HASRAT TUAN MAFIA

HASRAT TUAN MAFIA
BAB 29.DANIEL BUNUH DIRI_ HTM


__ADS_3

Murano dan dua pengawalnya ke rumah sakit tempat Chang Mai praktek.


"kalian tunggu di sini saja,"titah Murano. dua pengawalnya mengangguk.


Tanpa mengetuk pintu Murano langsung masuk dan membuat Chang Mai kaget.


"Mu ... Murano kamu bikin aku kaget!"memegang dadanya. Murano menarik kursi dan langsung duduk tanpa dipersilahkan.


"Ada hubungan apa kamu dengan Daniel?"tanya Murano tanpa basa-basi.


"Daniel? Chang Mai pura-pura terkejut.


Murano tersenyum sinis. "Daniel si pria menyedihkan dari Kampong camp yang merupakan suami sahnya Alya."


"Oh itu."Chang Mai tersenyum canggung.


"Kami tidak sengaja bertemu di taman kota."Chang Mai menceritakan awal pertama bertemu dan kenalan sama Daniel.


"Dia putus asa karena Alya mengacuhkannya, Keesokan paginya Dia pamit kembali ke kampong camp."tambah Chang Mai.


Murano mengangkat sebelah alisnya. "Jadi sekarang pria menyedihkan itu kembali ke kampong Camp?"


"Iya... waktu Pamit dia bilang seperti itu." Aku tidak tahu lagi kabarnya."


Chang mai memang sangat meyakinkan, tapi Murano merasa ada yang disembunyikan. Mengingat hubungan baik dengan dokter surya dan almarhum suami Chang Mai, Murano tidak memperpanjang masalah ini.


"Hubungan Aku dan dokter Surya sangat baik, Jadi kamu jangan merusaknya dan jangan ikut campur urusan orang lain!"Murano memberi peringatan tegas kepada Cang Mai perempuan 38 tahun itu menggigit bibirnya tatapan tajam merana membuatnya takut.


Chang Mai menghela nafas lega setelah Murano pergi. Ia harus lebih hati-hati dan perhitungan dalam bertindak. Misi balas dendamnya Kali ini harus berhasil.


Suara ketukan pintu membuatnya terkejut. perempuan dengan rambut hitam itu meneguk segelas air dan menarik nafas dalam dalam, lalu mengeluarkannya perlahan. "Silakan masuk."ucapnya


Ternyata yang datang dokter Surya. Beliau juga memberi Chang mai peringatan keras. "Jangan ikut campur masalah yang berhubungan dengan Murano. Dia pria yang berbahaya!"


"Aku hanya bersimpati pada Daniel, lagi pula kami nggak sengaja bertemu." jelas Chang Mai.


"Kamu bersimpati pada orang yang salah." dokter Surya berkaca pinggang.


"Kamu bahkan membawa pria itu ke rumah Murano dan bertemu Alya. Untung saja pria itu tidak ditembak mati pengawal Murano!"


"iya Pak. Maaf membuat Papa khawatir." ucap Chang Mai sambil menunduk.

__ADS_1


****


Karena babysitter untuk Mariska dan asisten pribadi untuk Alia telah tiba, Kairo mengajukan cuti seperti Devano.


"Kamu sudah bekerja keras, jadi aku mengizinkan kamu cuti selama dua bulan dan gaji tetap akan dibayarkan."ucap Murano


Ingin rasanya Kairo berteriak " Hore!"sangking bahagianya.


"Terima kasih banyak Tuan!"


Kairo bergegas ke kamarnya dan memasukkan pakaiannya ke tas ransel. ia ingin traveling kebanyakan tempat menarik sekaligus mencari cinta sejati.


"Wah, asik banget nih yang bisa liburan, salah satu rekannya berdiri di depan pintu.


Kairo tersenyum" iri bilang Bos!"ledek Kairo.


"Sabar ya semua kebagian hibur Kairo.


Kini rekannya berjalan tergesa-gesa dan masuk ke ruang kerja Murano tanpa menutup pintu.


"Apa kamu sudah lupa cara mengetuk pintu."sindir Murano


"Maaf Tuan, ini karena ada kabar penting yang harus aku sampaikan." ucapnya.


"Kabar apa." tanya Murano


"Daniel ditemukan tewas bunuh diri dengan cara melompat dari jembatan ke sungai, Tuan."


Murano geleng-geleng. "pria itu benar-benar menyedihkan. Tapi kamu sudah cak ulang informasi itu?"


"Sudah dicek berulang-ulang. Bahkan aku melihat sendiri jenazahnya Tuan."jawab Bimo. celana pria itu juga ditemukan kartu identitas dengan nama Daniel.


Murano tertawa. "kita harus merayakan ini."


Akhirnya aku bisa bernapas lega Daniel sudah mati. Alya menjadi milikku seutuhnya. nggak nyangka juga pria itu berpikiran pendek kasihan dia. memang Dewi pertuna selalu berpihak kepadaku."ucap Murano senyum bahagia.


Saat melihat Murano datang Mariska langsung berlari memeluk dan Memanggil "Ayah, pulang!"


Murano menggendong dan mencium pipi Mariska yang tembem.


"Bahkan anak ini sudah melupakan Ayah kandungnya Dan menganggap aku ayahnya. kamu tenang saja ia Daniel aku akan menjaga mereka dengan baik. "ucap Murano dalam hati.

__ADS_1


"Sayang, perkenalkan ini Masayu asisten pribadi pilihan aku. Dan ini Ibu Nurjanah babysitter untuk Mariska."ucap Alya


Murano menatap keduanya dari ujung kaki sampai ujung rambut membuat keduanya pun kikuk.


Bekerjalah yang baik." ucap Murano sambil menurunkan Mariska


"Iya Tuan." jawab Masayu dan juga Bu Nurjanah.


Malam ini Murano dan Alya akan menghadiri acara pesta ulang tahun perusahaan salah satu rekan bisnis Murano. Murano menjadi tamu kehormatan dalam acara yang bertabur selebriti, pengusaha kelas atas, dan pejabat baik pusat maupun daerah. Yang diadakan di salah satu hotel mewah yang ada di pusat kota Phnom Penh.


Sebenarnya Murano malas menghadiri acara seperti itu. Sari dulu ia tidak pernah hadir. niatnya malam ini juga tidak hadir, tapi Alya menemukan undangan makan malamnya dan merajuk untuk datang. Sangking cintanya pada Alya Ia pun menurutinya.


Masayu melakukan pekerjaannya dengan baik, ia memilih gaun yang cantik dan mendandani Alya. Murano dan Nurjanah sampai terpesona melihatnya.


"Wow, Nyonya seperti seorang Dewi. cantik sekali." Puji Bu Nurjanah.


Murano mendekati Alya. "Daripada ke acara itu, lebih baik kita ke kamar. Aku ingin menikmati kecantikan Kamu seorang diri. Murano mencolek dagu Alya dan mengerling nakal. Alya mencubit perutnya hingga Murano kesakitan.


"Kok, aku dicubit?" protesnya


Alya terkekeh. "Syukuri, kamu sih mintanya ke kamar terus."


Bu Nurjanah dan Masayu tertawa membuat Murano jadi salah tingkah.


"Ibu, Ayah, aku mau ikut ke pesta." Mariska sudah lancar bicara mulai merajuk. Ia turun dari pangkuan Bu Nurjanah dan memeluk ibunya.


Alya berjongkok menyamakan tingginya dengan Mariska. " Maaf ya princess-nya Ibu, malam ini kamu nggak bisa ikut. Ini acara orang tua, tidak ada anak kecil di sana." bujuk Alya.


Mariska mengerucutkan bibirnya. Alya mencium keningnya dan berkata. "Besok kita jalan-jalan sama ayah, ya..sekarang Ina bobo sama Bu Nurjanah oke."


Mariska mengangguk. Walau masih terlihat ketidakrelaan di wajahnya. Murano mengecup kening Mariska dan mengucapkan selamat malam. Bu Nurjanah menggendong dan membawa Mariska ke kamarnya.


****


Semua mata di ruangan itu tertuju pada Murano dan Alya. Wartawan pilihan yang mendapat kesempatan meliput, acara eksklusif acara ulang tahun itu tidak menyia-nyiakan kesempatan. Murano termasuk sosok yang misterius. Sebab jarang muncul di acara-acara publik.


Banyak yang penasaran dengan kehidupan pribadi orang terkaya di kota Phnom Penh dan negara ini. Namun hari ini semua rasa penasaran publik akan terjawab. Murano sudah memiliki pendamping yang cantik.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2