HASRAT TUAN MAFIA

HASRAT TUAN MAFIA
BAB 39. MUSUH DALAM SELIMUT _ HTM


__ADS_3

Uang yang melimpah kekuasaan dan koneksi di mana-mana, tidak sulit bagi Murano mendapatkan sesuatu informasi atau melakukan sesuatu.


Seperti hari ini, Hans dan Wijaya mendapatkan informasi berharga soal Kim Liu lengkap dengan berbagai bukti.


"Apa yang akan kita lakukan dengan ini, Tuan? tanya Wijaya.


"langsung lempar skandal ini ke publik! paling cepat lewat internet,"perintah Murano.


"Tapi jangan semua, sedikit-sedikit dulu sebagai pembuka."Murano tersenyum licik.


"Aku mengerti Tuan,"jawab Wijaya.


"Kerja kalian bagus dan cepat, siap-siap menerima bonus dariku."


Netra kedua pengacara itu berbinar seperti bintang yang berkelipan di malam hari.


"Jangan berhenti sampai di sini, cari terus informasi tentang Kim Liu media.


Murano mengadakan pesta di rumahnya nanti malam, pesta khusus untuk keluarga dan para pengawal-pengawalnya yang sudah kerja keras untuknya. Keluarga dokter Surya juga diundang termasuk Chang Mai.


Ini adalah pesta perdana yang diselenggarakan di rumah Murano. Di pesta itu ada hiburan juga, sulap untuk anak-anak dan ada penyanyi terkenal yang diundang.


Murano pulang lebih awal untuk melihat persiapan pesta dikerjakan pengawal pengawalnya juga. Sementara di tempat lain, Kim Liu sedang kebakaran jenggot saat video intimnya bersama kekasih prianya tersebar di internet.


Kolom komentar di sosial medianya dan Kim Liu media di serbu netizen. Ada yang membela, tapi lebih banyak yang mencela.


"Siapa yang melakukan ini!"teriaknya sambil membuang semua benda yang ada di meja kerjanya. Semua berita di stasiun televisi maupun internet ramai-ramai membahas masalah itu.


Keluarga dokter surya dan Chang Mai datang, Murano dan Alya menyambut mereka dengan ramah.


"Ayo, silakan dicicipi makanannya,"ajak Alya. "Mariska, Ayo Vicky diajak main, lihat pertunjukan sulap ya."


Bocah perempuan dan gaun berwarna merah muda itu menggandeng Vicky untuk duduk melihat pertunjukan sulap.


"Kalau dilihat-lihat mereka serasi, ya."celetuk dokter Surya


"Ibu, Aku mau kue,"rengek Mariska.


Alya melihat di meja kue yang diinginkan Mariska habis. "sebentar ya, sayang, ibu ambil dulu di dapur "


Alya memotong kue dan meletakkannya di piring saji. Daniel mendekatinya, kesempatan karena kondisi dapur sedang sepi.

__ADS_1


"Alya,"panggilnya.


Alya menghentikan aktivitasnya, suara itu seperti tidak asing untuknya Alya teringat seseorang. Alya menoleh, Daniel dan Alya saling pandang.


Daniel mendekati Alya, Entah mengapa Alya merasa jantungnya berdegup kencang.


"Kamu pengawal barunya Murano, kan?"tanyanya.


"Apa kamu sungguh tidak mengenalku, sayang?"


"Ka... kamu berani memanggilku sayang?"Alya mundur hingga tubuhnya mengenai ujung meja.


"Aku Daniel, suamimu yang sesungguhnya!"


Alya menggeleng keras. "Kamu bukan suamiku!"tolaknya.


Daniel mendekat, Tapi Alya mengacungkan pisau yang dari tadi ia pegang. "menjauh lah, Kalau tidak aku akan teriak!"bentaknya.


Tiba-tiba Mariska dan Vicky datang meminta kue. Daniel memanggil Mariska. Mariska menatap Daniel lumayan lama. Namun, Alya langsung menggandeng Mariska dan menyuruh Vicky pergi dari dapur.


Masayu tiba-tiba muncul dari balik dinding. "Tindakan kamu berani, tapi kurang perhitungan."Perempuan itu mendekati Daniel dengan tangan menyilang di dada. "Bagaimana kalau dia benar-benar teriak, habislah kita semua."cibirnya.


"Aku tidak bisa menahan diri,"gumamnya.


"Ada apa, sayang?"tanya Murano khawatir karena melihat Alya yang gelisah.


Alya menggeleng. "Tidak apa-apa sayang."Alya mengulas sedikit senyuman.


