
"Apa yang terjadi sama Nyonya Alya, Bi?" tanya Murano.
"Bibi juga tidak tahu, Tuan. seharian ini nyonya hanya bersama dengan Masayu," jawab pengasuh Mariska.
"Wanita itu pasti membuat masalah lagi. ternyata dia lebih nekat dari dugaanku."gumam Bimo dalam hati.
Murano menurunkan Mariska dan mengecup keningnya. "kamu main sama Baby dulu, ya. Ayah mau menemui ibumu dulu."ucap Murano kepada Mariska yang dibalas anggukan dari Mariska.
Bocah cantik itu mengangguk. "iya, Ayah."
Dengan tergesa-gesa Murano menaiki anak tangga. Ia membuka pintu tanpa mengetuknya lebih dulu, membuat Alya dan Masayu terkejut.
"Nyonya, aku permisi dulu,"bisik Masayu.
setelah Masayu meninggalkan kamar, Murano langsung memeluk Alya. Namun, Alya langsung mendorongnya, sorot mata Alya yang sebab penuh kemarahan.
"Ada apa, sayang?" Murano heran
"Siapa kamu sebenarnya? katakan satu saja kebenaran padaku!" Alya melempar Murano dengan bantal.
"Kebenaran apa?"
"Kebenaran tentang siapa kamu, Aku, Daniel dan hubungan kita!" teriak Alya.
"Katakan juga padaku siapa yang membuatku, kamu atau Daniel?" tangis Alia semakin kencang, wajahnya memerah terbakar amarah.
Murano terhenyak. Pertanyaan yang paling ia takutkan terlontar juga dari mulut Alya. perlahan ia mendekati Alya, tetapi wanita berambut hitam itu menghindar seolah jijik dengannya.
"Aku sudah menceritakan semuanya sama kamu, bahkan kita punya album pernikahan, surat nikah dan dokumen lainnya. Apa itu belum cukup membuktikan siapa aku, kamu dan hubungan, kita?"
"Kamu berpuasa dan punya segalanya, tidak sulit untukmu membuat dokumen palsu atau...." Alya tidak meneruskan kata-katanya, kepalanya terasa pusing.
"Tega sekali kamu menuduhku seperti itu." ucap Murano dengan wajah memelas.
"Aku sudah lihat video yang kini beredar di internet," Alya menghapus air matanya dengan kasar. "Selain ada kamu di sana, juga ada Bimo dan kairo, mereka orang-orang kepercayaanmu, kan?
Murano terkekeh dalam kegetiran. "Jangan percaya dengan segala sesuatu di internet, tidak semuanya benar."
"Tidak semuanya benar, tapi tidak semua salah juga, kan?"tugas Ayah cepat
Masayu buru-buru mengunci pintu kamar, lalu dia langsung loncat keranjang dan melompat-lompat sambil bersorak. "Yeay!" rencana aku berhasil!"
"Apa yang membuatmu sangat gembira nona Masayu?"
Masayu seketika mematung mendengar suara berat Bimo, perlahan ia menoleh. Bimo berdiri sambil bersandar di lemari dengan tangannya menyilang di dada. Ekspresinya sangat menakutkan.
__ADS_1
"Diam-diam masuk ke kamar orang lain itu pelanggaran tahu!" bentak Masayu sambil berkacak pinggang
"Bimo mendekati masa. "Lalu bagaimana dengan pengkhianat, Apa itu juga pelanggaran berat?"
Masayu menelan ludah, ia tidak menyangka Bimo bisa masuk ke kamarnya yang terkunci. Bimo menarik tangannya dan memutarnya hingga tubuh Masayu ikut berputar atau belakang Masayu berteriak kesakitan.
"Tega sekali kamu menyakiti perempuan!" Masayu meringis menahan sakit.
"Penghianat ya penghianat, tidak peduli laki-laki atau perempuan harus mendapatkan hukumannya." tangan kiri Bimo meraba saku celana Masayu. Ia mau ngambil ponsel Masayu.
"Hei! kamu apa-apaan, sih!"
Bi mau mendorong tubuh Masayu hingga wanita muda itu tersungkur. Namun, secepat kilat ia bangun lagi, dan berusaha merebut kembali ponselnya.
"Kembalikan dasar kurang ajar! teriakan Masayu membuat Bimo lepas kendali, iya menampar masa.
"Entahlah hukuman apa yang akan diberikan Tuan Murano untukmu!"ucap Bimo sebelum ia keluar kamar.
