
"Mulai sekarang namamu bukan lagi Daniel, tapi Robert,"ucapnya sambil menyerahkan kartu identitas baru pada Daniel.
Kening Daniel Manggarai saat melihat kartu identitas barunya. "Tidak ada nama lain apa selain Robert?"protesnya.
Chang Mai menggeleng. "Fokus saja pada ujiannya, sisanya biar aku yang ngurus. semuanya kamu tinggal jalankan saja apa yang aku rencanakan."
"Sebenarnya ada dendam apa kamu kepada Murano? Daniel penasaran
Tangan wanita yang menyamar dengan berpenampilan seperti pria itu bersedekap, ingat pada peristiwa sekitar lima belas tahun yang lalu itu hadir kembali. Saat Chang Mai ingin cerita, Master Liu datang dan meminta para peserta ujian bersiap.
Bimo datang dan memberikan beberapa lembar kertas yang berisi biodata beserta ujian yang direkomendasikan oleh Master Liu, salah satunya adalah Daniel alias Robert.
Murano membaca dan memperhatikan satu persatu biodata peserta, ia fokus memperhatikan biodata milik Robert.
"Tolong periksa lebih jauh orang ini." Murano memberikan lembar biodata Robert pada Bimo.
"Baik Tuan" ucap Bimo
Setelah selesai menidurkan Mariska, urusan tidur gadis kecil dengan rambut panjang itu hanya mau sama ibunya, Alya pun dengan senang hati melakukan itu mengusap punggung atau membelai rambutnya, dan membacakan cerita.
Alya mengendarkan pandangannya ke seluruh ruangan. "sepi banget, sih."gumamnya sembari menuruni anak-anak tangga. Saat akan menuju dapur, Alya melihat asisten pribadinya sedang duduk di teras belakang. Wanita dengan baju babydoll berwarna cream menghampirinya.
Masayu sedang melihat ponselnya sambil senyum-senyum
"Melihat apa sih, sampai senyum-senyum begitu? Tanyanya.
Masayu kaget dan langsung berdiri, membungkuk dan mengucapkan maaf berkali-kali.
"Sudahlah tidak perlu seperti itu, santai saja."Alya menghempaskan bokongnya di sofa panjang yang berwarna cerah.
"Kamu lagi lihat apa, sih?"Alya masih penasaran.
Masayu kembali duduk, lalu memperlihatkan foto-foto di galeri ponselnya. "Tadi aku lihat-lihat foto-foto waktu liburan ke kampong camp sama teman-teman."
"Tempat itu sangat indah. Dikelilingi dengan lautan biru, yang sebiru langit dan perbukitan yang hijau. Kalau menggunakan pesawat jet pribadi ditempuh hanya satu jam setengah, kalau naik kapal laut bisa seharian."cerita Masayu kepada Alya. Menceritakan pengalamannya sendiri saat melakukan perjalanan liburan ke kampong camp.
Alya membuka satu demi satu foto-foto di ponsel Masayu. Kampong camp beserta pantai.
"Aku merasa sangat dekat seperti ada keterikatan." ucap Alia dalam hati. Wanita yang rambutnya di kuncir kuda menatap lekat-lekat sebuah video yang memperlihatkan keindahan kampong camp.
"Coba kamu ceritakan lagi soal kampung camp, Masayu?"minta Alya
"Hmm... masyarakat di sana lebih suka menggunakan sepeda atau tuk tuk sebagai alat transportasi. Masyarakatnya sebagian bekerja sebagai pelayan ada juga bekerja di hotel, ada beberapa orang yang bekerja kerajinan menganyam bambu."ucap Masayu mulai bercerita.
__ADS_1
Alya mengembalikan ponsel Masayu. Alya merasa sangat pusing, ia memejamkan mata untuk mengusir rasa sakit itu. Alya melihat sekelompok anak berpakaian lucu berlarian lalu masuk secara sembunyi-sembunyi ke sebuah bangunan mewah bertingkat tinggi.
Anak-anak itu terkesima melihat kemegahan bangunan itu.
"Hai teman-teman, lihat ada kolam renang." teriak seorang anak wanita dengan rambut pendek sebahu.
"Jangan, lebih baik kita pergi kalau ketahuan bisa-bisa dimarahin."cegah seorang anak laki-laki.
Namun, gadis kecil dan teman-temannya tetap mendatangi kolam renang dan ikut berenang.
Orang-orang merasa terganggu dan melaporkannya ke petugas keamanan. anak-anak itu lari kocar-kacir, saat petugas datang. Si gadis kecil terjatuh hingga lututnya berdarah, tapi si anak laki-laki yang berusia tiga tahun lebih tua menggendongnya di punggung.
Seseorang memanggilnya. "Alya....Alya bangunlah!"Alya mengerjap, lalu membuka matanya, keningnya bercucuran keringat nafasnya tersengal-sengal seperti habis lari puluhan kilo meter
"Nyonya ada apa? Apa Anda sakit? tanya Masayu khawatir.
"Aku seperti mengingat sesuatu, Masayu! Alya memegang kepalanya.
"Apa yang Anda ingat nyoya."pancing Masayu.
"Bangunan tempat kamu foto-foto itu di mana? tanya Alya.
"Oh itu di hotel Airos,"jawabnya singkat
Alya berdiri. "Pantai dan hotel itu sepertinya tidak asing untukku, aku merasa sudah pernah ke sana."
"Masayu Tolong bilang Pak Barco, buatkan aku teh aroma seperti biasa, dan bawa ke kamar ya."
"Iya, nyonya."
Alya menuju kamarnya dengan tergesa-gesa, sesampainya di kamar, ia langsung mengambil ponsel dan membuka aplikasi pencarian, mengetik kata Kampong camp
Pemandangannya membuat Alya terpukau walau hanya melihat lewat gambar. "Sepertinya aku pernah ke sini, tapi kapan Dan sama siapa?"tanyanya pada diri sendiri. kemudian Alya mengklik berita, ada banyak pemberitaan tentang Kampong camp kebanyakan berita tentang pembangunan.
Ada satu berita menarik perhatiannya judulnya. "Pengusaha kota Phnom Penh menculik seorang wanita bersuami." Ketika ia mengklik berita itu, Mariska datang dan langsung berlari memeluknya, ponsel Alya terjatuh.
"Oh ,Sayang ada apa?"Alya memeluk Mariska dan mengecup keningnya.
"Ibu, aku tadi mimpi seram." jawabnya dengan nada suara khas anak kecil
"Mimpi apa sayang?"
"Ada hantu mau nangkap ayah,"jawab Mariska.
__ADS_1
Alya tertawa. "Tidak ada hantu, lagi pula Ayah itu jagoan Dia tidak takut apapun."Alya memencet hidung mancung Mariska.
Pak Barco datang membawakan segelas teh yang diminta Alya dan meletakkannya di atas meja.
"Pak Barco, boleh aku bertanya sesuatu?
"Tanya apa, nyonya?"
"Pak Barco sudah lama bekerja di sini, Apa Bapak tahu Aku berasal dari mana? atau bagaimana Aku dan Tuan Murano bertemu?"
Alya mendudukkan Mariska di tempat tidur.
"Setiap kali aku bertanya pada Murano, dia seperti menghindar hanya menjawab seadanya."
Pria tua itu menelan ludah, takut jika salah menjawab akan menyebabkan masalah. "Maafkan aku nyonya, Aku tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu."jawab Pak Barco menunduk.
"Kenapa Pak? Apa ada yang disembunyikan dariku? Alya terus mendesak.
"Maaf nyonya. bukan kapasitasku untuk menjawabnya mohon Anda maklum."
Ya sudah bapak boleh pergi kata Alya yang agak kesal.
*****
Ujian sudah selesai, Daniel atau Robert di peringkat kedua. Chang Mai agak kecewa dengan hasilnya. Karena dia tidak akan mungkin dipilih Murano, ia pasti memilih peringkat pertama.
Chang may berpikir keras memikirkan rencana lain.
"Tuan, pria ini anak yatim piatu, tidak diketahui siapa orang tuanya, dari bayi dia diasuh di panti asuhan, lalu Hidup berpindah-pindah tempat dan bekerja serabutan. Sampai akhirnya ikut pelatihan di sini."Bimo menjelaskan tentang Robert alias Daniel.
"Hmm... menarik juga kisah hidupnya,"ucap Murano.
"Apa Tuan akan mengambilnya menjadi pengawal pengganti Kairo?"tanya Bimo.
Murano menggeleng dan menyilangkan kaki. "Aku tidak memerlukan pengawal lagi, tadi Hanya penasaran saja soalnya dia mirip seseorang."
Bimo mengangguk, ia sendiri merasa pengawal Tuan Murano sudah lebih dari cukup. Di rumah pun pekerjaan mereka hanya menjaga rumah, membersihkan taman, kolam renang, atau kolam ikan.
"Ayo kita pulang."Murano beranjak diikuti Bimo. Tiba di parkiran mobil mereka tidak ada.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN