrinya yang masih berbaring di atas tempat tidur dan membubuhinya dengan kecupan demi kecupan.
Sedangkan Devano menghantarkan dokter Surya ke ruang depan dan ia menembus obat yang di resep oleh sang dokter.
"Aku kenapa? tanya Alya yang baru tersadar dari pingsannya.
"Kamu tadi jatuh pingsan di kamar mandi, mulai sekarang kamu tidak boleh kelelahan dan segala keperluanmu akan diurus oleh pengawal. Jangan pernah melakukan sesuatu yang dapat membahayakan anak kita yang ada di dalam sini."ucap Murano sambil mengelus perut istrinya yang masih terlihat rata.
"Apa?
" Anak?"
__ADS_1
"Maksud kamu apa sayang?"
"Iya, saat ini kamu sedang hamil dokter Surya sudah memastikannya." ucap Murano sambil langsung memberikan kecupan hangat di wajah cantik istrinya.
"serius?
"Jadi karena aku sedang hamil sehingga aku jatuh pingsan?
"Iya, makanya kamu tidak boleh kelelahan."ucap Murano sambil mendekap tubuh istrinya.
Mariska telah mendapatkan kabar Kalau ibunya Alya sedang hamil dedek bayi untuknya. Membuat dirinya bersorak kegirangan dan memeluk Bimbim yang sedang berada di tepi kolam renang.
Om Bimbim, sebentar lagi aku akan memiliki dedek bayi. Aku akan memiliki teman baru untuk bermain. Tidak hanya Om Bimbim saja."ucapnya bersorak kegirangan.
Kebahagiaan Murano dengan Alia semakin lengkap setelah kabar kehamilan Alya membuat keduanya benar-benar sangat bahagia.
TAMAT....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN
__ADS_1