Masayu memegangi pipinya yang terasa perih. Ia teringat ruangan yang Bimo katakan.
"Apa aku akan disiksa di sana?"
Kembali ke kamar Alya.
"Percaya padaku, Jangan dengarkan omongan orang lain." Murano masih berusaha membujuk Alya.
"Kamu harus percaya pada hatimu sendiri."
Murano beranjak dari duduknya, lalu keluar kamar.
Alya melihat sesuatu di saku jas Murano yang terjatuh, ia mau ngambilnya. Ternyata tiket pesawat ke new Zealand.
Masayu hilir mudik di kamarnya hatinya dilanda rasa takut. Ia belum sempat menghapus semua percakapan antara dia dan Chang Mai.
"Bagaimana ini apa aku kabur saja, ya." wanita itu menggigit kuku jari telunjuknya, kebiasaan jika sedang bingung. Bergegas Ia memasukkan beberapa pakaian ke tas ransel sengaja ia tidak membawa semua pakaiannya agar memudahkan dalam proses pelarian diri.
Wanita itu membuka pintu perlahan setelah memastikan situasi aman ia berjalan perlahan sambil tetap bersikap waspada. wanita itu memutuskan kabur lewat pintu belakang yang jarang dilewati pengawal.
Masayu memanjat pagar belakang yang lumayan tinggi lalu menuruninya perlahan.
Masayu menghela napas lega. Karena sudah berhasil keluar dari rumah Murano. Namun, tidak berlangsung lama Murano. Bimo dan pengawal lainnya sudah ada di belakangnya
"Mau ke mana penghianat!" teriak Bimo
wajah Masayu pucat, dan keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya.
__ADS_1
"Jadi kamu biang segala masalah di sini?" ucap Murano dengan ekspresi dingin dan menakutkan. Murano mendekati Masayu dan menarik rambutnya.
"Ampun Tuan." ucapnya dengan wajah memelas seraya melakukan tangan di dada.
"Dari dulu Aku paling benci dengan penghianat, musuh dalam selimut seperti kamu."
"Ampun Tuan. Aku tidak akan mengulanginya lagi." Masayu menangis tersedu, mendorong tubuh Masayu lalu mencekiknya. Wajah Masayu semakin pucat nafasnya tersengal-sengal.
"Dengan siapa kamu bekerja sama?" tanya Murano.
Daniel yang menyaksikan itu ikut ketar-ketir. takut kalau sampai Masayu buka mulut, dirinya juga terancam semua rencana gagal total dan nyawa taruhannya. Bila kemarin ia berpura-pura mati, mungkin sekarang bakal mati beneran.
"Dengan siapa kamu bekerja sama?! Murano mengulangi pertanyaannya dengan suara yang menakutkan.
Daniel kasihan melihat Masayu, tapi dia juga bingung harus berbuat apa.
"Aku tidak bekerja sama dengan siapapun Tuan."jawab Masayu terbata-bata
"Pembohong!!!!
Masayu menggeleng. Murano melepaskan cekikannya. Murano meminta Bimo memasukkan Masayu ke dalam mobil dan meminta pengawal lainnya kembali ke rumah.
"Apa yang akan mereka lakukan pada wanita malang itu?"tanya Daniel dalam hati.
Chang Mai sudah menyebarkan video itu ke berbagai sosial media, tapi dalam waktu yang singkat video itu telah terhapus dan menghilang.
"Apa yang terjadi? kenapa videonya malah hilang dan tidak bisa diputar ?"
Demi keamanan Daniel memutuskan membuang ponselnya ke danau buatan yang ada di halaman belakang rumah Murano. Namun, sebelum membuangnya ia mengambil kartu memori dan sempat mengirim pesan pada Chang Mai.
Ia memberitahu kalau nyawa Masayu terancam bahaya. Karena dia sudah ketahuan.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" tegur salah satu rekannya membuat Daniel kaget setengah mati.
"Oh tidak apa-apa, hanya sedang merenung Kilahnya.
"Ayo kita istirahat, ajak sang rekan sambil jalan. Daniel mengangguk dan jalan bersisian dengan rekannya itu.
Kira-kira apa yang terjadi dengan wanita itu ya?" tanya Daniel.
"Matilah, apalagi!"itu hukuman untuk penghianat di sini."jawab si rekan membuat Daniel menelan ludah.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN