
Devano berhasil dipindahkan ke rumah sakit yang sama dengan Alya. Keadaan pria itu sudah sadarkan diri dan bisa diajak komunikasi.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Murano.
"Baik Tuan." Devano mengangkat ibu jarinya Dan tersenyum.
"Siapa yang sudah menyerang mu?"
"Aku tidak tahu Tuan, orang itu memakai masker dan cepat sekali. Untung saja aku masih bisa selamat tapi...."Devano menggantung ucapannya membuat Murano penasaran.
"Tapi apa? Desaknya
"Kalau dilihat dari cara menyerangnya, yang agresif dan berani di tempat keramaian itu mirip dengan anak buah Tuan Alex."Murano meringis menahan perih di perutnya.
Kedua alis Murano bertaut. "Benar juga Alex masih marah karena kalah saing dalam penjualan obat terlarang dan senjata api itu."
"Mereka juga pernah menyerang kita dua kali di acara amal dan pameran lukisan Pak walikota."timpal Kairo
Murano dan Devano sama-sama mengangguk. Tiba-tiba Seorang perawat masuk ke kamar Devano dengan tergesa-gesa.
"Tuan Murano, Nyonya Alya sudah sadar." teriak perawat itu
Murano bergegas ke kamar Alya. Senyum Murano mengembang sempurna melihat sang pujaan hati kembali membuka mata. Walau masih terlihat pucat dan lemah.
"Alya! Aku senang kamu akhirnya sadar."Murano menggenggam tangan Alya. Alya terlihat bingung dan ketakutan
"Daniel" lirihnya
Murano melepaskan tangan Alya. Kenapa yang diucapkan Alya malah pria cacat itu? ucapnya dalam hati.
"Dokter, apa ada masalah di penglihatannya?" tanya Murano
Dokter Ritonga melakukan pemeriksaan di sekitar mata Alya, kemudian menggeleng. "Penglihatannya normal, tidak ada masalah."
"Tapi kenapa dia memanggilku dengan sebutan Daniel?"
"Siapa Daniel sebenarnya?" dokter Ritonga balik bertanya
"Dia orang yang sangat aku benci." ucap Murano dengan penuh emosi
"Kami akan melakukan pemeriksaan lagi besok," dokter Ritonga menepuk pundak Murano. "Selamat akhirnya kerja keras kamu membuahkan hasil."
Sepeninggalan dokter Ritonga dan dua perawatnya, Murano duduk di samping Alya dan kembali menggenggam tangan Alya.
"Aku mencintaimu Alya. Aku akan menjaga kamu dan tidak akan menyakitimu lagi.
****
Pagi ini Alya harus menjalani serangkaian pemeriksaan seperti periksa darah CT scan dan yang lainnya. Sementara Murano sedang memimpin rapat di Murano company. Murano serius mendengarkan laporan keuangan dan perkembangan perusahaan dari para bawahannya.
"Hasil kerja kalian bagus, semuanya mengalami peningkatan.Terima kasih." Murano berdiri dan bertepuk tangan
__ADS_1
Semua yang hadir saling berpandangan. Mereka bingung dengan sikap sang Bos besar. Biasanya Jika ada yang mengalami kerugian atau penurunan akan selalu dicaci maki atau yang lebih menyedihkan dipecat, jika bagus pun ekspresinya datar saja.
"Hei...., kenapa kalian bengong?" tanya Murano heran.
"Apa kalian tidak ingin mengekspresikan kinerja kalian sendiri?"
Akhirnya mereka semua berdiri dan bertepuk tangan dengan meriah.
Untuk merayakannya, aku akan mentraktir kalian makan siang di restoran.
Mulut mereka ternganga sangking terkejutnya. Restoran yang dipilihkan oleh Murano itu restoran mewah dan mahal. Hanya orang-orang dari kalangan atas yang bisa masuk dan menikmati premiumnya. Semua karyawan yang stay di kantor pun mendapatkan paket makan dari restoran. Termasuk bagian keamanan dan kebersihan.
Murano memperhatikan wajah karyawan karyawan yang berseri-seri dengan senyum mengembang dan mata berbinar. Berkali-kali mereka mengucapkan terima kasih sederet doa pun mereka panjatkan untuk Murano. Murano merasa damai. Ternyata membahagiakan orang lain dan diri sendiri tidak sulit.
Selesai makan siang, Murano kembali ke rumah. Anak buahnya memberitahu kalau orang yang menyerang Murano berhasil ditangkap. Murano langsung menuju ke ruang bawah tanah, ruangan yang biasa digunakan untuk mengeksekusi orang-orang yang berkhianat atau membuat masalah.
Murano duduk di singgasananya yang terbuat dari kulit asli. Para anak buahnya membawa seorang pria berperawakan tinggi dan besar dengan tangan terikat.
"Siapa nama kamu dan siapa yang menyuruhmu menyerang Devano ?" tanya Murano dengan nada tegas
Namaku Arjuna dan aku disuruh Tuan Alex" jawabnya sambil menunduk ketakutan. kekejaman Murano dan pengawalnya sudah terkenal di seluruh penjuru negeri.
"Aku memaafkan kamu" ucap Murano yang membuat para pengawalnya terhenyak mengekspresi mereka persis seperti karyawan kantor. Begitupun Arjuna yang bahkan sudah keringat dingin.
"Apa Tuan serius?" tanya anak buah Murano
"Iya tentu saja." Murano memerintahkan anak buahnya melepaskan ikatan di tangannya.
Murano mengangguk. "Jangan kamu coba cari masalah lagi dengan kami." Murano memberikan peringatan
"Iya Tuan." jawab Arjuna
Setelah ini kamu harus ke rumah sakit dan minta maaf pada Devano, lalu sampaikan salamku untuk bos kamu. Katakan padanya aku ingin bertemu dan bicara baik-baik. Waktu dan tempat Ia yang tentukan." ucap Murano panjang lebar.
"Iya Tuan! apa ada lagi yang harus aku lakukan?"
Murano menggeleng lalu mengibaskan sebelah tangannya. "Pergilah."
Arjuna pergi dengan rasa tenang, sekaligus heran. Biarlah, Yang penting selamat hukumannya.
Kairo merasa senang dengan perubahan sikap sang bos. Semoga seterusnya seperti ini, tidak ada luka darah dan air mata. Harapan Kairo yang terucap dalam hatinya.
Kemudian Murano mengumpulkan semua pengawalnya di halaman depan.
"Aku ingin kalian bergotong-royong merenovasi rumahku. Semua cat di rumah Ini ganti dengan warna yang lebih cerah dan lembut. Lalu halaman belakang dekat kolam renang kalian jadikan tanaman bermain, lengkap dengan mainannya." Perintah Murano. Semua pengawalnya mengangguk.
"Vicky!" Panggil Murano yang punya nama terkejut karena sedang melamun
"Iya Tuan, ada apa?"
"Kamu sebagai ketua yang mengurusi dan mengawasi renovasi rumah."
__ADS_1
"Iya Tuan, Terima kasih atas kepercayaannya."
****
Murano kembali ke rumah sakit untuk mengetahui hasil pemeriksaan Alya sekaligus bertemu dengannya.
"Secara umum kondisi kesehatan Nyonya Alya , sangat baik. Kami sudah mencabut semua alat bantu yang menempel di tubuhnya. Bahkan tadi Nyonya Alya sudah bisa ke kamar mandi sendiri." jelas dokter Ritonga.
"lalu Kenapa ia tidak mengingat namaku?" dokter tanya Murano
"Nyonya Alya mengalami cedera di otak yang menyebabkan memorinya sedikit terganggu. Tapi tak perlu risau, karena tidak berbahaya. seiring berjalannya waktu akan membaik. dokter Ritonga membetulkan letak kecamatannya, lalu melanjutkan kembali penjelasannya.
"Asalkan Anda rutin membawanya konsultasi, minum obat, dan vitamin serta merangsang ingatannya."
"Bagaimana cara merangsang ingatannya?" tanya Murano
"Ada banyak cara. Misalnya mengajak ke tempat-tempat favoritnya, atau melakukan hal-hal yang ia sukai. Berbagai rencana telah tersusun rapi di otaknya.
"Tapi, anda harus sabar. Biarkan Dia memanggil anda Daniel atau apalah itu. Jangan terpancing emosi yang akan menyebabkan anda melakukan hal yang membuat menyesal." ujar dokter Ritonga sangat serius.
Dokter Ritonga tahu kisah antara Murano dan Alya dari dokter Surya. Awalnya dokter Ritonga geram dengan Murano. Dan sempat bersikap Ketus, tapi melihat pengorbanan yang Murano lakukan sampai menyewa satu rumah sakit, membuat dokter sedikit terkesan.
"Aku tidak akan menyakitinya dokter." ucap Murano sungguh-sungguh
Saat Murano menuju kamar Alya, ia berpas-pasan dengan dokter Surya. Mereka saling tegur sapa.
"Aku mau bertemu dengan kekasih hati ku." Murano tersenyum
Dokter Surya terkekeh. "Diapa kekasihmu? ledeknya
"Alya dokter." sahut Morano
"Ingat, dia sudah berkeluarga Murano."
"Aku akan mengurus surat perceraian mereka dan hak asuh untuk Mariska ." ucap Murano. apapun bisa sangat mudah untuknya yang berkuasa dan memiliki segalanya.
"Dokter Surya geleng-geleng kepala dan berdesak kesal. "Kamu tidak bisa seenaknya begitu Murano."
"Kenapa tidak? pria itu sangat menyedihkan. cacat dan miskin. Dia tidak akan bisa membahagiakan Alya, masa depan Mariska juga pasti suram.
Walau menyediakan dialah pria yang dicintai oleh Alya. Buktinya nama yang pertama kali dia sebut setelah sebulan Koma adalah Daniel.
Murano kesal dengan ucapan dokter Surya. Tapi memang itu faktanya, yang sebenarnya fakta yang sekuat tenaga Murano ingkari.
"Aku akan membuatnya mencintaiku." ucap Murano dengan percaya diri.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN