HASRAT TUAN MAFIA

HASRAT TUAN MAFIA
BAB 26. RENCANA CHANG MAI_ HTM


__ADS_3

"Siapa orang itu, Kairo?"tanya Alya sambil memangku Mariska yang sedang minum susu dari dotnya.


"Itu orang yang bernama Daniel, dia orang yang membuatmu celaka sehingga koma selama satu bulan."jawab Kairo yang tidak menyangka Daniel bisa datang ke sini.


"Tapi, Kenapa dia bilang kalau aku ini istrinya dan Mariska anaknya?"


"Dia tahu kamu hilang ingatan, jadi dia berusaha mempengaruhi kamu."Kairo berharap Alia tidak bertanya lagi tentang Daniel karena dia takut salah jawab.


"Sudah lupakan saja dia."


"Tapi kenapa Mariska juga memanggilnya Ayah sampai nangis-nangis?"


Kairo menggaruk kepalanya. "Daniel itu dulu dekat dengan Mariska dan menyebut dirinya Ayah Mariska,"jawab Kairo lagi-lagi berbohong.


"Kalau Murano tahu dia yang sudah membuat aku celaka Kenapa dia masih dibiarkan berkeliaran mengganggu?"tanya Alya yang membuat Kairo bingung.


"Kenapa Murano tidak melakukan tindakan?"


"Hmm... itu karena Tuan Murano terlalu baik. iya kasihan dengan keluarganya Daniel, tapi setelah ini mungkin Tuan merana akan melakukan tindakan,"jawab Kairo.


"Memangnya Seperti apa keluarga Daniel?"Alya kembali bertanya.


Kairo menelan ludah. bingung, lalu ponselnya bergetar ternyata ada pesan dari Murano. Murano menanyakan Alya karena ia sudah sampai di restoran tempat mereka akan makan malam ini.


"Nyonya, Ayo kita berangkat, Tuan Murano sudah menunggu."Kairo meraih Mariska dari pangkuan Alya.


Kairo memberitahukan kedatangan Daniel pada Murano lewat pesan Whatsapp.


"Berani juga dia datang ke sini!"gerutu Murano.


"Tenang saja Tuan dia tidak akan membahayakan,'ucap Devano.

__ADS_1


"kata Kairo pria menyedihkan itu sudah bisa jalan normal, mungkin itu yang membuat dia percaya diri."


"Apa Tuan akan melakukan tindakan?"tanya Devano.


Murano mengangkat bahunya. "kita lihat dulu perkembangannya, kalau dia tetap mengganggu singkirkan saja!"


Devano tersenyum dan mengangguk. jiwa kejam dan sadisnya belum hilang sepenuhnya."ucap Devano dalam hati.


tak Berapa lama Alya dan Mariska datang, Murano mencu mesra pipi Alya dan menggendong Mariska. dengan tangan kirinya ia menarik kursi dan mempersilahkan Alya duduk.


"Terima kasih sayang."ucap alias sambil tersenyum semanis gula. "tempatnya bagus aku suka."


"Iya, ini memang tempat favorit kamu."Murano mendudukkan Mariska di tempat makan khusus balita. Murano mengisyaratkan para pengawalnya untuk pergi.


Para pelayan datang dan menyodorkan daftar menu. Alya kebingungan melihat deretan menu yang menggiurkan.


"Ada apa sayang?"tanya Murano.


"Aku bingung mau pilih yang mana, makanan favoritku apa ya?"tanya Alya membuat Murano bingung.


Mata Alya membulat. "Benarkah? berarti aku tukang makan, dong." Mereka berdua tertawa


Sesampainya di rumah, Daniel menggendong tangan Vicky dan membawanya ke kamar yang bernuansa superhero.


"Terima kasih."ucap dokter Chang Mai


"Aku yang seharusnya berterima kasih."balas Daniel.


Mereka duduk berhadapan di ruang makan, ditemani dengan secangkir teh, cemilan khas dari kota Phnom Penh. Chang Mai menceritakan keadaan Alya dan hubungan mereka sekarang.


Daniel sangat geram. "Kurang ajar sekali dia! sudah menyiksa Alya hingga koma dan amnesia, lalu akan menghapus masa lalunya!"kangen Daniel mengepal. pria berhidung mancung Itu mengacak-acak rambutnya.

__ADS_1


Chang Mai kasihan melihatnya. tapi ia juga tidak bisa membantu terlalu banyak.


"Murano menderita penyakit mental yang cenderung menyakiti orang lain, salah satunya penyebabnya adalah penyiksaan yang ia alami sewaktu kecil."Chang Mai membasahi bibirnya.


"kamu pasti lebih mengerti ceritanya kan?"


Daniel mengangguk dan mendesak kesal. "Ibuku pelakunya, tapi ia melakukan itu juga karena mengalami penyiksaan juga dari ayah Murano."Bela Daniel.


Chang Mai menyeruput tehnya. "seperti mata rantai, yang kuat menyiksa yang lemah, saat si lemah menjadi kuat ia akan melakukan penyiksaan lagi ke yang lebih lemah. Untung saja Murano memiliki niat memutuskan mata rantai ini."jelas Chang Mai


"Berarti sekarang dia tidak menyiksa Alyaa lagi?tanya Daniel.


Alya menggeleng. "Murano melakukan terapi dengan rutin, sekarang dia tidak hanya berhenti menyiksa Alya tapi juga berbuat baik padanya, pada Mariska juga orang lain.


Daniel mengusap wajahnya dengan kasar. "Dia sudah merebut milikku yang berharga istri dan putriku."


Chang Mai berdiri, berjalan ke arah jendela yang mengarah ke taman belakang. "lalu apa rencanamu?"mau merebut Alya dan Mariska?"


Daniel beranjak dari duduknya dan berdiri di samping Chang Mai. "Tentu saja!"jawabnya dengan percaya diri.


Chang Mai tertawa. "Itu sama saja dengan bunuh diri, tadi saja kepalamu sudah ditodong senjata kan?"


Daniel duduk di lantai, lemas rasanya. kata Cang Mai memang benar, nekat sama dengan menjemput kematian sendiri.


"lalu aku harus apa?"tanya Daniel sambil menatap Chang Mai lekat-lekat.


Chang Mai tersenyum penuh arti, wanita tinggi semampai sebagai supermodel itu punya rencana.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2