Seorang penyanyi perempuan yang biasa menyanyikan lagu-lagu romantis naik ke panggung. "Ayo Yang punya pasangan kita berdansa,"ajaknya.


Musik pun mengalun mengiringi suara merdu artis ternama di negara Kamboja Pich Sophia artis kelahiran Phnom Penh tahun 1985 ini, suaranya memang tidak perlu di ragukan lagi. Pich Sophia mengajak para tamu undangan untuk berdansa. Murano mengajak Alya berdansa, awalnya Alya menolak, karena tidak biasa berdansa, Tapi setelah dipaksa akhirnya mau. Lalu disusul pasangan dokter surya dan istrinya dan pasangan tua lainnya. Pak Barco dan pengasuh Mariska.


Dengan penuh percaya diri Masayu mengajak Daniel berdansa. Tak disangka Daniel langsung menerima ajakannya. Hal itu menginspirasi Bimo untuk mengajak dokter Chang Mai berdansa. Dokter chang Mai tidak menyangka Bimo berani mengajaknya berdansa.


Alya menyandarkan kepalanya di dada bidang Murano. Hati Daniel seperti tercabik-cabik. jangan-jangan memang kamu yang ingin melupakan aku, bukankah hidupmu sudah bergelimangan harta dan kemewahan sekarang?"


Daniel mengeratkan pelukannya pada Masayu. Masayu sendiri menyandarkan kepalanya di dada sang pria, hingga ia bisa mendengar detak jantungnya. Masayu merasa nyaman dan tak ingin malam ini berakhir.


Alya memperhatikan Daniel yang sedang mencuci mobil dari balkon ke lantai tiga. kata-katanya waktu pesta kemarin masih terngiang-ngiang di telinga Alya. Ia merasa suara dan wajah pria itu tidak asing, entah bertemu kapan dan di mana.


"Dia bilang Kalau namanya Daniel, sedangkan Daniel yang aku tahu orang jahat yang sudah membuat aku celaka. Tapi dia tidak seperti orang jahat."ucap Alya dalam hati.

__ADS_1


Alya memegangi kepalanya yang terasa berdenyut-denyut.


"Apa yang kamu lakukan di sana, sayang?


Suara Murano membuat Alya terkejut.


"Eh enggak apa-apa, sayang."


"Apa kamu sakit?"Murano memegang kening Alya memastikan suhu tubuhnya.


"Aku nggak sakit,"jawab Alya agak Ketus membuatmu bingung. Alya kembali lagi ke kamar meninggalkan Murano yang berdiri mematung


Alya duduk di tepi ranjang. "Pasti ada sesuatu yang disembunyikan dariku, bertanya pada Murano pasti jawabannya juga sama mencari tahu sendiri pun sulit, aku tidak bisa bergerak semua serba diawasi. Alya *******-***** bantal sebagai pelampiasan kekesalannya.


Bimo berpas-pasan dengan Masayu, saat ia menuju dapur. Masayu tersenyum tipis, selain Murano, Masayu juga takut pada Bimo yang selalu bersikap dingin.


"Aku ingin bicara padamu, Masayu."suara Bimo berat membuat wanita penyuka kopi itu tersentak.


Masayu berbalik badan perlahan


"bicara apa?"tanyanya sambil tersenyum canggung.


"Ayo, kita ke tempat yang lebih sepi,"ajak Bimo.


Wanita yang masih mengenakan baju tidur bergambar Doraemon itu mengikuti Bimo berjalan cepat. Bimo menuju ke taman yang berada di sisi kanan rumah yang sepi, lalu berhenti di depan sebuah ruangan kecil dengan pintu yang tertutup rapat. Tempat itu tampak misterius dan menyeramkan hingga Masayu bergidik.


"Ini tempat apa? Kenapa membawaku ke sini? kau ingin bersikap kurang ajar, ya. ini masih pagi tahu! Cecarnya.


Bimo mendekati Masayu sambil menatapnya tajam, Masayu mundur hingga tubuhnya menabrak pintu itu. "Kamu mau apa ,sih?"


Bimo menggebrak pintu, membuat Masayu kaget. "Kamu tahu ini ruangan apa?"Bima mencondongkan kepalanya, hingga Masayu bisa merasakan hembusan nafasnya yang beraroma mint.


Masayu menggeleng. "Aku tidak tahu,"


"Ini adalah ruang penyiksaan untuk para pengkhianat atau musuh dalam selimut."ucap Bimo semakin membuat Masayu ketakutan.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2